• in

    Pria Ini Tampar Keras Suami-suami yang Memposisikan Istrinya seperti Pembantu, Curhatannya Viral!

    Media sosial tengah diramaikan dengan curahan hati seorang pengguna akun Facebook bernama Arif Rahutomo.

    Melalui akun Facebook-nya tersebut, ia mengisahkan pekerjaan rumah tangga yang biasanya dilakukan oleh sang istri pada Selasa (14/11/2017).

    Dalam penjabarannya tersebut, menurutnya lumrah bila seorang suami mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang biasa dilakukan oleh sang istri.

    Istri bukan pembatu via:http://ayo-bagikan.blogspot.com

    Terlebih saat istri sedang capek atau malas dan semua pekerjaan rumah menjadi terbengkalai.

    Menurutnya, sudah menjadi tugas suami untuk membantu istri meringankan pekerjaan rumahnya.

    Meski tidak bisa melakukan sebaik yang dikerjakan istri, masih banyak jasa-jasa di luar sana yang akan membantu.

    Seperti menggunakan jasa laundry, membeli makanan di warung apabila istri sedang malas masak.

    Karena menurutnya, istri bukanlah pembantu.

    Terlebih lagi, saat suami malas, mengapa harus menuntut istri yang juga memiliki batas kekuatan dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangganya sehari-haro.

    Akun Facebook Arif Rahutomo pun mempertanyakan suami-suami yang masih memperlakukan istrinya seperti pembantu.

    Baginya, pria yang masih seperti itu adalah pria kuno.

    seperti ini statusnya

    “Kalau istri saya lagi capek atau lagi males, saya tidak menuntut apa-apa.

    Piring berantakan, cucian berantakan, rumah amburadul, kami biarkan saja.

    Kami cuman tidur-tiduran, atau dolan-dolan, atau masing-masing sibuk dengan kerjaan di laptop.

    Lagi males masak? Ya beli aja di warung atau order gofood.

    Kalau piring sih, saya yang mencuci, setrikaan, serahin aja ke jasa laundry.

    Wah, tidak rapi donk? Biarin ah suka-suka.

    Kok bisa? Bagi saya, istri bukan pembantu.

    Kalau saya sendiri males, ngapain nuntut orang lain rajin beberes rumah?
    Kamu masih memposisikan istrimu kayak pembantu? Kamu pria kuno
    *nggleweh_awan” tulis akun Facebook Arif Rahutomo.

    Sontak saja kisahnya ini langsung mendapatkan tanggapan yang beragam dari para netizen.

    Galih Dissidents: “Saya juga seperti itu masalah pekerjaan rumah kalau mau ya dikerjakan kalau gak mau ya tinggal nyuruh orang.”

    Gob Leen: “Ga semua orang mau menghargai istrinya seperti yang bikin status ini, apalagi kalo istri tsb bukan hasil pilihannya sendiri…#ehhh”

    Hawa Putri: “Seandainya saja semua suami berfikir kyk njenengan….jasa londry…tukang sayur pasti akan senang”

    Berdasarkan pantauan tim TribunWow.com hingga kini, Rabu (15/11/2017) pukul 15.35 WIB, unggahan ini sudah dibagikan lebih dari 4 ribu kali dan dikomentari sebanyak 300 lebih netizen (tribun)

  • in

    5 Fakta Menarik Jemput Paksa Setya Novanto: Mulai Fahri Hamzah Sebut Gila Sampai Beda Jokowi-JK

    Drama jemput paksa Ketua DPR Setya Novanto sampai 5 jam di kediamannya pada Rabu (15/11/2017) malam hingga Kamis dini hari benar-benar menyedot perhatian masyarakat.

    Sederet TV swasta menayangkan langsung drama penjemputan.

    Jajaran petinggi KPK bersiaga penuh di markasnya.

    Di Twitter heboh ribuan orang terus memantau perkembangan detik demi detik hasil penjemputan paksa sang Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

    Berikut TribunStyle.com himpun 5 fakta paling menarik drama penjemputan Setnov yang dihimpun dari berbagai sumber:

    Belum Berhasil Tangkap Setnov, Tapi Bisa Amankan Dokumen Penting

    Hingga drama 5 jam penjemputan Setya Novanto, yang bersangkutan tiada di rumah.

    Tapi dokumen-dokumen penting berhasil disita KPK.

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) akhirnya keluar dari rumah Ketua DPR Setya Novanto sekitar pukul 02.43 WIB.

    Mereka keluar setelah lima jam berada di kediaman Novanto di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Kesepuluh penyidik keluar dengan membawa tiga tas jinjing, satu koper biru, satu koper hitam, dan satu alat elektronik yang belum diketahui fungsinya.

    Saat ditanya mengenai aktivitas di dalam, mereka semua enggan menjawab dan terus berjalan menuju mobil masing-masing. Mereka pun enggan menanggapi saat ditanya wartawan ihwal barang yang dibawa di dalam tas dan koper.

    Mereka meninggalkan kediaman Novanto dengan menggunakan sepuluh mobil Toyota Innova.

