• in

    Peluang Usaha Menjadi Reseller Jilbab Maxmara di Surabaya

    SELAMAT DATANG DI Buya Shop JILBAB GROSIR ONLINEKami toko yang menjual Jilbab Grosir dengan Harga TERJANGKAU. Toko kami menyediakan berbagai macam koleksi jilbab sesuai kebutuhan Anda. Kami melayani Agen Jilbab, Konveksi Jilbab, Kulakan Jilbab untuk Anda jual lagi di toko online atau offline Anda. Dijamin harga termurah karena kami berpedoman prinsip : “JUAL MURAH Tapi Gak Murahan”.

    kami memudahkan Anda untuk membuka peluang usaha melalui fashion jilbab. Dengan fashion hijab sekarang menjadi trend bagi semua kalangan wanita yang ingin meggunakan jilbab.Berbagai macam koleksi jilbab grosir murah dapat Anda dapatkan di Buya Shop. Kami selalu update model jilbab terbaru dengan design eklusif yang dinamis sesuai dengan perkembangan zaman.

    kami siap melayani pemesanan untuk wilayah di seluruh Indonesia seperti Kota Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Sulawesi, Manado,Tarakan, Bau-Bau,Ntt ,Ntb, Mojokerto, Jombang, Kediri, Semarang, Jawa Tengah, Kudus, Tangerang, Maluku, Papua, Bangkalan, Pamekasan, Sumenep, Madura, Bandung, Tanah Abang, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, Pontianak, Balikpapan, Bali, Lombok, Aceh, Sumatera, Medan, Balikpapan, Pangkalanbun, Malang, Pasuruan, Batu.

    kami menyediakan bermacam-macam jilbab seperti Jilbab Maxmara, Jilbab Maxmara Motif, Jilbab Maxmara Silk, Jilbab Shabby, Jilbab Wolfis, Jilbab Shabby Wolfis, Jilbab Shabby Motif, Jilbab Wolfis Motif, Jilbab Wolfis Corak, Jilbab Organza, Dan Lain-Lain.

    Untuk Katalog >>KLIK DISINI<<

    Grosir Jilbab Kerudung Maxmara

    Hubungi: 0823 3198 8981

  • in

    Selingkuh di hotel, seorang wanita di Madiun sekarat tersedak kondom

    KABAR heboh sekaligus menggelitik gegerkan seisi rumah sakit. Pasalnya, dokter yang menangani pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) menghadapi sebuah peristiwa tak biasa.

    Informasi dihimpun, peristiwa itu terjadi di Kota Madiun pada Kamis (23/11) lalu dan berawal dari adanya perselingkuhan yang dilakukan oleh si pasien bersama pria idamannya di sebuah hotel.

    “Darurat mas, tolong, carikan taksi atau mobil yang bisa ke rumah sakit sekarang,” kata Roni, salah satu security sebuah Hotel di Kota Madiun meniru ucapan pria selingkuhan si wanita saat panik.

    Roni mengaku heran lantaran si pria terlihat terlalu gelisah. Petugas keamanan itu pun mencari tahu alasan mengapa wanita yang sekamar dengan pria itu tampak seperti kesulitan bernafas. Dia menduga awalnya si wanita tersebut sedang overdosis narkoba.

    “Pas saya desak kenapa, sambil saya berpikir mau nyari mobil kemana, si cowok awalnya enggan menjawab darurat yang di maksud. Dalam pikiran saya pasti overdosis narkoba,” imbuh Roni.

    Sambil berjalan mencari bantuan, si pria selingkuhan tersebut pelan-pelan bercerita kepada Roni tentang apa alasannya. Sontak Roni pun kaget dan langsung tergesa-gesa melakukan pertolongan.

    “Namun, sambil menunggu kendaraan datang, saat saya datangi ke kamar, dengan maksud memberi bantuan, ternyata perempuan yang dimaksud dalam kondisi darurat oleh laki-laki tersebut sedang dalam kondisi tersedak-sedak akibat tertelan kondom,” lanjut Roni.

    Roni yang waktu itu tak tahu harus prihatin atau tertawa, akhirnya menelpon seorang temannya dengan magsud meminta bantuan agar membawa wanita itu ke rumah sakit.

