• in

    Mbah Arjo Manusia Tertua di Indonesia, 17 Anaknya Sudah Meninggal, Begini Caranya Bertahan Hidup

    Ternyata, banyak orang Indonesia yang usianya lebih dari 100 tahun. Salah satunya, mbah Gotho, pria asal Sragen, Jateng.

    Sebelum tutup usia pada 30 April 2017 lalu, ia sempat merayakan Ultah-nya yang ke-146 tahun.

    Satu lagi, kakek yang dikabarkan usianya tertua saat ini adalah mbah Arjo Suwito.

    Meski tak ada bukti tertulis atau kesaksian orang lain, namun kakek asal Dusun Sukomulyo, Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar ini mengklaim usianya sudah 200 tahun lebih.

    Namun, data di balai desanya, ia tercatat kelahiran 1825.

    Saat ini, ia hidup bersama anaknya, Ginem (53). Katanya, Ginem itu anaknya yang ke-18, dari istrinya yang keenam.

    Sejak tahun 1990-an, mereka tinggal di lereng Gunung Kelud atau tepatnya, di Gunung Gedang.

    Dari puncak Gunung Kelud itu, tempat mbah Arjo berjarak sekitar 10 kilometer.

    Untuk menuju ke lokasi itu, tak mudah karena jalannya cukup sulit, dengan melalui perkebunan pohon Karet, yang masuk wilayah perhutani (BKPH Wlingi).

    Makanya, itu harus ditempuh dengan sepeda motor yang sudah dimodifikasi seperti trail.

    Jika mau ke tempat itu, rutenya harus melalui Kecamatan Talun, kemudian ke arah utara sekitar 12 kilometer yang sudah masuk Kecamatan Gandusari.

    Dari Kecamatan Gandusari itu, harus ditempuh menggunakan sepeda motor trail, dan melalui dua desa.

    Yakni, Desa Gandusari dan Gandungan.

    Setelah melalui medan yang sulit sepanjang 7 km, itu baru sampai ke tempat mbah Arjo.

    Tempat mbah Arjo itu lebih dikenal dengan Candi Wringin Branjang karena ada candi yang diperkirakan peninggalan Kerajaan Majapahit.

    Bahkan, candi yang bangunannya mirip Candi Penataran itu disebut-disebut, yang menemukan pertama kali adalah mbah Arjo tahun 1990.

    Saat itu, mbah Arjo baru sebulan menghuni lokasi itu, dan menemukan bangunan, yang terpendam tanah pegunungan.

    Ditemui Minggu (14/1) pukul 09.00 WIB, ia sedang duduk di dalam rumahnya. Rumah mbah Arjo, sangat tak layak karena lebih mirip gubuk, dengan ukuran 3 x 4 meter.

    Dindingnya berasal dari bambu (gedek), namun sebagian belum dianyam dan cukup dipaku. Atapnya terbuat dari alang-alang bercampur jerami.

    “Sejak saya tinggal di sini (1990-an), ya ini rumah saya. Ini saya tempati dengan anak perempuan saya,” tutur Mbah Arjo, yang bicaranya masih lancar namun mengaku sudah setahun agak susah jalan.

    Sejak tak bisa jalan itu, ia tak bisa beraktivitas apapun.

    Bahkan, mulai berak, atau kencing, itu ia lakukan di atas tempat tidurnya, yang terbuat dari bambu, dengan tikar pandan, yang kondisinya sudah kusam.

    Meski hidup di tengah hutan, namun ia mengaku tak kesulitan air bersih atau kebutuhan makan lainnya.

    Sebab, di dekat tempat tinggalnya, ada kali, yang airnya cukup jernih.

    Untuk makanannya, ia mengandalkan sayur yang ditanam sendiri, seperti daun singkong, dan bayam.

    Sementara, berasnya, ia mengaku mendapat jatah beras raskin.

    “Kalau nggak dapat jatah beras, ya saya sudah biasa cukup minum air putih saja,” paparnya.

    Ditanya usianya berapa? Mbah Arjo mengaku sudah 200 tahun.

    Soal tahun kelahirannya, ia mengaku lupa dan hanya ingat harinya.

    Yakni Selasa Kliwon (pada Subuh). Ia kelahiran Desa Gadungan, yang berjarak sekitar 8 Kilometer dari tempatnya sekarang ini.