    Rabu malam (15/11/2017), KPK menyambangi rumah Ketua DPR Setya Novanto, mereka tiba di kediaman Novanto pukul 21.40 WIB.

    Petugas polisi tampak berjaga-jaga di depan pintu masuk rumah Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Seharusnya hari ini, Rabu (15/11), Novanto diperiksa di KPK namun tidak datang. Dia memilih berada di gedung DPR untuk mengikuti rapat Paripurna.

    Seperti diketahui, KPK menetapkan kembali Novanto sebagai tersangka pada Jumat (10/11/2017).

    Novanto sebelumnya lolos dari status tersangka dalam penetapan sebelumnya setelah memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK.

    Dalam kasus ini, Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

    Adapun sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dan dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

    Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar. Akibat perbuatannya bersama sejumlah pihak tersebut negara diduga dirugikan Rp 2,3 triliun pada proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

    Awalnya Tidak Dibolehkan Masuk Setnov 

    Petugas KPK memasuki kediaman Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (16/11/2017). Sejumlah penyidik KPK mendatangi kediaman Setya Novanto setelah dirinya mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka kasus KTP Elektronik.  (Tribunnews.com/ Irwan Rismawan)
    Petugas KPK memasuki kediaman Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (16/11/2017). Sejumlah penyidik KPK mendatangi kediaman Setya Novanto setelah dirinya mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka kasus KTP Elektronik. (Tribunnews.com/ Irwan Rismawan) ()

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) akhirnya mendatangi kediaman Ketua DPR Setya Novanto, di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017) malam.

    Mereka tiba pukul 21.40 WIB. Ketika tiba di kediaman Novanto, para penyidik KPK tak langsung diizinkan masuk.

    Para penyidik KPK menunggu di depan kediaman Novanto untuk menunggu Novanto maupun kuasa hukumnya.

    Pukul 21.55 WIB, kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi, keluar dari rumah kliennya dan menuju mobilnya.

    Ia terlihat mengambil dokumen, kemudian masuk kembali ke rumah Novanto. Namun, Fredrich enggan menjawab saat ditanya dokumen apa yang dibawanya.

    Pada hari ini, KPK melakukan pemanggilan pertama Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP.

    Namun, yang bersangkutan tak dapat memenuhi panggilan KPK dengan sejumlah alasan, salah satunya tengah mengajukan uji materi UU KPK.

    Sebelumnya, Novanto telah tiga kali mangkir dari pemanggilan KPK sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

    Sejauh ini, belum ada keterangan dari KPK soal tujuan kedatangan penyidiknya ke kediaman Ketua Umum Partai Golkar itu.

    Trending Tagar “TangkapNovanto” di Twitter

    Poster Setya Novanto
    Poster Setya Novanto ()

    Tanda pagar atau tagar “TangkapNovanto” menjadi trending topic pada media sosial Twitter, Kamis (15/11/2017) malam.

    Hingga Pukul 23.42 WIB, tagar tersebut masih berada pada posisi teratas.

    Hal ini menyusul sejumlah Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang pada Kamis malam mendatangi kediaman Setya Novantodi Jalan Wijaya XIII.

    Adapun Ketua DPR RI itu saat ini berstatus tersangka pada kasus korupsi proyek e-KTP.

    Beberapa warganet meminta agar KPK bisa segera menangkap Novanto.

    “Semoga #TangkapNovanto benar-benar terjadi dan kemudian segera tercipta proses hukum yang seadil-adilnya. Jika benar, ini satu pertanda bahwa KPK BERANI MEWUJUDKAN KEADILAN!” tulis pemilik akun @jolayjali.

    “Papa dimana kau berada? Ku harap menyerahlah!!” tulis pemilik akun @zidnyfahmy_90.

    Warganet lainnya mengungkapkan antusiasmenya menyaksikan siaran langsung peristiwa tersebut di televisi atau lewat media lainnya.

    “Tadinya mau tidur eh baca berita SN dijemput paksa setelah beberapa kali mangkir, jadi melek deh depan TV,” kata pemilik akun @salendra18.

    Seperti diberitakan, penyidik KPK mendatangi kediaman Novanto di kawasan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Pada hari Rabu, KPK melakukan pemanggilan pertama Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP.

    Namun, yang bersangkutan tak dapat memenuhi panggilan KPK dengan sejumlah alasan, salah satunya tengah mengajukan uji materi UU KPK.

    Sebelumnya, Novanto telah tiga kali mangkir dari pemanggilan KPK sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

    Komisi Pemberantasan Korupsi pun mengimbau Ketua DPR RI Setya Novanto untuk menyerahkan diri.

    “Secara persuasif kami himbau SN dapat menyerahkan diri,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Rabu (15/11/2017).

    Rabu Malam tim KPK mendatangi kediaman Novanto di jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Febri mengatakan, tim mendatangi kediaman Novanto karena yang bersangkutan beberapa kali tidak menghadiri pemeriksaan KPK.

