• in

    Ampun Dah! Gini Nih 20 Kelakukan Turis ‘Nggak Punya Malu’ Saat Berpose dengan Patung, Nomor 7 Jorok Banget

    Traveling tentu memberikan pengalaman berkesan dan banyak koleksi kenangan mulai dari yang indah hingga memalukan.

    Dirangkum dari viralsection.com, berikut 20 pose manusia dengan patung paling memalukan yang diambil dari berbagai negara di seluruh dunia.

    1. Berdansa denganku

    viralsection.com
    viralsection.com

    2. Percakapan yang serius

    viralsection.com
    viralsection.com

    3. Sst, ikuti saja

    viralsection.com
    viralsection.com

    4. Berlomba

    viralsection.com
    viralsection.com

    5. Senyum ya

    viralsection.com
    viralsection.com

    6. Ups

    viralsection.com
    viralsection.com

    7. Terjebak

    viralsection.com
    viralsection.com

    8. Apa salahku?

    viralsection.com
    viralsection.com

    9. Terlalu polos

    viralsection.com
    viralsection.com

    10. Tanya alamat

    viralsection.com
    viralsection.com

    11. Anak berhati mulia

    viralsection.com
    viralsection.com

    12. Bisa pas banget ya

    viralsection.com
    viralsection.com

    13. Jangan lakukan di depan umum

    viralsection.com
    viralsection.com

    14. Duh, sakit

    viralsection.com
    viralsection.com

    15. Waduh

    viralsection.com
    viralsection.com

    16. Ngomong dengan polisi

    viralsection.com
    viralsection.com

    17. Wow

    viralsection.com
    viralsection.com

    18. Jangan diganggu

    viralsection.com
    viralsection.com ()

    19. Oh, tidak

    viralsection.com
    viralsection.com

    20. Untung hanya patung

    viralsection.com
    viralsection.com

    Sumber: TribunTravel

  • in

    Pesan Terakhir Seorang Korban Meninggal di ‘Tanjakan Emen’, Seolah Beri Pertanda?

    Sebuah kecelakaan maut terjadi di kawasan Tanjakan Emen, Jalan Raya Bandung-Subang, Kampung Cicenang, Ciater Subang, Jawa Barat.

    Insiden mengerikan tersebut terjadi pada hari Sabtu (10/2/2018) kemarin.

    Kecelakaan ini bermula saat bus bernomor polisi F 7959 AA yang membawa rombongan wisatawan dari Tangerang Selatan tidak bisa dikendalikan diduga karena rem blong.

    Beberapa saat kemudian, bus menabrak sepeda motor bernopol T 4382 MM yang ada di depannya.

    Setelah itu, bus menabrak tebing di sebelah kiri jalan dan terguling.

    Sedikitnya 27 orang tewas dalam kecelakaan tersebut.

    Salah satu korban dari kecelakaan tersebut adalah Sri Martiningsih.

  • in

    Ditetapkan Tersangka, Beginilah Pengakuan Sopir Bis Sebelum di Tanjakan Emen Kepada Polisi

    Beberapa waktu yang lalu terjadi kecelakaan maut terjadi di kawasan Tanjakan Emen, Jalan Raya Bandung- Subang, Kampung Cicenang, Ciater Subang, Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018) pukul 17.00 WIB.

    Kecelakaan yang melibatkan sebuah bus pariwisata itu menelan korban hingga tewas hingga 27 orang.

    Sebanyak 26 di antaranya merupakan anggota PKK Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, sementara satu orang diduga pengendara motor asal Karawang.

    Melansir dari Kompas.com, Kapolres Subang AKBP M Joni mengatakan, bus tersebut memiliki nomor polisi F 7959 AA.

    Para penumpang adalah rombongan wisatawan dari Tangerang Selatan.

  • in

    Beredar Percakapan Diduga Artis Ajak Fans Ketemu di Apartemen, Netizen: Fans Genit, Lakinya Ganjen!