    Beruntung, teman Roni beralamat tak jauh dari lokasi hotel hingga pertolongan langsung tiba pada sekitar pukul 02:00 Wib.

    Tak lama, pasangan selingkuh tersebut kemudian dilarikan ke ruang IGD salahsatu rumah sakit terbesar di Kota Madiun.

    Takut terjadi hal tak diinginkan lantaran terjadi di hotel tempatnya bekerja, Roni berulangkali memeriksa identitas pasangan selingkuh tersebut

    Diketahui, keduanya melakukan check in pada Kamis siang.

    Sebelum memasuki kamar, si pria meninggalkan kartu identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dicetak oleh pemerintah Kabupaten Sragen, sebagai jaminan.

    Pun mengetahui identitas pria tersebut, Roni tetap memiliki kewajiban untuk mengetahui identitas si wanita yang kondisinya cengap-cengap seperti sakaratul maut.

    Roni pun bergerak kembali menuju kamar hotel yang ditempati keduanya dan mencari identitas si wanita.

    Sesampainya di kamar, Roni menemukan sebuah paspor, ID Hong Kong, KTP yang dikeluarkan oleh pemerintah Kabupaten Madiun atas nama W (inisial).

    “Saya tidak menemukan tanda, bahwa cowok dan cewek itu memiliki hubungan suami istri. Sebab, satu KTPnya Sragen statusnya Sudah Kawin dan satu lagi KTPnya Dolopo Madiun statusnya Janda. Malah berdasarkan data lainnya, si perempuan itu ternyata TKW Hong Kong,” ungkap Roni.

    Roni yang usai membantu membawa korban ke rumah sakit hingga kini masi merasa heran mengapa peristiwa itu bisa terjadi.

    “Herannya itu, kok bisa-bisanya sampe kondom ditelan. Piye polahe njajal mas,” pungkas Roni sembari tidak bisa menahan gelak tawanya.

    Pagi harinya, dituturkan oleh Roni, usai mendapat perawatan di rumah sakit pasangan selingkuh tersebut kembali lagi ke Hotel dimana sebuah kamar telah mereka sewa.

    Keduanya kemudian check out pada Jumat (24/11) sekira pukul 9.00 Wib. sumber

  • in

    Ditelantarkan orangtua saat usia 14 tahun, gadis ini sekarang jadi artis terkenal dan cantik banget!

    3 tahun berjuang akhirnya ia debut sebagai member girlband Korea Selatan.

    Kesuksesan diraih tidak semudah membalikkan tangan, seperti kisah artis yang kini meraih kesuksesan berkat kerja kerasnya. Kisah hidupnya baru terungkap setelah ia berhasil menjadi artis yang kini namanya dipuji-puji oleh kalangan masyarakat.

    Kehidupan wanita kelahiran 13 Januari 1991 ini pernah berada dititik paling bawah pada 12 tahun lalu, hal ini akibat dari perceraian orang tuanya pada saat ia masih berusia 14 tahun. Ia harus merasakan kepahitan saat itu. Dengan terpaksa ia harus pindah dari rumahnya dan tinggal dirumah Tantenya.

    Saat itu ia sangat kesepian, nmaun ia bekerja keras demi meraioh cita-cita yang diimpikannya. Setiap pulang sekolah Ia pergi latihan di agensinya sampai malam tiba. Sampai rumah is harus makan malam dengan cepat karena ia tak mau mengganggu keluarga tantenya yang sudah tidur.

    Saat itu Ia berjuang sendiri dan tak ada satupun yang mendukungnya. Kerja kerasnya tak hanya sampai disitu, sebagai pelajar ia juga harus menyelesaikan tugasnya yaitu belajar.

    Goo Hara, penyanyi dan aktris asal Korea Selatan via: merdeka.com

    Bahkan teman-temanya banyak yang mengatakan agar dirinya menyerah tapi ia tetap bekerja keras untuk menjadi bintang. 3 tahun berjuang akhirnya ia debut sebagai member girlband Korea Selatan. Ialah, Goo Hara, penyanyi dan aktris asal Korea Selatan yang menjadi bagian dari girlband KARA.