    “KPK mendatangi rumah SN karena sejumlah panggilan sudah dilakukan sebelumnya namun yang bersangkutan tidak menghadiri,” ujar Febri.

    Ketua Umum Partai Golkar itu kembali mengutarakan berbagai alasan ketidakhadiran di KPK melalui surat.

    Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penyidik kali ini menerima surat keterangan ketidakhadiran yang dikirimkan pengacara Setya Novanto.

    “Surat dari pengacara,” ujar Febri saat dikonfirmasi.

    Dalam surat tersebut, pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, mengatakan, ketidakhadiran kliennya lantaran pihaknya sedang mengajukan uji materi di Mahkamah Konstitusi terhadap Undang-Undang KPK.

    Novanto sebelumnya juga tak menghadiri panggilan pemeriksaan sebagai saksi di Gedung KPK.

    Namun, sebelumnya ‘surat sakti’ ketidakhadiran dibuat melalui Sekretariat Jenderal DPR.

    Dalam surat yang menjadi senjata Novanto menghindari penyidikKPK, dia beralasan bahwa KPK harus mengantongi izin dari Presiden Joko Widodo untuk dapat memeriksa dirinya.

    Alasan serupa juga digunakan Novanto pada pemanggilan sebelumnya.

    Novanto dalam suratnya ke KPK menggunakan aturan mengenai Pasal 20A Huruf (3) UUD 1945 sebagai alasan mangkir.

    Pasal itu mengatur hak imunitas anggota DPR.

    Selain itu, Novanto juga beralasan dengan menggunakan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 mengenai Hak Anggota Dewan Huruf (h) terkait imunitas. Pasal itu dijadikan alasan mangkir dari panggilan.

    Pada September 2017, Novanto juga dipanggil menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK.

    Namun, pada pagi hari, istri Novanto mengirimkan surat berisi keterangan bahwa Ketua Umum Partai Golkar itu sedang sakit dan tidak dapat menghadiri panggilan penyidik KPK.

    Pada hari yang sama dengan jadwal pemeriksaan, Novanto menjalani perawatan di rumah sakit.

    Ia bahkan menjalani operasi di Rumah Sakit Premier Jatinegara.

    Novanto sebelumnya lolos dari status tersangka dalam penetapan sebelumnya, setelah memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK.

    Dalam kasus ini, Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

    Adapun sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

    Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar.

    Diduga akibat perbuatannya bersama sejumlah pihak tersebut, negara dirugikan Rp 2,3 triliun pada proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

    Pasal yang disangkakan terhadap Novanto yakni Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

    Fahri Hamzah Tak Percaya Jemput Paksa dan Sebut Gila 

    Fahri Hamzah
    Fahri Hamzah ()

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah terkejut dengan langkah Komisi Pemberantasan Korupsi yang diduga berupaya menjemput paksa Ketua DPR Setya Novanto.

    “Kalau ada yang berani jemput paksa Setya Novanto, itu pasti perintah datang dari orang kuat di negara ini, sehingga aparat kepolisian khususnya, mau saja ikut-ikutan merusak lembaga negara,” kata Fahri, Rabu (15/11/2017).

    Fahri mengaku sudah mendengar rumor terkait upaya penjemputan paksa Setya Novanto yang dilakukan malam ini. Namun, ia sempat tidak percaya dengan rumor tersebut.

    “Saya tidak percaya bahwa kita semua sudah gila,” kata Fahri.

    Menurut Fahri, keterlibatan KPK dalam gerakan politik menarget Setya novanto akan menghancurkan seluruh bangunan negara hukum di Indonesia.

    “Presiden Jokowi harus bertanggung jawab apabila hal itu terjadi,” kata dia.

    Setya Novanto sebelumnya sudah 3 kali mangkir dari panggilan KPK sebagai saksi kasus E-KTP. Lalu pada Rabu hari ini, Novanto yang diperiksa sebagai tersangka juga mangkir.

    Akhirnya pada Rabu malam ini, sejumlah penyidik KPK mendatangi rumah Ketua DPR itu.

    Selain itu, berdasarkan pantauan Kompas.com, sejumlah petugas kepolisian juga terlihat berjaga. Bahkan, ada aparat kepolisian yang membawa senapan laras panjang yang berjaga.

    Lebih Tegas JK DIbanding Jokowi Terkait Setnov

    Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla  (Tribunnews.com/ Dany Permana)
    Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (Tribunnews.com/ Dany Permana) ()

    Aktivis Indonesia Corruption Watch Adnan Topan Husodo menilai Presiden Joko Widodo belum menunjukkan ketegasan dalam agenda pemberantasan korupsi, khususnya terkait kasus korupsi e-KTP yang menjerat Ketua DPR Setya Novanto. Bahkan ketegasan Jokowi dinilai kalah dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    “Yang sebenarnya lebih tegas itu kan Pak JK dalam kasus (Setya Novanto) ini,” kata Adnan di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

    Adnan mengatakan, sejak awal Novanto sudah jelas-jelas menjadikan Jokowi sebagai tameng dalam menghadapi kasus E-KTP ini. Misalnya, Novanto menolak diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi sebelum lembaga antirasuah itu mengantongi izin Presiden.