    Baru-baru ini akun gosip @lambe_lamis mengunggah cuplikan percakapan di DM Instagram dan WhatsApp.

    Akun tersebut menjelaskan, percakapan itu antara seorang artis tanah air dan penggemarnya.

    “Unchh unchhhh ceritanya gantung yess…. penasaran gak lanjutannya?” tulisnya dalam caption, Rabu (3/5/2017).

    “Jadi gini yes lamisers… ada 2 kesimpulan nih dari kisah seselamiser ini. Pertama, kalo lamiser pengen banget kenalan sama artis, cobain aja tips mbak ini, kali aja ada artis yang beneran bales n ngajak ketemuan di apartemen.”

    “Nah yang kedua, untuk si artis, ngg nganu…… ga jadi deh….. Maapkan mintje yes mas artis, mintje ga nyebut nama, jadi ga usah tersinggung…. cuekin aja yes.”

    Penggemar artis itu awalnya mengirim DM Instagram yang mengabarkan ia sempat bertemu dengannya.

    Ia pun tak sanggup meluapkan rasa senangnya ketika DM tersebut dibalas oleh idolanya.

    @lambe_lamis
    @lambe_lamis (Instagram.com)

    Fans: “Sukseeeeess selalu kakk, rabu kemarin liat _______ main di _______….sukses juga buaat ________.”

    Artis: “Hi :)”

    Fans: “Haaiii kakk…. so happy chat ak di bls….”

    Artis: “Km ntn ke ______ jg y.”

    Fans: “Iya ak nonton jugaa hehe..”

    Fans: “Kakak ada rencana show di sana gak? Kalo ada bole dong ketemu di sana….. hehehe.”

    Artis: “Km yg dmn nya y wkt itu.”

    Fans: “Ak dduk di samping kanan pac___ kak… Kapan kakak show lg.”

    Artis: “Oow gt. Blm tau sih hehe. Kalo ga show d sana lg emg ga bs ktm gt y.”

    Fans: “Ya ak sih mau bgt ketemu kenal kakak lbh dket… hehehe emang kakak gak sibuk???”

    Artis: “Bnran mau? Gampang kok bs d atur hehe.”

    Fans: “Mauuu laaaaaah….. Emang gak ada yang marah? Kalo aku ketemu kakak hehehe.”

    Artis: “Ga lah haha. Km kali nih jgn2.”

    Fans: “Ga. Kmrn ak mau samperin kakak. Mau foto. Tapi aku takut, abisnya kakak ngucapin bday ke siapa itu. Tmen speciaallll.”

    Artis: “Tkt knp. Haha tmn biasa kok. Santai aja.”

    Fans: “Aku kirain temen deket gitu. Kalo gitu kapan dong bisa ketemu kakak.”

    Artis: “Km kpn bs nya.”

    Fans: “Aku kapan aja bisa…hehe. Kakak aja yang nentuin kapan n dimanaa hehehehe.”

    Artis: “Km pny wa.”

    Fans: “Wa kakak berapa…nanti ak yang wa hehe.”

    Percakapan antara fans dan artis tanah air itu pun berlanjut ke WhatsApp.

    Setelah bertukar nomor, fans tersebut lalu bertanya dimana mereka bisa bertemu.

    @lambe_lamis
    @lambe_lamis (Instagram.com)

     

    Artis: “Lg apa km now.”

    Fans: “Baru sampe rumah. Abis pulang kuliah… Kakak lg apa…?”

    Artis: “Lg mau ngegym dl.”

    Fans: “Oooo ganggu ya aku…..”

    Artis: “Ga kok.”

    Fans: “Hari kamis ketemu nya siang gitu gak bisa kak…. Mau ketemu di mana..? Hehehe.”

    Artis: “Ow knp kalo mlm gt.”

    Fans: “Gak kenapa2 sih… hehe.”

    Artis: “Well y all good then kalo ga knp2 kan.”

    Fans: “Hehe….Iya… Trus mau ketemu dimana..?”