    “Kalau dikait-kaitkan dengan peristiwa jaman dulu soal masa kecil saya, ya saya sudah lupa. Namun, ketika jaman penjajah Jepang, saya sudah beristri yang keenam kali. Sebab, kelima istri saya itu meninggal dunia, sehingga saya menikah lagi, dan dapat istri orang Ponorogo, namanya Suminem. Ia meninggal dunia ketika Indonesia Merdeka,” paparnya.

    Sebanyak enam kali menikah itu, ia mengaku dikaruniai 18 anak.

    Namun, 17 anaknya sudah meninggal dunia, dan tinggal satu, Ginem, yang hidup bersamanya.

    Ia menuturkan, dari istri pertamanya, Sumini, warga Desa Pehpulo, Kecamatan Wates (Kab Blitar), ia punya anak satu, namun sudah lama meninggal.

    Istri keduanya, Tuminem, asal Desa Semen, Kecamatan Gandusari, punya anak empat, juga sudah meninggal semua.

    Dengan istri ketiga, Paijem, asal Desa Ngambak, Gandusari, punya anak empat, juga sudah meninggal. Istri keempat, Tumila, asal Pacitan, punya anak empat, juga sudah meninggal semua.

    Untuk istrinya yang kelima, Tukinem, asal Ponorogo, tak dikaruniai anak, baru dari istrinya yang ke enam, Suminem, asal Ponorogo, dikaruniai empat anak.

    Namun, ketiganya sudah meninggal dan tinggal Ginem, yang kini berusia 53 tahun. Hanya saja, ia saat ini mengalami keterbelakangan mental.

    Widodo, Kades Gadungan, menuturkan, sebelum tinggal di komplek Candi Wringi Branjang, mbah Arjo itu warga desanya. Namun, sejak menemukan candi itu, ia ingin tinggal di situ, dengan mendirikan gubuk.

    “Kalau data di kependudukan desa kami, mbah Arjo itu tercatat kelahiran Desa Gadungan, pada 19 Januari 1825. Kalau data pendukungnya, ya nggak ada.

    Cuma, kakek saya, mbah Mawiro Pradio, yang kelahiran 1918 saja, memangil mbah arjo itu kakek.

    Berarti bisa dibayangkan, kalau mbah Arjo sudah sangat tua. Mbah saya itu baru meninggal tahun 1990 lalu,” ungkap Widodo yang usianya baru 48 ini.

    Entah apa kelebihannya, namun sejak mbah Arjo menemukan candi itu, dan tinggal di dekat candi itu, hampir ada tamu yang datang setiap hari-hari tertentu.

    Lebih-lebih, setiap malam 1 Suro, menurut Widono, mbah Arjo selalu kebanjiran tamu. Tak hanya dari Blitar, namun dari berbagai daerah, seperti Jogjakarta, Ponorogo, Pacitan, bahkan Jakarta.

    Mereka melakukan ritual di gubuknya mbah Arjo, seperti melekan.

    “Biasanya para tamunya lapor ke desa, bahkan perangkat kami seringkali yang mengantar tamu-tamunya mbah Arjo. Kalau ada melek-an 1 Suro, malah kami yang meminjami genset karena tempat tinggalnya belum terjangkau listrik,” tuturnya.

    Bahkan, tamunya tak hanya kalangan orang biasa, tak sedikit para pengusaha dan para pejabat.

    Salah sattunya adalah Heri Noegroho, Bupati Blitar dua periode, mulai 2005-1015. Meski tamunya banyak orang berduit, namun kehidupan mbah Arjo tetap sederhana.

    Buktinya, hanya sekadar beli beras saja, tak mampu sering sehingga sering tak makan.

    “Bahkan, saya tahu sendiri, pernah diberi uang oleh seorang pejabat, yang dibantunya, namun mbah Arjo tak mau. Malah si pejabat itu diberi uang dollar, yang bentuknya masih baru, dan asli. Oleh pejabat itu, dollar itu diterimanya,” tutur Widodo.

    Heri Noegroho, mengaku mengenalnya dengan baik. Itu karena ia kagum dengan kesederhaan mbah Arjo.

    “Dulu (saat masih jadi bupati), saya memang sering ke sana, dengan naik sepeda motor.

    Selain ada kepentingan tersendiri dengan mbah Arjo, juga sekalian ingin mengenalkan destinasi wisata, yakni candi penemuan mbah Arjo (Candi Wringin Branjang) itu,” tuturnya, Minggu (14/1).

    Kalau soal usia mbah Arjo, Heri Neogroho mengaku tak tahu pasti, namun ia yakin sudah 100 tahun lebih.