    Perjuangannya punmembuahkan hasil ia kerap membintangi sejumlah drama dan berhasil merilis mini album sendiri bertajuk ‘Alohara (Can You Feel It?)’ pada tahun 2015 lalu. sumber : planet merdeka

  • in

    Cewek Pencuci Piring ini Jadi Viral Gara gara wajahnya Terlalu Cantik. Mau Liat?

    Jika ingin terkenal dan fotomu viral mungkin sekarang lebih gampang, apalagi jika kamu punya wajah cantik dan sedang melakukan hal-hal yang sekiranya tidak akan dilakukan wanita cantik. Seperti foto gadis berikut ini yang juga viral karena melakukan satu kegiatan, cuci piring.

    Gadis yang diketahui berasal dari Vietnam ini berfoto sedang mencuci piring dan peralatan makan kotor di restoran milik orangtuanya. Foto ini langsung viral dan dipuji banyak netizen karena wajahnya yang imut dan sikapnya yang baik, mau membantu orangtua.

    Foto itu pertama kali diunggah oleh ibunya di social media. Menurut website Vietnam, BaoMoi, gadis itu bernama Nguyen Thi Hai Yen. Gadis 24 tahun itu kini sedang menempuh pendidikan di Ho Chi Minh City University of Technology.

    copyright by nextshark.com

    Gadis berparas cantik itu diketahui sudah membantu orangtuanya berjualan di rumah makan sejak usianya 14 tahun. Selain disibukkan dengan mencuci piring, sesekali ia juga membantu di dapur dan ikut menyebarkan selebaran rumah makannya di jalan.

    copyright by nextshark.com

    Gadis ini diketahui ikut bekerja di restoran keluarganya agar bisa meringankan beban orangtua. Banyak yang memuji apa yang dilakukan Nguyen, sampai ada satu orang berkomentar…

    “Aku sudah lama mencuci baju, mencuci piring dan merawat kedua adik-adikku selama lebih dari 10 tahun, dan sekarang aku sedang bekerja di agen travel ayahku, MENGAPA AKU TIDAK VIRAL JUGA?”

     

    Well, yah…mungkin tidak semua perbuatan baik perlu diumbar dan disebar luaskan ya ladies? Mungkin kebaikan-kebaikan itu tidak perlu pujian, tidak juga perlu diketahui orang, jika kamu tulus melakukannya sih.

  • in

    5 Fakta Menarik Jemput Paksa Setya Novanto: Mulai Fahri Hamzah Sebut Gila Sampai Beda Jokowi-JK

    Drama jemput paksa Ketua DPR Setya Novanto sampai 5 jam di kediamannya pada Rabu (15/11/2017) malam hingga Kamis dini hari benar-benar menyedot perhatian masyarakat.

    Sederet TV swasta menayangkan langsung drama penjemputan.

    Jajaran petinggi KPK bersiaga penuh di markasnya.

    Di Twitter heboh ribuan orang terus memantau perkembangan detik demi detik hasil penjemputan paksa sang Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

    Berikut TribunStyle.com himpun 5 fakta paling menarik drama penjemputan Setnov yang dihimpun dari berbagai sumber:

    Belum Berhasil Tangkap Setnov, Tapi Bisa Amankan Dokumen Penting

    Hingga drama 5 jam penjemputan Setya Novanto, yang bersangkutan tiada di rumah.

    Tapi dokumen-dokumen penting berhasil disita KPK.

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) akhirnya keluar dari rumah Ketua DPR Setya Novanto sekitar pukul 02.43 WIB.

    Mereka keluar setelah lima jam berada di kediaman Novanto di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Kesepuluh penyidik keluar dengan membawa tiga tas jinjing, satu koper biru, satu koper hitam, dan satu alat elektronik yang belum diketahui fungsinya.

    Saat ditanya mengenai aktivitas di dalam, mereka semua enggan menjawab dan terus berjalan menuju mobil masing-masing. Mereka pun enggan menanggapi saat ditanya wartawan ihwal barang yang dibawa di dalam tas dan koper.

    Mereka meninggalkan kediaman Novanto dengan menggunakan sepuluh mobil Toyota Innova.

    Rabu malam (15/11/2017), KPK menyambangi rumah Ketua DPR Setya Novanto, mereka tiba di kediaman Novanto pukul 21.40 WIB.