    Artis: “We can meet up at my place aja (Kita bisa bertemu di tempatku aja).”

    Fans: “Rmh kakak gitu?”

    Artis: “Not a house haha aku stay d apt by myself (Bukan rumah haha aku tinggal di apartemen sendirian).”

    Netizen pun penasaran bukan main siapa sosok artis yang dimaksud akun gosip ini.

    Beberapa netizen lain mewanti-wanti agar fans tak terjebak oleh ajakan artis idolanya.

    “Langsung ngajakin ketemuan di apart yes..hhmn mungkin mau ngajakin main ular tangga bareng ya mas artis,” komentar @nalla.kitchen.karawang.

    “Ya Tuhaaaan, penasaran bgt siapa seseartis nya,” komentar @endangret64.

    “Bukan artis papan atas sih sepertinya.. Artis papan atas mana bisa semudah itu komunikasi kan? Sibuk bgt dese harusnya,”komentar @wardhanihesty.

    “Waaakkss… Ketemuan di apartemen? Dsuru beberes apt kaliii secara si babang kagak punya ART,” komentar @wuriyz.

    “Cuma 2 alasan yg masuk akal : 1.fans cewenya cakep 2.artisnya playboy.kalo baca chatnya sih si fans genit menurut gw,lakinya ganjen jg ngajakin ke apt.ya…kuta tunggu lanjutannya aja,”komentar @merymartha.

    Suber: Tribun

  • in

    Buka Kaca Mobil saat Berhenti di Lampu Merah, Kedua Remaja Ini Alami Kesialan Tak Terduga!

    Kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

    Selama ada niat dan kesempatan, pelaku kejahatan tak segan untuk melakukan aksinya.

    Karena itulah, selalu waspada setiap waktu agar kamu bisa meminimalisasi kejadian yang tak diinginkan.

    Lengah sedikit saja bisa menjadi kesempatan bagi pelaku kejahatan untuk melancarkan tindakan asusilanya.

    Buktinya adalah kedua remaja yang mengendarai mobil berwarna kuning ini.

    Hanya karena membuka jendela mobil saat berhenti di lampu merah, seorang pencuri berhasil merampas HP milik salah seorang remaja.

    Padahal, saat pencurian terjadi, HP itu masih berada di tangan sang pemilik!

    Kisah ini dibagikan oleh akun Instagram @faraahe.

    Kemudian, peristiwa tersebut direpost oleh akun @gojek24jam.

    Dikisahkan ada dua orang remaja yang mengendarai mobil berwarna kuning sedang berhenti di lampu merah Bundaran Pondok Indah.

    Sembari menunggu lampu merah, salah satu remaja pun membuka jendelanya.

    Remaja itu pun mengeluarkan dan memainkan HPnya di dalam mobil.

    Di dekat mobil tersebut adalah dua orang pria yang mengendarai motor secara berboncengan.

    Tiba-tiba saja, salah seorang pria turun dari motor dan menghampiri dua remaja tadi.

    Tidak sampai 2 detik, pria tersebut langsung merebut HP yang saat itu sedang dibawa remaja tadi.

    Pemilik akun @faraahe yang saat itu sedang mengendarai mobil di belakang dua remaja tadi langsung syok.

    Sontak, dia menyalakan klakson pada kedua pencuri tersebut.

    Sayangnya, dia tidak mengingat plat nomor kendaraan pencuri tadi.

    Berikut ini cerita lengkapnya.

    “Omg sumpah demi apapun di dunia. 2 detik lalu mobil ini isinya anak muda 2 orang main hp dalam keadaan kaca mobil terbuka.

    Daaan ada mas mas nyamperin BENER BENER TURUN MOTOR LALU… dia ambil doongg hp penumpang kirinyaaa!!!

    OMG INI STRESS BGT BUAT SEMOBIL GUAA

    Superrrrr syok dan bingung. Sempet ngelkaksonin si maling.