    Dari sosok mbah Arjo, Heri mengaku banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik. Selain sederhana, ia bisa bertahan hidup di lereng pegunungan, dengan hanya makan seadanya.

    “Mungkin, dengan kondisinya seperti itu, ia jadi awet hidup karena tak berpikiran macam-macam,” ujarnya.

    Mbah Arjo mengaku, selama hidupnya, ia mengalami enam kali Gunung Kelud itu meletus.

    Namun, ia lupa tahunnya.

    Dari enam kali meletus itu, menurutnya, yang paling dashyat tahun 1990 atau saat itu dirinya sudah tinggal di lereng gunung tersebut.

    Namun demikian, ia tak mau dievakuasi dan tetap tinggal di gubuknya itu bersama anaknya.

    “Padahal saat itu, ketebelan abunya di desa kami saja sampai 1 meter. Namun, ketika mbah Arjo mau dievakuasi, nggak mau. Malah bilang, saya nggak usah dievakuasi karena saya sudah kenal semua dan teman saya di sini banyak. Padahal, di gubuknya itu, ia hanya tinggal berdua dengan anaknya, namun katanya temannya banyak,” papar Widodo.

    Baru saat terjadi letusan Genung Kelud tahun 2014 lalu, papar Widodo, terpaksa mbah Arjo dan anaknya, dievakuasi paksa meski menolaknya.

    Memang, warga tak khawatir, kali lahar yang ada di depan gubuk rumahnya itu meluap sampai ke gubuknya, cuma yang ditakutkan, ia terkena imbas dari letusan itu.

    “Katanya, saya nggak usah dibawa pergi, wong di sini saya sudah ada yang memayungi. Tapi, kami nggak tega, ya saat itu kami ke balai desa,” ungkapnya.

    Meski mbah Arjo mengaku tak pernah pergi ke mana-mana, namun bukan berarti tak punya pengalaman hidup yang berharga.

    Hanya saja, itu jarang diceritakan ke orang karena dianggap tak perlu. Misalnya, dulu semasa jaman perjuangan, ia mengaku sering bertemu Bung Karno, dan Supriadi, Pahlawan pembela tanah air (PETA).

    Saat itu, ia masih tinggal di Dusun Sukomulyo, Desa Gadungan. Oleh Bung Karno dan Supriadi, ia disuruh menemaninya saat melakukan ritual di lerang Gunung Gedang, yang kini berdiri bangunan gubuknya itu.

    “Saat itu, saya sudah tua, bahkan Pak Karno dan Pak Supriadi, masih jejaka, sehingga kalau memanggil saya, mbah,” papar mbah Arjo.

    Katanya, dirinya bisa kenal dengan Bung Karno dan Supriadi, melalui kontak batin. Akhirnya, mereka bertemu pada suatu malam, dan disuruh menemani ritual di lereng Gunung Kelud itu.

    “Kalau ritual, saya hanya duduk di sampingnya, sampai terdengar ayam berkokok. Namun, antara pak Karno dan Pak Supriadi, seingat saya tak pernah melakukan ritual bersama di sini. Saat itu, saya lupa sedang terjadi peristiwa apa di Indonesia, namun sepertinya belum kemerdekaan,” paparnya, yang mengaku saat masih sering ketemu Bung Karno itu dirinya sudah menikah enam kali.

    Menurut mbah Arjo, saat Bung Karno sering ritual di tempatnya itu dulu, kondisinya masih hutan belantara, bahkan masih banyak binatang buas.

    Tempat duduk yang dipakai ritul Bung Karno itu, kini letaknya di dalam gubuknya itu.

    Dari pengalaman spritualnya itu,ia akhirnya meninggalkan kampungnya dan tinggal di sebuah gubuk di tempat itu tahun 1990.

    “Selama tinggal di sini, saya memang sering bermimpi, bertemu Pak Karno. Bahkan, dalam mimpi saya itu, Pak Karno sering berkunjung ke sini,” ujarnya,.

    Ditanya soal tips hidupnya, dalam usia segitu kok masih sehat? Ia mengaku tak punya tips apa-apa. Cuma, ia pernah makan ikan karena memang tak ada ikan. Setiap hari, ia hanya makan sayuran, yang ditanam sendiri, dan banyak minum air putih.

    “Pesan saya, jangan banyak pikiran. Agar tak selalu kepikiran, jangan menyakiti orang, supaya tak jadi beban. Seperti saya tinggal di sini ini, siapa yang saya sakiti wong tak ada orang lain, selain anak saya,” ujarnya.