    Namun, Adnan menyesalkan pernyataan Jokowi yang tidak tegas menyikapi manuver Novanto ini.

    Jokowi justru hanya menyerahkan segala proses hukum tersebut kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Harusnya, lanjut Adnan, Jokowi bisa menyatakan dengan tegas bahwa KPK bisa atau tidak mengantongi izin Presiden untuk memeriksa anggota DPR. Presiden juga bisa meminta pandangan pakar hukum terlebih dahulu untuk menguji argumen Setya Novanto.

    “Kalau ahli hukum mengatakan (argumen Novanto) tidak tepat, ya Presiden mengatakan ‘tidak perlu izin. Oleh karena itu, jangan jadikan saya sebagai bemper’ sehingga tidak kemudian dimanfaatkan,” ucap Adnan.

    Adnan menilai, Wapres Jusuf Kalla justru mengeluarkan pernyataan yang lebih tegas mengenai manuver Novanto ini. Kalla sejak awal menegaskan bahwa KPK tidak perlu mengantongi izin presiden untuk memeriksa anggota DPR.

    “Jauh-jauh hari Pak JK bilang tidak harus ada izin dari Presiden dan alasannya saya kira sudah tepat,” kata Adnan.

    Adnan pun menilai, sikap Presiden yang tidak tegas ini karena pertimbangan faktor politik, yakni terkait posisi Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Partai Golkar adalah bagian dari koalisi pemerintah saat ini dan sudah menyatakan dukungan ke Jokowi untuk pemilu 2019.

    Jokowi sebelumnya merespons alasan Novanto yang menolak memenuhi panggilan pemeriksaan di KPK karena tak ada izin Presiden. Jokowi menyerahkan segala proses hukum tersebut kepada tata acara yang berlaku.

    “Buka undang-undangnya semua. Buka undang-undangnya. Aturan mainnya seperti apa, disitulah diikuti,” ujar Jokowi sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi Istana, Rabu (15/11/2017).

    Pasal 245 Ayat 1 Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) yang sudah diuji materi Mahkamah Konstitusi memang mensyaratkan pemeriksaan anggota DPR harus seizin presiden.

    Namun, Pasal 245 Ayat 3 menyatakan bahwa ketentuan Ayat 1 tidak berlaku apabila anggota DPR melakukan tindak pidana khusus, termasuk korupsi.

    Pakar hukum tata negara Mahfud MD mengatakan, berdasarkan aturan tersebut, artinya penyidik KPK tidak perlu meminta izin Presiden terlebih dahulu jika ingin memeriksa Novanto.( Tribunnews.com) 

  • in

    Tahu Setya Novanto Benjol Segede Bakpao Karena Kecelakaan, Begini Reaksi Tak Terduga Presiden Jokowi

    Pengacara Setnov beri penjelasan yang mengatakan bahwa Ketua DPR itu mengalami luka parah, tak hanya itu ia menyebutkan Setnov mengalami luka di kepala segede bakpao, bagaimana rekasi Presiden Jokowi?

    Fredrich Yunadi, pengacara Ketua DPR Setya Novanto mengatakan, kliennya mengalami kecelakaan yang sangat parah.

    Saat itu, kata dia, Novanto hendak menuju kantor salah satu televisi swasta untuk wawancara secara langsung, Kamis (16/11/2017) malam.

    Melansir dari Kompas.com, kecelakaan itu mengakibatkan kaca bagian depan, kanan, dan kiri mobil yang ditumpangi Novanto pecah.

    Ketua Umum Partai Golkar itu juga mengalami luka serius karena terkena pecahan kaca.

    Pengacara dari Setnov bahkan mengatakan bahwa kliennya ini mengalami benjol besar sebesar bakpao gara-gara kejadian ini.

    Melansir dari Kompas, Novanto, kata Fredrich, dalam keadaan pingsan dan sekujur tubuhnya mengalami luka.

    “Perlu MRI, luka di bagian sini (pelipis), benjol besar segede bakpao,” katanya.

    Ia juga menyebutkan, menurut dokter, tekanan darah Novanto mencapai angka 190 dan harus dirawat.

    Para pewarta pun menemui Presiden Jokowi untuk menanyakan lebih lanjut terkait kejadian malang yang menimpa Papa ini.

    Saat ditemui pewarta, Presiden Indonesia ini nampak bingung.

    “Bagaimana tanggapan bapak, Setya Novanto kecelakaan pak,” ucap salah satu pewarta.

    “Iya pak, SN kecelakaan nabrak tiang. Kepalanya benjol pak… Segede bakpao pak,” tambah yang lain.

    Mendengar hal itu, Jokowi terlihat menahan tawa, sambil tersenyum dan mencoba menjawab pertanyaan dengan profesional.