    Jadi kayaknya si anak ini udah diincer soalnya si motornya bukan dari arah yg sama. Ada motor sohib si maling di sebelah gua tapi di sisi sebrang!!!

    Kejadian ini di lampu merah bunderan pondok indah.

    Men. Aseli ini seserem itu…

    Ada temennya si maling tuh sempet syok juga pas gue klason. Cuman nyesel bgt gak liat plat nomoernya. Yg jelas si orang ini turun make helm putih…

    Ini kayaknya emang spesialis jambret lampu merah sih. Soalnya dia udah expert bgt gitu!!

    Cepeeeeeeet buanget!!! Gilak ga nyampe 2 detik kejadiannya

    Ambil pelajaran ya geng…..

    Kalau lagi macet, ga penting2 amat, gausah buka kaca. Gausah MANCING perkara. Mobil selalu dikunci. Dan. Kalo lu apes di posisi gue yang penuh penyesalan ini, next kalo ada apa apa, plis. Apalin plat nomor si maling.

    Jaman sekarang, orang jahat BERLIMPAH!!”

    Sontak, postingan ini langsung banjir komentar warganet.

    Berikut ini beberapa tanggapan mereka.

    @jaayramojay “di lampu merah, buka jendela dan pegang hp, sasaran empug, gw aja tiap lamer selalu cek udh kekunci apa ngga pintu mobil”

    @ikabatarasakti “Aseli aku semalem ngalamin sendiri yg kaya gini, lagi nggu bis di pinggir jalan terus mau bales chat WA, udah diingetin temen buat ngga maen hape karena itu dipinggir jalan bgt. Tp nanggung mau bales chat. baru kelar temen gue ngomong “teteh jangan maenan hape” dan akupun belom kelar bales chat bener aja itu ada motor minggir mau jambret hape aku , untung ga dapet karna keburu ditepis hapenya sama temen aku. Hati2 aja kalo dipinggir jalan juga jangan maenan hape.”

    @bang_beben “Modus ini udah prnah saya liat di kolong tanah abang pas keadaan macet….”

    Tetap waspada saat berkendara di jalan raya ya guys. 

    Artikel Asli

  • in

    Cerita Mahasiswi Ngebut di Jalan Sampai Tabrak Xenia dan Pikap Angkut Sayur

    Satu unit Mini Cooper menabrak Daihatsu Xenia dan mobil pikap yang mengangkut sayur-sayuran. Peristiwa itu terjadi di Bundaran Dolog Jalan Ahmad Yani Surabaya, Sabtu (23/12) sekitar pukul 02.30 Wib.

    Usut punya usut, mobil mewah itu dikemudikan oleh Pramudya, warga Jalan Kebonsari, Surabaya yang berstatus mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Kota Pahlawan tersebut.

    Aksi Pramudya menjadi viral lantaran terekam CCTV milik Dishub Kota Surabaya.

    Dalam video yang direkam CCTV terlihat, Pramudya melaju kendaraannya dengan cukup cepat. Saking ngebutnya, tampak Mini Cooper itu hilang kendali hingga menabrak mobil pikap yang ada di depannya.

    Akibatnya, mobil tersebut terguling dan terseret hingga cukup jauh sekitar 15 meter. Dimana sebelum menabrak mobil pikap. Mobil mini cooper itu menyerempet mobil daihatsu xenia terlebih dahulu. Setelah itu, mini cooper masih melaju kencang, baru menabrak mobil pikap.

    Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya AKP Bayu Halim mengatakan Pramudya masih diperiksa polisi.

    “Memang benar seperti itu (perempuan) dia seorang pelajar, sekarang masih diperiksa,” kata AKP Bayu Halim, kepada wartawan, Sabtu (23/12).

    Saat disinggung mengenai, pengemudi mini cooper itu dalam kondisi mabuk atau bagaimana? Perwira tiga balok di pundak tersebut mengaku, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan penyidikan.