    Petugas polisi tampak berjaga-jaga di depan pintu masuk rumah Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Seharusnya hari ini, Rabu (15/11), Novanto diperiksa di KPK namun tidak datang. Dia memilih berada di gedung DPR untuk mengikuti rapat Paripurna.

    Seperti diketahui, KPK menetapkan kembali Novanto sebagai tersangka pada Jumat (10/11/2017).

    Novanto sebelumnya lolos dari status tersangka dalam penetapan sebelumnya setelah memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK.

    Dalam kasus ini, Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

    Adapun sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dan dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

    Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar. Akibat perbuatannya bersama sejumlah pihak tersebut negara diduga dirugikan Rp 2,3 triliun pada proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

    Awalnya Tidak Dibolehkan Masuk Setnov 

    Petugas KPK memasuki kediaman Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (16/11/2017). Sejumlah penyidik KPK mendatangi kediaman Setya Novanto setelah dirinya mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka kasus KTP Elektronik.  (Tribunnews.com/ Irwan Rismawan)
    Petugas KPK memasuki kediaman Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (16/11/2017). Sejumlah penyidik KPK mendatangi kediaman Setya Novanto setelah dirinya mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka kasus KTP Elektronik. (Tribunnews.com/ Irwan Rismawan) ()

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) akhirnya mendatangi kediaman Ketua DPR Setya Novanto, di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017) malam.

    Mereka tiba pukul 21.40 WIB. Ketika tiba di kediaman Novanto, para penyidik KPK tak langsung diizinkan masuk.

    Para penyidik KPK menunggu di depan kediaman Novanto untuk menunggu Novanto maupun kuasa hukumnya.

    Pukul 21.55 WIB, kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi, keluar dari rumah kliennya dan menuju mobilnya.

    Ia terlihat mengambil dokumen, kemudian masuk kembali ke rumah Novanto. Namun, Fredrich enggan menjawab saat ditanya dokumen apa yang dibawanya.

    Pada hari ini, KPK melakukan pemanggilan pertama Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP.

    Namun, yang bersangkutan tak dapat memenuhi panggilan KPK dengan sejumlah alasan, salah satunya tengah mengajukan uji materi UU KPK.

    Sebelumnya, Novanto telah tiga kali mangkir dari pemanggilan KPK sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

    Sejauh ini, belum ada keterangan dari KPK soal tujuan kedatangan penyidiknya ke kediaman Ketua Umum Partai Golkar itu.

    Trending Tagar “TangkapNovanto” di Twitter

    Poster Setya Novanto
    Poster Setya Novanto ()

    Tanda pagar atau tagar “TangkapNovanto” menjadi trending topic pada media sosial Twitter, Kamis (15/11/2017) malam.

    Hingga Pukul 23.42 WIB, tagar tersebut masih berada pada posisi teratas.

    Hal ini menyusul sejumlah Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang pada Kamis malam mendatangi kediaman Setya Novantodi Jalan Wijaya XIII.

    Adapun Ketua DPR RI itu saat ini berstatus tersangka pada kasus korupsi proyek e-KTP.

    Beberapa warganet meminta agar KPK bisa segera menangkap Novanto.

    “Semoga #TangkapNovanto benar-benar terjadi dan kemudian segera tercipta proses hukum yang seadil-adilnya. Jika benar, ini satu pertanda bahwa KPK BERANI MEWUJUDKAN KEADILAN!” tulis pemilik akun @jolayjali.

    “Papa dimana kau berada? Ku harap menyerahlah!!” tulis pemilik akun @zidnyfahmy_90.

    Warganet lainnya mengungkapkan antusiasmenya menyaksikan siaran langsung peristiwa tersebut di televisi atau lewat media lainnya.

    “Tadinya mau tidur eh baca berita SN dijemput paksa setelah beberapa kali mangkir, jadi melek deh depan TV,” kata pemilik akun @salendra18.

    Seperti diberitakan, penyidik KPK mendatangi kediaman Novanto di kawasan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Pada hari Rabu, KPK melakukan pemanggilan pertama Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP.

    Namun, yang bersangkutan tak dapat memenuhi panggilan KPK dengan sejumlah alasan, salah satunya tengah mengajukan uji materi UU KPK.