    “Ya, pokoknya Setya Novanto harus bisa mematuhi hukum,” jawab Jokowi.

    mardewi_wahyu, “Pak jokowi sampe ngempet guyu cak. Wkwk.. aku yo kudi guyu ngakak, wartawan nya komennya lucu”

    @Philosoffie, “Itu senyuman geli dr Pakde yg berpikir ‘sampe segitunyaaaa demi lari dari hukum’. Wartawannya lucu banget nyampein beritanya.” (TribunStyle.com)

  • in

    Pengakuan Pemuda Simpanan Tante-tante: ‘Saya Cuma Jadi Mesin Pemuas Syahwat’

    Seperti dikutip Breitbart, Selasa (8/8/2017), pengungsi laki-laki muda saat ini menjadi sasaran perempuan kaya tua di Austria untuk memenuhi kebutuhan hasrat seksual mereka.

    Sebagai gantinya, wanita-wanita ini akan mengurus kebutuhan sehari-hari mereka dan memberi mereka uang.

    Seorang pengungsi berusia 24 tahun, Hassan, yang melarikan diri dari Irak ke Austria mengatakan bahwa seorang wanita berusia 50-an, sebut saja namanya Linda, mendekati dia di sebuah bar.

    Mereka berhasil menemukannya di sana sebelum Linda mengundangnya kembali ke rumahnya, tempat mereka berhubungan seksual.

    Keduanya mulai berkencan setelah itu dan Linda bahkan memintanya untuk pindah, seperti dikutip dari Oriental Daily.

    Hassan mengungkapkan, Linda membayar semuanya termasuk keanggotaan gym bulanan seharga 120 euro atau setara dengan Rp1,9 juta di sebuah gym mewah di Wina.

    Hidup terlihat mewah untuknya.

    Satu-satunya keluhan yang Hassan miliki adalah bahwa Linda menginginkan terlalu banyak seks.

    Sebenarnya, dia berkata, “Dia ingin berhubungan seks dengan saya empat kali sehari, saya hanya mesin seks untuknya, tidak lebih.”

    Terlepas dari permintaan seksual Linda yang luar biasa, Hassan mengatakan bahwa dia tidak akan meninggalkannya karena dia bergantung pada dirinya secara finansial.

    Rupanya sebelum para pengungsi tiba di Austria, wanita setempat akan pergi ke negara-negara Afrika untuk berhubungan seks dengan pria di sana.

    Mereka menyebutnya “liburan seks”.

    Kini setelah para pengungsi itu tersedia di Austria, para wanita telah mengeksploitasi mereka untuk memenuhi kepuasan seksual mereka.

  • in

    Isu Tidak Boleh Masuk Saat Jokowi Mantu, Ini Jawaban Roro Fitria

    Di media sosial, beredar unggahan Roro Fitria sedang menangis yang diperkirakan terjadi saat dirinya menghadiri undangan Presiden Jokowi. Dari kabar yang berhembus, penyebabnya adalah dirinya yang salah membawa undangan.

    Saat ditemui langsung, Roro Fitria membantah hal tersebut. Roro mengaku bukan undangannya yang salah, melainkan ada syarat yang tertinggal.

    “Tidak benar, itu berita yang simpang siur, terimakasih sudah mengkroscek langsung pada yang bersangkutan, dalam hal ini saya. Nah mengenai alur mobilitas para tamu undangan itu kan memang membludak luar biasa, kita harus antri lama, itu satu. Dan yang kedua, fotografer saya tidak membawa name tag, undangan resmi Midodareni di dalamnya itu selain surat undangan isinya, ada name tag peserta Midodareni,” kata Roro Fitria di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017).

    “Saya sudah membawa kelengkapannya benar, tapi masalah teknis untuk tim fotografer saya tidak membawa, jadi alhasil kita kembali lagi ke hotel untuk mengambil name tag yang tertinggal, dan kemudian sudah diperbolehkan untuk masuk,” lanjutnya lagi.

    Video menangis

    Soal video yang memperlihatkan dirinya sedang menangis, ia mengatakan bahwa masalah tersebut tidak hubungannya dengan pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution. Ia menangis karena mendengar kabar sang ibu yang kembali sakit.

    “Jadi yang sebenarnya adalah saya menangis itu karena saya mendapatkan kabar bunda itu sakit lagi. Ibu itu amat sangat menginfluence hati saya. Itu yang terjadi makanya saya pada saat itu langsung telepon ke bunda,” sanggah Roro Fitria.

  • in

    Suami Mengidap Penyakit Langka, Wanita Ini Diminta Ceraikan Saja, tapi Pilihannya Lebih Tak Terduga!

    Setiap orang pasti ingin memiliki hidup yang bahagia, termasuk pasangan suami-istri.

    Setiap pasangan berharap pernikahan mereka berisi kebahagiaan.

    Meskipun begitu, masalah kerap datang tanpa diduga.

    Hal tersebut juga dialami oleh pasangan suami-istri yang belakangan jadi sorotan media ini.

    Wanita bernama Nurr Hidayah Hassan (29) memiliki seorang suami bernama Hamdan Hashim.

    Pasangan ini sudah menikah selama 3 tahun.