    Termasuk dengan mengambil tes urin dari pengemudi perempuan tersebut. “Ini sudah dilakukan tes urine. Hasilnya masih di laboratorium. Tunggu saja. Ini juga masih dalam pemeriksaan,” ujar dia.

    Begitu juga, mengenai batas kecepatan yang begitu kencang. Bayu menduga, batas kecepatannya diperkirakan diatas 60 kilometer per jam. “Batas kecepatan ini masih dilakukan penyelidikan. Kalau melihat dari hasil olah TKP sementara diperkirakan bisa lebih dari 60 kilometer per jam laju kecepatannya,” katanya.

    Informasi dihimpun, mahasiswi berusia 22 tahun itu melaju dari arah utara (Kota Surabaya) dan sedang menuju selatan ke arah Sidoarjo di Jalan Ahmad Yani Surabaya.

    Daihatsu Xenia yang ditabrak berpelat nomor L 1198 PI sedang berhenti karena lampu lalu lintas sedang merah. Kejadiannya depan Pos Polisi Bundaran Dolog. Mobil Daihatsu Xenia tersebut dikemudikan Dwi Bagus Wardhana (30), warga Jalan Gembong Surabaya.

    Mini Cooper terus melaju lalu oleng setelah menabrak Xenia. Tepat di samping Taman Pelangi menabrak mobil pikap W 8611 XG yang berjalan searah di depannya.

    Mini Cooper baru terhenti setelah menabrak mobil pikap dengan posisi berbalik arah ke utara. Sedangkan mobil pikap yang ditabraknya terbalik menumpahkan isi muatannya di Jalan A Yani, depan Taman Pelangi.

    Mobil pikap tersebut dikemudikan Andik Sugianto (35), asal Jalan Simogirang, Prambon, Sidoarjo, Jawa Timur. Artikel Asli

     

  • in

    Ibu Muda Cantik Ini Tewas Dibunuh, Sang Suami Tak Datang hingga Jenazah Dimakamkan

    Suasana duka dan isak tangis keluarga mengiringi kematian Deli Cinta Sihombing.

    Dikutip dari Tribun Batam, Deli Cinta ditemukan tewas dalam posisi kaki dan tangannya terikat di rumahnya di Perumahan Center Raya, Tanjunguncang, Kota Batam, Kamis (21/12/2017).

    Kerabat dan teman-teman korban tampak berkabung di rumah keluarga duka tempat Deli disemayamkan, yaitu di rumah abang korban, Budi Sihombing di Kavling Kamboja Blok KK nomor 75 Sagulung, Batam.

    Jenazah ibu muda cantik asal Pematangsiantar, Sumatera Utara inipun dikebumikan di pemakaman umum Sei Temiang, Jumat (22/12/2017), sekitar pukul 15.00 WIB.

    Di dalam rumah duka, terlihat anggota keluarga dan sahabat melihat jasad Deli saat melayat.

    Mereka tidak henti-hentinya meneteskan air mata.

    Deli Cinta Sihombing (facebook)

    Sembari melihat dan sesekali mengelus wajah Deli Cinta Sihombing yang sudah terbujur kaku.

    Jasad Deli pun sudah dimasukkan ke dalam peti jenazah.

    Deli Cinta Sihombing adalah anak keempat dari lima bersaudara.

    Kepergiannya yang tidak disangka apalagi menjadi korban pembunuhan sadis sangat memukul keluarga besarnya.

    “Sekarang adek kami sudah tidak ada, kepergian adek kami ini sangat memilukan,” kata Budi, abang tertuta Deli saat ditemui Tribun Batam di rumah duka, Jumat siang.

    Budi, mengatakan saat ini dirinya dan keluarga belum bisa banyak bicara.

    “Kami fokus dulu ya ngurusin adek kami ini, untuk hukumnya kami serahkan kepada polisi,” ujar Budi .

    Dia juga mengatakan meminta maaf jika ada kesalahan yang dibuat adiknya kepada orang lain.