    Selama hidupnya, ia mengaku baru setahun ini measakan sakit pada kakinya. Kedua kakinya tiba-tiba tak bisa digerakkan. Sebelumnya atau setahun lalu, ia masih bisa menyangkul atau menanam sayur-sayuran, seperti bayam, mencari kayu bakar, mandi ke kali sendiri, yang ada di belakang rumahnya.

    Namun, saat ini segala kebutuhannya, dilayani anaknya.

    “Saya ini nggak pernah sakit, bahkan pilek (flu) saya nggak pernah. Soal makanan, ya seadanya, wong saya sering puasa, karena memang keadaannya tak ada yang dimakan lebih. Kecuali, minum air putih, dan makan apa yang ada,” pungkasnya.

    Sumber: TribunJatim

  • in

    Jarang Muncul, Artis Cantik Ini Ternyata Sudah Dinikahi Bangsawan Kaya Raya, Mas Kawinnya Wow Banget

    Pernikahan di usia muda memang banyak dilakoni oleh para selebriti. Sebut saja Chelsea Olivia, Nia Ramadhani dan sederet artis besar lainnya. meski menikah di usia muda, nampaknya mereka berhasil membangun keluarga yang bahagia.

    Nah, ternyata ada satu artis cantik yang juga melangsungkan pernikahan di usia muda namun luput dari pemberitaan media. ia tak lain adalah Selena Alesandra. Tak tanggung-tanggung, ia menikah dengan bangsawan sekaligus pengusaha kaya raya dengan mas kawin fantastis.

    Selena dinikahi bangsawan asal Lampung, Akhmad Febry Marzulie Nara pada 12 Desember 2015 silam. Mas kawin berupa emas seberat 500 gram diterima Selena sebagai pengikat hubungan mereka. Bahkan, Febry mengadakan resepsi megah pada April 2016 untuk merayakan pernikahannya dengan Selena.

    via tribunnews.com

    Lama menghilang, artis yang terkenal lewat Eat Bulaga ini ternyata sudah menjadi seorang ibu. April 2017 silam, Selena baru saja melahirkan bayi laki-laki melalui operasi cesar.

    via tribunnews.com

    Tak seperti kebanyakan pasangan lainnya, pasangan seleb ini tak mengumumkan kelahiran putranya melalui media sosial. Hanya saja Selena sempat mengunggah potret dirinya sedang hamil besar melalui instagram. sumber

  • in

    10 Gaya Glamor Upiak Isil “Tak Tuntuang” yang Bikin Pangling

    Lagu berbahasa Minang ini dibawakan oleh komedian wanita bernama Upiak Isil. Video klip yang telah diunggah sejak 2016 ini telah dilihat lebih dari 3 juta kali di Youtube.

    Nama Upiak Isil pun tak cuma dikenal di Indonesia tapi justru lebih dahulu viral di negara Thailand dan Malaysia. Dalam membawaka lagu Tak Tuntuang, Upiak memiliki ciri khas memakai daster serta kain batik atau sarung. Dengan gaya kocaknya, Upiak kini mulai membuktikan dirinya bisa berkarya di bidang tarik suara.

    Namun, kini makin kerap muncul di televisi beginilah penampilan wanita 32 tahun ini saat bergaya glamor. Bikin pangling deh.

    1. Upiak Isil memiliki nama asli Nanda Silvia

    instagram.com/upiak_isil_official

    2. Penampilannya khas banget dengan mengenakan daster dan kain sarung seperti orang mau mandi

    instagram.com/upiak_isil_official

    3. Tampil di Thailand pun masih dengan ciri khasnya

    instagram.com/upiak_isil_official

    4. Eits, tapi kalau sudah dandan flawless banget

    instagram.com/upiak_isil_official

    5. Kesan kocaknya berubah jadi imej anggun nih 

    instagram.com/upiak_isil_official

    6. Rambutnya pun gak cuma dikuncir biasa tapi sudah memakai hair stylist

    instagram.com/upiak_isil_official

    7. Bukan cepol biasa, makin mewah dandanannya

    instagram.com/upiak_isil_official

    8. Masih pakai daster tapi kini udah make up dong

    instagram.com/upiak_isil_official

    9. Berhijab juga makin adem dan memesona, pangling?

    instagram.com/upiak_isil_official

    10. Siapa sangka nih kalau yang pakai gamis pink itu Upiak?

    instagram.com/upiak_isil_official

    Semoga ke depan Upiak menghasilkan lagu-lagu yang booming lagi ya. Sukses terus!!