    Keduanya telah mengalami masa-masa sulit dalam pernikahannya.

    Kejadian ini berawal pada 2017, saat Hamdan bekerja di sebuah perusahaan pakaian di Malacca, Malaysia.

    Hidayah pun menceritakan perjalanan menyakitkan yang telah dihadapi suaminya.

    Ketika awal Hamdan bekerja di perusahaan tersebut, matanya merasa sakit.

    Akhirnya, Hamdan pun pergi periksa ke klinik untuk mendapat pengobatan.

    Sang dokter memberinya beberapa obat mata untuk menghilangkan rasa sakit.

    Bukannya sembuh, pengobatannya ini justru jadi awal penderitaannya.

    Kurang dari 24 jam setelah mengkonsumsi obat tersebut, mulut dan mata Hamdan membengkak.

    “Aku membawanya ke rumah sakit Melaka untuk diperiksa,” ungkap Hidayah.

    Para dokter awalnya mendiagnosa Hamdan mengalami cacar air.

    Kondisi Hamdan Hashim
    Kondisi Hamdan Hashim (Facebook/Nurr Hidayah Hassan)

    Akhirnya, mereka pun memberi Hamdan antibiotik.

    Sayangnya, langkah tersebut membuat kondisi Hamdan semakin buruk.

    Kulitnya mulai melepuh dan seperti berdarah-darah.

    “Dia dirawat di ICU selama sebulan.

    Melihat kondisinya seperti itu membuatku sedih.

    Tapi, sebagai istri aku harus kuat,” jelas Hidayah.

    Pasangan ini tinggal di rumah nenek Hidayah di Kampun Morten.

    Hidayah bekerja paruh waktu secara online untuk mendapatkan penghasilan.

    Para dokter mengatakan bahwa Hamdan tidak bisa melihat lagi karena matanya sudah terkena dampak.

    Mata kanannya tidak bisa diselamatkan karena ada lapisan membran yang tumbuh dan menghalangi penglihatannya.

    “Dia hanya bisa mendengar,” ungkap sang istri.

    Kondisi Hamdan Hashim
    Kondisi Hamdan Hashim (Facebook/Nurr Hidayah Hassan)

    Pada akhirnya, dokter pun menemukan penyakit yang diidap Hamdan.

    Ternyata, pria tersebut mengidap kelainan aneh yang disebut Johnseon Steven Syndrome.

    Kelainan kulit ini biasanya terjadi akibat reaksi terhadap obat atau infeksi.

    Kondisi ini biasanya diawali dengan gejala yang mirip flu.

    Tapi, kemudian diikuti luka melepuh kemerahan yang menyebar ke seluruh badan.

    Meskipun begitu, cobaan yang pasangan ini hadapi ternyata belum seberapa.

    Mereka kerap merenima komentar pedas dari orang-orang di sekitarnya.

    Saat Hidayah mengunggah foto Hamdan ke Facebook, banyak netizen yang memberi komentar kasar.

    Mereka berkomentar tentang kondisi dan penampilan Hamdan.

    Tak hanya itu, mereka bahkan menyarankan Hidayah untuk meninggalkan Hamdan dan menikahi pria lain.

    Meski begitu, Hidayah punya pilihan lain.

    Ia memilih tetap berada di sisi suaminya.

    Hidayah setia merawat Hamdan
    Hidayah setia merawat Hamdan (Facebook/Nurr Hidayah Hassan)

    “Ada orang yang memintaku untuk menceraikannya dan semacam itu.

    Aku mencintai suamiku dan aku akan merawatnya sepanjang sisa hidupku.

    Aku aku bersamanya dalam suka dan duka,” ungkap Hidayah.

    Wanita ini juga akan melakukan yang terbaik untuk menyembuhkan sang suami.

    Untungnya, kondisi Hamdan kini sudah mulai membaik.

    Ia kini sudah bisa pulang dan dirawat di rumah.

    Kondisi Hamdan Hashim sudah membaik
    Kondisi Hamdan Hashim sudah membaik (Facebook/Nurr Hidayah Hassan)
    Kondisi Hamdan Hashim sudah membaik
    Kondisi Hamdan Hashim sudah membaik (Facebook/Nurr Hidayah Hassan)
    Kondisi Hamdan Hashim sudah membaik
    Kondisi Hamdan Hashim sudah membaik (Facebook/Nurr Hidayah Hassan)

    Tak sampai di situ, banyak orang yang menawarkan bantuan dan membantu menghubungi beberapa badan amal.

    Kisah pasangan ini jadi viral dan dianggap sangat menginspirasi.

    Hubungan mereka dianggap sebagai kisah cinta yang nyata.

    Semoga kondisi Hamdan semakin baik dan segera pulih, ya. (TribunStyle.com, Anggraini Wulan Prasasti)

  • in

    Setelah Kematian Dokter Letty, Kakak Kandung Ungkap Kelakuan Pelaku Selama Ini, Parah Banget!

    Seorang dokter bernama Letty Sultri tewas ditembak di Klinik Az-zahra di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, Kamis (9/11/2017) sore.