    “Adik kami sudah tiada, kalau ada salahnya tolong dimaafkan,” kata Budi kepada Tribun Batam.

    Hasil Autopsi dari Polisi

    Hasil autopsi pembunuhan terhadap Deli Cinta Sihombing (32) sudah dikeluarkan oleh tim forensik RS Bhayangkara Polda Kepulauan Riau.

    Dari hasil keterangan pihak rumah sakit, korban tewas setelah dicekik atau dibekap paksa oleh pelaku.

    “Hasil autopsi sudah kita terima. Diketahui kalau korban tewas kehabisan napas setelah di bekap oleh pelaku,” kata Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki, Jumat (22/12/2017).

    Selain itu, ada retak di bagian tulang leher korban. “Tulang leher korban retak dan itu akibat dibekap dan dicekik menggunakan tangan,” ungkapnya lagi.

    Polisi Curigai Suami Korban

    Kepolisian Sektor Batuaji masih mendalami kasus pembunuhan Deli Cinta Sihombing (28) yang ditemukan tewas mengenaskan dengan tangan dan kaki diikat di rumahnya.

    Dari penyidikan sementara dan sejumlah saksi yang diperiksa Polsek Batuaji, pelaku dicurigai adalah orang dekat korban yang mengetahui persis keseharian korban.

    Hingga saat ini pihak kepolisian belum bisa tersambung dengan nomor telepon suami korban.

    Bahkan, sampai saat ini keberadaan suami korban tidak diketahui.

    Namun, ada informasi warga, suaminya sedang berlayar dan saat ini berada di Matak, Kabupaten Anambas.

    “Kita masih harus mengumpulkan bukti yang kuat. Saat ini sudah delapan saksi yang diperiksa, baik dari keluarga perempuan maupun dari warga sekitar,” kata Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko, Jumat (22/12/2017).

    Dia juga menyampaikan, dari keterangan sejumlah saksi yang diperiksa, semuanya mengarah kepada orang dekat.

    “Hanya saja, kita harus mengedepankan asas praduga tak bersalah kecuali jika buktinya sudah kuat,” kata Sujoko.

    Hingga jenazah Deli Cinta Sihombing sudah dikebumikan di Sei Temiang, Batuaji, Jumat (22/12/2017), sang suami yang bernama Alvius tak juga menampakkan batang hidungnya.

    Alvius diketahui selama ini bekerja di pelayaran kapal.

    Namun, informasi yang dihimpun Tribun Batam, sudah satu bulan terakhir dia tidak bekerja, melainkan menunggu panggilan berlayar.

    Selama di rumah bersama sang istri, Alvius juga terdengar sering cek-cok.

    “Suaminya sudah lama tidak melaut, kalau tidak salah sudah ada satu bulanan,” kata seorang sumber Tribun Batam yang tidak mau disebutkan namanya.

    Dia juga mengatakan, Rabu (20/12/2017) lalu, dia melihat mobil Alvius keluar dari dalam komplek.

    “Kalau siapa yang bawa kita tidak tahu. Masalahnya selama ini keluarga mereka juga tergolong tertutup. Biasanya mereka pulang langsung ke rumah dan setelah di rumah jarang keluar,” kata sumber tersebut.

    Sampai Jelang Pemakaman Deli Cinta, Sang Suami Tak Jua Tampak Batang Hidungnya. Keluarga pun Bingung.

    Di tempat terpisah, Budi Sihombing, abang tertua Deli Cinta membenarkan bahwa Alvius sudah satu bulan tidak berlayar.

    “Hubungan kita sama suami adek saya baik. Selama ini komunikasi baik. Dan setahu saya adek ipar saya belum berlayar,” kata Budi.

    Budi juga heran mengapa nomor adik iparnya itu tidak aktif, sehingga pihak keluarga tidak bisa menghubunginya.

    “Nomor teleponnya tidak aktif, kita juga tidak tahu di mana keberadaannya. Keluarganya juga tidak tahu di mana keberadaannya,” kata Budi.