    Artikel Asli

  • in

    5 Seleb Ini Ditinggal Mantan Nikah Duluan di Tahun 2017, Duh..

    Menjalani hubungan percintaan, memang tak selalu mulus-mulus saja. Banyak aral melintang yang kerap menghampiri setiap pasangan yang menjalin hubungan asmara. Ada yang sukses melanjutkan ke jenjang selanjutnya yakni membina rumah tangga dengan pernikahan.

    Namun ada pula yang hubungan percintaannya ditakdirkan kandas. Tak terkecuali para selebriti Tanah Air ini, mereka pun kerap menjalani lika liku percintaan yang pelik. Bahkan, ada yang ditinggal mantannya menikah duluan.

    Penasaran siapa saja mereka?

    Berikut 5 seleb yang ditinggal mantan menikah duluan di tahun 2017, seperti dihimpunbrilio.net dari berbagai sumber, Sabtu (23/12).

    1. Nikita Willy.

    foto: Instagram/@nikitawillyofficial94

    Sebelum menjalin hubungan dengan Indra Priawan Djokosoetono, Nikita Willy pernah menjalin kasih dengan pengusaha asal Bali, Tutde. Namun baru-baru ini, pria bernama asli Putu Gede Suarsana ini memutuskan menikah setelah putus dengan Nikita. Pria tampan itu menikahi wanita bernama Sallyna tepat pada 23 Oktober 2017 lalu.

    2. Keenan Pearce.

    foto: Instagram/@keenanpearce

    Pernikahan Raisa Andriana dengan Hamish Daud pada 3 September 2017 lalu, ternyata mencuri perhatian netizen. Pasalnya, penyanyi berusia 27 tahun itu sebelumnya menjalin hubungan selama lima tahun dengan Keenan Pearce. Kakak dari aktris Pevita Pearce ini pun harusnya rela wanita yang sudah menemaninya selama bertahun-tahun itu dinikahi pria lain.

    3. Nadine Chandrawinata.

    foto: Instagram/@nadinelist

    Selain Keenan Pearce, Nadine Chandrawinata pun menjadi bahan perbincangan netizen saat pernikahan Raisa-Hamish tengah berlangsung. Hamish sebelumnya memang pernah menjalin hubungan dengan Nadine, namun hubungan mereka pun kandas.

    Tak lama, Hamish pun dikabarkan berpacaran dengan Raisa dan akhirnya menikah pada bulan September lalu. Nadine dan Hamish sama-sama dipertemukan dalam program televisi genre petualangan alam hingga akhirnya menjalin hubungan asmara.

    4. Radhini Aprilya.

    foto: Instagram/@radhini_

    Jauh sebelum berpacaran dengan Rinni Wulandari, Jevin pernah menjalin hubungan asmara dengan Radhini. Radhini merupakan seorang penyiar radio dan juga penyanyi. Sayang, hubungan Radhini dan Jevin pun harus kandas.

    Berkolaborasi dengan Rinni dalam grup Soundwave, membuat hubungan Jevin Julian semakin akrab dengan jebolan Indonesian Idol itu. Hingga akhirnya mereka pun melangsungkan pernikahan pada 7 Mei 2017 silam.

    5. Ali Syakieb.

    foto: Instagram/@alisyakieb

    Pria yang tengah berpacaran dengan Citra Kirana ini ternyata pernah menjalin hubungan asmara dengan Gya Sadiqah. Ya, Gya merupakan istri dari Tarra Budiman yang resmi menikah pada 22 April 2017 lalu.

    Pengakuan hubungan antara Ali dan Gya ini sempat dilontarkan oleh Raffi Ahmad yang merupakan sepupu dari Gya. Hingga kini tak ada yang tahu persis mengapa hubungan Ali dan Gya kandas.

    Artikel Asli

  • in

    Ikan Hiu ini Tewas Karena Kena sial, Coba lihat Cara ia Mati Gak Biasa banget!

    Sungguh sial hiu ini. Keinginannya untuk segera menyantap mengsanya justru berakhir naas. Ia justru mati tercekik akibat tidak mampu menelan ikan buntal durian lantaran setengah badannya tersangkut di rahang hiu.