    Korban tewas ditembak suaminya yang berinisial H karena permasalahan rumah tangga.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

    Saat itu, Letty sedang bersama dua karyawannya di ruang pendaftaran klinik dan tiba-tiba datang sang pelaku.

    Mengetahui kedatangan pelaku, Letty ke luar ruangan menghampirinya.

    Tak berapa lama, korban dan pelaku terlibat cekcok.

    “Kemudian korban langsung masuk ke dalam ruangan sambil meminta tolong, kemudian saksi Nabila menghampiri dan melihat pelaku membawa senjata api,” kata Argo.

    Kematian Dokter Letty membuat keluarga dan kerabat berang kepada Tersangka.

    Kami minta pelaku dihukum dengan setimpal sesuai perbuatannya, seberat-beratnya,” kata Afifi Bachtiar, kakak kandung Letty, saat ditemui Kompas.com di kediamannya, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (10/11/2017).

    Melansir dari Kompas.com, Afifi sang kakak korban, mengatakan bahwa adiknya kerap menceritakan tingkah laku H kepadanya.

    Menurut Afifi, Letty mengeluhkan sikap pemalas H.

    “Kalau dengan keluarga lain, H ini orangnya baik, ceria-ceria saja. Tetapi, kalau di rumah, H ini pemalas,” kata Afifi.

    Afifi juga mengatakan, H menunjukkan sikap pemalasnya setelah dua tahun menikah.

    Dia jarang keluar rumah meski merupakan dokter kecantikan.

    “Kerjaan hanya nonton TV, memberikan nafkah tidak, uang rokok minta ke adik saya,” kata Afifi.

    Sementara Letty, kata Afifi, adalah orang yang ramah dan penuh kasih sayang.

    “Korban sangat dekat dengan keponakan sampai-sampai keponakannya datang semua ke sini,” ujarnya.

    Hingga saat ini, H masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya.

    (TribunStyle.com/ Burhanudin Ghafar Rahman)

  • in

    Demi Buah Hati, Seorang Ayah Rela Menjual Kartu YuGiOh Langka Miliknya

    Kita semua tahu bahwa membesarkan anak tidak mudah dan membutuhkan biaya yang cukup besar apalagi di era ekonomi yang semakin tidak menentu dari hari ke hari. Ketika biaya pendidikan anak semakin naik dari hari ke hari, ada saja barang yang harus dijual untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan dalam kasus ini ada seorang bapak yang harus menjual kartu Blue Eyes White Dragon dari serial YuGiOh.

    Seorang pengguna Twitter di Jepang bernama KnightMiyabi mengumumkan bahwa ia menjual koleksi kartu Blue Eyes White Dragon dari serial YuGiOh miliknya demi membiayai anak perempuannya yang akan masuk ke Taman Kanak-Kanak alias TK. Kartu yang ia jual bukan kartu Blue Eyes White Dragon biasa melainkan kartu super langka yang hanya diberikan pada acara Jump Festa di Jepang pada tahun 2000.

    .

    Karena tahu kartu tersebut merupakan kartu langka ia terus menyimpan kartu tersebut dan pada akhirnya ia siap untuk menjual kartu itu di saat ia sedang butuh. Ia menyimpan empat kartu Blue Eyes White Dragon dan menjualnya dengan harga yang cukup tinggi. Meski ia tidak menyebutkan harga pastinya, tetapi ia berkata di akun Twitternya bahwa kartu itu bisa dihargai sekitar 600 ribu yen/lembar (sekitar Rp. 63 juta).

    Menurut situs Yahoo Auction! satu kartu langka dari Blue Eyes White Dragon bisa dihargai 391 ribu yen/lembar (sekitar Rp. 48.8 juta).\

    Ia berniat menjual koleksi kartu YuGiOh langkanya ini ketika ia melihat anaknya sedang melihat-lihat dan memainkan koleksi kartu milik bapaknya. Dari situ ia langsung berpikir untuk menjual sebagian koleksi langkanya demi biaya sekolah sang buah hati yang akan masuk TK. Ia juga menunggah foto hasil dari transaksi tersebut dimana ada banyak lembaran 10 ribu yen (sekitar Rp. 1,25 juta).

    KnightMiyabi juga menyatakan bahwa meskipun ia harus membayar biaya pendaftaran TK anaknya serta biaya perawatan anak selama tiga tahun sebesar 1 juta yen (sekitar Rp. 125 juta). Ia juga menyatakan alasan terbesar ia menjual kartu langkanya adalah “hasrat dan kenangan saya pribadi tidak dapat diubah menjadi senyum dan kenangan akan putriku”.

    Sungguh bapak yang bijak dan baik hati ya. Untuk para cewek, ini dia suami idaman yang harus kamu cari di masa depan hobi jutaan rupiah aja bisa dikorbankan apa lagi kamu.