    Unggahan Facebook Deli

    Melihat ke dalam akun Facebook Deli Cinta Sihombing, tidak ada hal yang aneh-aneh.

    Ia terakhir update status di facebook 18 Desember 2017 sekitar pukul 17.53 WIB.

    “Biar cuma makan bakso murah 5000 (emoti), Asal bersama org tercintah terasah bahagia (emoti),” tulis Deli Cinta Derrel Sihombing.

    Postingan tanggal 14 Desember 2017 sekitar pukul 19:39. “Gimana mama bisa kuat nak …Kalo ade kayak gini terus…Stop ya dek jangan ngomongin yang gak penting lagi..”

    Postingan tanggal 15 Desember 2017 pukul 15:59, “Kalo cewek mah mau makan enak tinggal chat … (emotion) gratis” ga perlu keluar money (emotion) Apa lagih kalo cewek naik roda 4 (emotion) Mari makan … #be_a_smart_woman, ” tulisnya sebagai caption foto makanan di atas meja dan seorang anak kecil.

    Di kolom komentar facebooknya, tampak warganet mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya ibu muda ini. Artikel Asli

  • in

    Mau ditilang polisi Ibu Ibu Ini Malah Teriak Teriak Jambret. Videonya Langsung Jadi Viral

    Jakarta – Video ibu-ibu menolak ditilang petugas ramai dibahas di media sosial. Dalam video berdurasi 1 menit itu, ibu tersebut bahkan sempat berteriak-teriak ‘jambret’.

    Dilihat detikcom pada Rabu (29/11/2017), video yang diunggah akun brimob.id itu telah dilihat sebanyak lebih dari 7.500 kali dan diberi lebih dari 250 komentar. Akun brimob.id memiliki follower lebih dari 200 ribu dan kerap mem-posting informasi terkait aktivitas kepolisian.

    Belum diketahui di mana video tersebut diambil. Hanya, terlihat lalu lintas di sekitarnya macet.

    Kejadian berawal saat petugas meminta si ibu memperlihatkan STNK dan SIM-nya. Bukannya langsung memberikan, si ibu malah meminta surat tugas petugas tersebut.

    “Kalau ada bagaimana? Saya tidak mau kasih unjuk (surat-surat),” ujarnya.

    Ibu dengan mobil bernomor polisi B-1938-KVC itu juga tak terima saat petugas hendak mengambil kunci mobilnya. Ia malah meneriaki petugas dengan ‘jambret’.

    “Ibu tadi minta surat tugas, surat tugas sudah kita kasih. Permasalahannya apa lagi, Bu? Saya minta SIM-STNK Ibu sekarang. Mohon maaf ya, Bu, kuncinya saya cabut,” ujar seorang pria.

    “Jangan! Jangan! Jambret… Eh, jambret…!” teriak ibu tersebut.

    “Eh, Ibu ngomong baik-baik. Saya minta baik-baik,” ujar petugas tersebut.

    Si ibu lalu mengatakan ingin menelepon pengacaranya. Petugas itu mempersilakan.

    Petugas sempat mengatakan pelat nomor ibu tersebut telah mati. Tertera memang pelat nomor tersebut habis masa berlakunya pada April 2017.

  • in

    5 Fakta Menarik Jemput Paksa Setya Novanto: Mulai Fahri Hamzah Sebut Gila Sampai Beda Jokowi-JK

    Drama jemput paksa Ketua DPR Setya Novanto sampai 5 jam di kediamannya pada Rabu (15/11/2017) malam hingga Kamis dini hari benar-benar menyedot perhatian masyarakat.

    Sederet TV swasta menayangkan langsung drama penjemputan.

    Jajaran petinggi KPK bersiaga penuh di markasnya.