    Sebelumnya, Novanto telah tiga kali mangkir dari pemanggilan KPK sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

    Komisi Pemberantasan Korupsi pun mengimbau Ketua DPR RI Setya Novanto untuk menyerahkan diri.

    “Secara persuasif kami himbau SN dapat menyerahkan diri,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Rabu (15/11/2017).

    Rabu Malam tim KPK mendatangi kediaman Novanto di jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Febri mengatakan, tim mendatangi kediaman Novanto karena yang bersangkutan beberapa kali tidak menghadiri pemeriksaan KPK.

    “KPK mendatangi rumah SN karena sejumlah panggilan sudah dilakukan sebelumnya namun yang bersangkutan tidak menghadiri,” ujar Febri.

    Ketua Umum Partai Golkar itu kembali mengutarakan berbagai alasan ketidakhadiran di KPK melalui surat.

    Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penyidik kali ini menerima surat keterangan ketidakhadiran yang dikirimkan pengacara Setya Novanto.

    “Surat dari pengacara,” ujar Febri saat dikonfirmasi.

    Dalam surat tersebut, pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, mengatakan, ketidakhadiran kliennya lantaran pihaknya sedang mengajukan uji materi di Mahkamah Konstitusi terhadap Undang-Undang KPK.

    Novanto sebelumnya juga tak menghadiri panggilan pemeriksaan sebagai saksi di Gedung KPK.

    Namun, sebelumnya ‘surat sakti’ ketidakhadiran dibuat melalui Sekretariat Jenderal DPR.

    Dalam surat yang menjadi senjata Novanto menghindari penyidikKPK, dia beralasan bahwa KPK harus mengantongi izin dari Presiden Joko Widodo untuk dapat memeriksa dirinya.

    Alasan serupa juga digunakan Novanto pada pemanggilan sebelumnya.

    Novanto dalam suratnya ke KPK menggunakan aturan mengenai Pasal 20A Huruf (3) UUD 1945 sebagai alasan mangkir.

    Pasal itu mengatur hak imunitas anggota DPR.

    Selain itu, Novanto juga beralasan dengan menggunakan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 mengenai Hak Anggota Dewan Huruf (h) terkait imunitas. Pasal itu dijadikan alasan mangkir dari panggilan.

    Pada September 2017, Novanto juga dipanggil menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK.

    Namun, pada pagi hari, istri Novanto mengirimkan surat berisi keterangan bahwa Ketua Umum Partai Golkar itu sedang sakit dan tidak dapat menghadiri panggilan penyidik KPK.

    Pada hari yang sama dengan jadwal pemeriksaan, Novanto menjalani perawatan di rumah sakit.

    Ia bahkan menjalani operasi di Rumah Sakit Premier Jatinegara.

    Novanto sebelumnya lolos dari status tersangka dalam penetapan sebelumnya, setelah memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK.

    Dalam kasus ini, Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

    Adapun sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

    Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar.

    Diduga akibat perbuatannya bersama sejumlah pihak tersebut, negara dirugikan Rp 2,3 triliun pada proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

    Pasal yang disangkakan terhadap Novanto yakni Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

    Fahri Hamzah Tak Percaya Jemput Paksa dan Sebut Gila 

    Fahri Hamzah
    Fahri Hamzah ()

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah terkejut dengan langkah Komisi Pemberantasan Korupsi yang diduga berupaya menjemput paksa Ketua DPR Setya Novanto.

    “Kalau ada yang berani jemput paksa Setya Novanto, itu pasti perintah datang dari orang kuat di negara ini, sehingga aparat kepolisian khususnya, mau saja ikut-ikutan merusak lembaga negara,” kata Fahri, Rabu (15/11/2017).

    Fahri mengaku sudah mendengar rumor terkait upaya penjemputan paksa Setya Novanto yang dilakukan malam ini. Namun, ia sempat tidak percaya dengan rumor tersebut.

    “Saya tidak percaya bahwa kita semua sudah gila,” kata Fahri.

    Menurut Fahri, keterlibatan KPK dalam gerakan politik menarget Setya novanto akan menghancurkan seluruh bangunan negara hukum di Indonesia.