  • in

    Jika dilihat sekilas gak ada yang aneh dari pasangan yang sedang duduk di angkot ini, tapi lihat bagian bawahnya kamu akan temukan keanehannya

    Belakangan ini, transportasi umum sering jadi sorotan dan perbincangan warga dunia maya. Hal ini terjadi dengan seiring banyaknya pengguna yang membagikan berbagai kejadian saat naik kendaraan umum.

    Salah satu diantaranya adalah sikap tak menyenangkan dari para penumpang pria yang mencoba mengambil kesempatan untuk melakukan pelecehan.

    Mulai dari menggunakan kamera ponsel, hingga melalui aksi terang-terangan.

    Hal ini pun seakan menjadi peringatan bagi para penumpang wanita untuk tidak memakai pakaian mini saat naik kendaraan umum.

    Terlepas dari itu, para pengguna media sosial kini kembali dikejutkan aksi seorang penumpang pria di dalam jeepney (angkutan lokal Filipina).

    Peristiwa ini pertama kali dibagikan oleh seorang perempuan bernama Grace Anne Pinto Angeles.

    Ada dua foto yang diunggah oleh Grace ke akun Facebook-nya.

    Kedua foto tersebut sebenarnya tidak memperlihatkan keanehan sedikit pun.

    Namun jika dilihat lebih diteliti dan secara keseluruhan, pria itu sebenarnya tengah berusaha keras menutupi bagian bawahnya dengan payung ungu yang ia bawa.

    Pasalnya, saat itu, si pria memakai sepatu pantofel wanita berwarna hitam.

    via: tribunnews.com

    Sepatu itu diduga milik wanita yang berada di sampingnya.

    Sayangnya, usahanya tersebut sia-sia karena sang pacar terus menertawakannya.

    Grace berasumsi bahwa pria itu baru saja menjemput pacarnya pulang sekolah, dan menduga si wanita kelelahan berjalan hingga sang pacar menawarinya sandal. Demikian sebagaimana dilansir Tribunnews.com, Jumat (10/11/2017). ()

    Bagaimana tanggapanmu? (palingseru)

  • in

    Cewek ini Pacaran di Facebook, Foto Cowoknya di FB Sangat Tampan Saat Ketemuan Malah Bikin ‘Pingsan’

    Berkenalan hingga menjalin hubungan dengan seseorang di media sosial memang tidak ada salahnya. Namun pastikan, bahwa kamu sudah bertemu dengan orang tersebut. Karena terkadang, banyak pengguna yang justru memalsukan identitas maupun foto dirinya.

    Seperti lelaki yang mengaku-ngaku bernama Rian ini. Dengan memasang foto laki-laki berwajah tampan, dia pun berhasil memikat hati Anah Syakila, warga asal Kampung Lebuh RT 7, RW 001, Sangiangjaya Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak Banten.

    “Awalnya kenalan lewat Facebook, kemudian hubungan melalui WA (WhatsApp),” cerita Anah.

    Semenjak itu, komunikasi antara mereka terus terjalin. Namun karena jarak mereka jauh, karena Rian tinggal di Tuluangung, mereka pun tidak bisa bertemu meski telah berpacaran selama satu tahun.

    Hingga akhirnya, waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba.

    Aneh berniat menemui kekasihnya itu di Tulungagung lantaran sang kekasih mengaku sakit dan ingin dirawat Anah.

    “Awalnya dia terus menyuruh saya datang ke Tulungagung, tapi saya tolak. Saya maunya dia yang jemput saya. Tapi karena dia mengaku sakit saya akhirnya berangkat,” ungkap Anah.

    Anah berangkat, setelah Rian berjanji mengganti ongkos transportasi dan akan mengantarnya pulang, sebagaimana dilansir Surya.co.id.

    Anah pun akhirnya tiba di Tulungagung dengan menggunakan kereta api.

    Sesampainya di sana, Rian memberi arahan agar naik ojek ke Perempatan Cuiri, di Kecamatan Kauman dan berjanji akan menjemput Anah di lokasi tersebut.

    Begitu Rian datang, hati Anah yang awalnya berbunga-bunga pun langsung terkoyak.

    Betapa tidak, sosok tampan Rian yang selalu ia lihat di ponselnya ternyata tidak sesuai dengan faktanya.

    via: tribunnews.com

    Anah yang merasa ditipu lantas melapor ke Mapolsek Pagerwojo.

    Setelah dilacak melalui akun Facebook, polisi akhirnya berhasil menemukan sosok di balik nama Rian.

    Adalah Xiply Diggter alias Sugeng, warga Desa Segawe, Kecamatan Pagerwojo.

    “Kalau dibanding fotonya Rian, wajahnya sangat jauh. Jauhlah dari kesan ganteng,” kata petugas Polsek Pagerwojo, Bripka Dani Aristanto.

    Sugeng telah dipanggil ke Mapolsek Pagerwojo, namun ia tidak dijerat hukuman hanya diminta untuk mengganti uang tiket Anah.

    Namun jika Sugeng mengulangi perbuatannya, polisi akan mengambil tindakan hukum. (palingseru)

Load More
Congratulations. You've reached the end of the internet.