    Bangkai keduanya ditemukan pada 21 April 2017 lalu di perairan tropis dekat Maladewa, sebuah negara kepulauan di Samudra Hindia. Bangkai itu kemudian sempat diamati oleh ahli biologi laut independen, Lauren Arthur.

    Arthur mengetahui terdamparnya hiu ini melalui seorang tukang kebun di resor Amilla Fushi di Maladewa yang melihat seekor hiu meronta-ronta di dekat pantai.

    Namun, saat Arthur tiba di sana, hiu itu sudah mati. Dia kemudian mengidentifikasi hiu itu sebagai hiu Lemon dan ikan yang masih berada di rahangnya adalah ikan buntal durian yang masuk dalam keluarga Diodontidae.

    Hiu Lemon (Negaprion acutidens) memang sering berkunjung ke laguna dangkal di Baa Atoll. Perairan itu juga merupakan rumah bagi populasi Diodontidae yang besar.

    Hiu Lemon bisa tumbuh hingga tiga meter dengan berat mencapai 250 kilogram. Namun, spesies yang ditemukan ini masih relatif muda karena berukuran kurang lebih satu meter.

    Sementara itu mangsanya, ikan buntal durian dikenal juga sebagai ikan balon karena tubuhnya yang bisa mengembang saat mereka merasa terancam.

    “Mungkin saat hiu mencoba menelan ikan buntal durian, duri-durinya justru mengembang dan membuat badan ikan tersangkut pada kerongkongan dan mulut hiu,” jelas Arthur seperti dikutip dari Live Science, Jumat (1/212/2017).

    Hiu sebenarnya juga memiliki kemampuan untuk memuntahkan kelebihan makanan yang dikonsumsi atau makanan yang tidak dapat dicerna. Hal ini seperti yang tertulis dalam jurnal Florida Scientist yang terbit 2011.

    Bahkan menurut penelitian yang diterbitkan pada tahun 2005 di Journal of the Marine Biological Association of the United Kingdom, dalam kasus yang ekstrim, hiu bisa mengeluarkan isi perut yang disebut sebagai eversi.

    Namun, kemampuan hiu untuk memuntahkan makanan itu sia-sia dalam kasus memangsa ikan landak ini. Sebab, badan ikan keburu mengembang sehingga memblokir aliran air melalui ruang insang hiu dan menyebabkan hiu mati tercekik.

    Dikarenakan, keterbatasan alat, Arthur tidak bisa menganalisis hiu yang mat Sumber: Kompas

  • in

    Mau ditilang polisi Ibu Ibu Ini Malah Teriak Teriak Jambret. Videonya Langsung Jadi Viral

    Jakarta – Video ibu-ibu menolak ditilang petugas ramai dibahas di media sosial. Dalam video berdurasi 1 menit itu, ibu tersebut bahkan sempat berteriak-teriak ‘jambret’.

    Dilihat detikcom pada Rabu (29/11/2017), video yang diunggah akun brimob.id itu telah dilihat sebanyak lebih dari 7.500 kali dan diberi lebih dari 250 komentar. Akun brimob.id memiliki follower lebih dari 200 ribu dan kerap mem-posting informasi terkait aktivitas kepolisian.

    Belum diketahui di mana video tersebut diambil. Hanya, terlihat lalu lintas di sekitarnya macet.

    Kejadian berawal saat petugas meminta si ibu memperlihatkan STNK dan SIM-nya. Bukannya langsung memberikan, si ibu malah meminta surat tugas petugas tersebut.

    “Kalau ada bagaimana? Saya tidak mau kasih unjuk (surat-surat),” ujarnya.

    Ibu dengan mobil bernomor polisi B-1938-KVC itu juga tak terima saat petugas hendak mengambil kunci mobilnya. Ia malah meneriaki petugas dengan ‘jambret’.

    “Ibu tadi minta surat tugas, surat tugas sudah kita kasih. Permasalahannya apa lagi, Bu? Saya minta SIM-STNK Ibu sekarang. Mohon maaf ya, Bu, kuncinya saya cabut,” ujar seorang pria.

    “Jangan! Jangan! Jambret… Eh, jambret…!” teriak ibu tersebut.

    “Eh, Ibu ngomong baik-baik. Saya minta baik-baik,” ujar petugas tersebut.

    Si ibu lalu mengatakan ingin menelepon pengacaranya. Petugas itu mempersilakan.

    Petugas sempat mengatakan pelat nomor ibu tersebut telah mati. Tertera memang pelat nomor tersebut habis masa berlakunya pada April 2017.