    “Presiden Jokowi harus bertanggung jawab apabila hal itu terjadi,” kata dia.

    Setya Novanto sebelumnya sudah 3 kali mangkir dari panggilan KPK sebagai saksi kasus E-KTP. Lalu pada Rabu hari ini, Novanto yang diperiksa sebagai tersangka juga mangkir.

    Akhirnya pada Rabu malam ini, sejumlah penyidik KPK mendatangi rumah Ketua DPR itu.

    Selain itu, berdasarkan pantauan Kompas.com, sejumlah petugas kepolisian juga terlihat berjaga. Bahkan, ada aparat kepolisian yang membawa senapan laras panjang yang berjaga.

    Lebih Tegas JK DIbanding Jokowi Terkait Setnov

    Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla  (Tribunnews.com/ Dany Permana)
    Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (Tribunnews.com/ Dany Permana) ()

    Aktivis Indonesia Corruption Watch Adnan Topan Husodo menilai Presiden Joko Widodo belum menunjukkan ketegasan dalam agenda pemberantasan korupsi, khususnya terkait kasus korupsi e-KTP yang menjerat Ketua DPR Setya Novanto. Bahkan ketegasan Jokowi dinilai kalah dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    “Yang sebenarnya lebih tegas itu kan Pak JK dalam kasus (Setya Novanto) ini,” kata Adnan di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

    Adnan mengatakan, sejak awal Novanto sudah jelas-jelas menjadikan Jokowi sebagai tameng dalam menghadapi kasus E-KTP ini. Misalnya, Novanto menolak diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi sebelum lembaga antirasuah itu mengantongi izin Presiden.

    Namun, Adnan menyesalkan pernyataan Jokowi yang tidak tegas menyikapi manuver Novanto ini.

    Jokowi justru hanya menyerahkan segala proses hukum tersebut kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Harusnya, lanjut Adnan, Jokowi bisa menyatakan dengan tegas bahwa KPK bisa atau tidak mengantongi izin Presiden untuk memeriksa anggota DPR. Presiden juga bisa meminta pandangan pakar hukum terlebih dahulu untuk menguji argumen Setya Novanto.

    “Kalau ahli hukum mengatakan (argumen Novanto) tidak tepat, ya Presiden mengatakan ‘tidak perlu izin. Oleh karena itu, jangan jadikan saya sebagai bemper’ sehingga tidak kemudian dimanfaatkan,” ucap Adnan.

    Adnan menilai, Wapres Jusuf Kalla justru mengeluarkan pernyataan yang lebih tegas mengenai manuver Novanto ini. Kalla sejak awal menegaskan bahwa KPK tidak perlu mengantongi izin presiden untuk memeriksa anggota DPR.

    “Jauh-jauh hari Pak JK bilang tidak harus ada izin dari Presiden dan alasannya saya kira sudah tepat,” kata Adnan.

    Adnan pun menilai, sikap Presiden yang tidak tegas ini karena pertimbangan faktor politik, yakni terkait posisi Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Partai Golkar adalah bagian dari koalisi pemerintah saat ini dan sudah menyatakan dukungan ke Jokowi untuk pemilu 2019.

    Jokowi sebelumnya merespons alasan Novanto yang menolak memenuhi panggilan pemeriksaan di KPK karena tak ada izin Presiden. Jokowi menyerahkan segala proses hukum tersebut kepada tata acara yang berlaku.

    “Buka undang-undangnya semua. Buka undang-undangnya. Aturan mainnya seperti apa, disitulah diikuti,” ujar Jokowi sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi Istana, Rabu (15/11/2017).

    Pasal 245 Ayat 1 Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) yang sudah diuji materi Mahkamah Konstitusi memang mensyaratkan pemeriksaan anggota DPR harus seizin presiden.

    Namun, Pasal 245 Ayat 3 menyatakan bahwa ketentuan Ayat 1 tidak berlaku apabila anggota DPR melakukan tindak pidana khusus, termasuk korupsi.

    Pakar hukum tata negara Mahfud MD mengatakan, berdasarkan aturan tersebut, artinya penyidik KPK tidak perlu meminta izin Presiden terlebih dahulu jika ingin memeriksa Novanto.( Tribunnews.com)