    Di Twitter heboh ribuan orang terus memantau perkembangan detik demi detik hasil penjemputan paksa sang Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

    Berikut TribunStyle.com himpun 5 fakta paling menarik drama penjemputan Setnov yang dihimpun dari berbagai sumber:

    Belum Berhasil Tangkap Setnov, Tapi Bisa Amankan Dokumen Penting

    Hingga drama 5 jam penjemputan Setya Novanto, yang bersangkutan tiada di rumah.

    Tapi dokumen-dokumen penting berhasil disita KPK.

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) akhirnya keluar dari rumah Ketua DPR Setya Novanto sekitar pukul 02.43 WIB.

    Mereka keluar setelah lima jam berada di kediaman Novanto di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Kesepuluh penyidik keluar dengan membawa tiga tas jinjing, satu koper biru, satu koper hitam, dan satu alat elektronik yang belum diketahui fungsinya.

    Saat ditanya mengenai aktivitas di dalam, mereka semua enggan menjawab dan terus berjalan menuju mobil masing-masing. Mereka pun enggan menanggapi saat ditanya wartawan ihwal barang yang dibawa di dalam tas dan koper.

    Mereka meninggalkan kediaman Novanto dengan menggunakan sepuluh mobil Toyota Innova.

    Rabu malam (15/11/2017), KPK menyambangi rumah Ketua DPR Setya Novanto, mereka tiba di kediaman Novanto pukul 21.40 WIB.

    Petugas polisi tampak berjaga-jaga di depan pintu masuk rumah Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Seharusnya hari ini, Rabu (15/11), Novanto diperiksa di KPK namun tidak datang. Dia memilih berada di gedung DPR untuk mengikuti rapat Paripurna.

    Seperti diketahui, KPK menetapkan kembali Novanto sebagai tersangka pada Jumat (10/11/2017).

    Novanto sebelumnya lolos dari status tersangka dalam penetapan sebelumnya setelah memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK.

    Dalam kasus ini, Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

    Adapun sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dan dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

    Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar. Akibat perbuatannya bersama sejumlah pihak tersebut negara diduga dirugikan Rp 2,3 triliun pada proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

    Awalnya Tidak Dibolehkan Masuk Setnov 

    Petugas KPK memasuki kediaman Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (16/11/2017). Sejumlah penyidik KPK mendatangi kediaman Setya Novanto setelah dirinya mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka kasus KTP Elektronik.  (Tribunnews.com/ Irwan Rismawan)
    Petugas KPK memasuki kediaman Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (16/11/2017). Sejumlah penyidik KPK mendatangi kediaman Setya Novanto setelah dirinya mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka kasus KTP Elektronik. (Tribunnews.com/ Irwan Rismawan) ()

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) akhirnya mendatangi kediaman Ketua DPR Setya Novanto, di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017) malam.

    Mereka tiba pukul 21.40 WIB. Ketika tiba di kediaman Novanto, para penyidik KPK tak langsung diizinkan masuk.

    Para penyidik KPK menunggu di depan kediaman Novanto untuk menunggu Novanto maupun kuasa hukumnya.

    Pukul 21.55 WIB, kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi, keluar dari rumah kliennya dan menuju mobilnya.

    Ia terlihat mengambil dokumen, kemudian masuk kembali ke rumah Novanto. Namun, Fredrich enggan menjawab saat ditanya dokumen apa yang dibawanya.

    Pada hari ini, KPK melakukan pemanggilan pertama Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP.

    Namun, yang bersangkutan tak dapat memenuhi panggilan KPK dengan sejumlah alasan, salah satunya tengah mengajukan uji materi UU KPK.

    Sebelumnya, Novanto telah tiga kali mangkir dari pemanggilan KPK sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

    Sejauh ini, belum ada keterangan dari KPK soal tujuan kedatangan penyidiknya ke kediaman Ketua Umum Partai Golkar itu.

    Trending Tagar “TangkapNovanto” di Twitter

    Poster Setya Novanto
    Poster Setya Novanto ()

    Tanda pagar atau tagar “TangkapNovanto” menjadi trending topic pada media sosial Twitter, Kamis (15/11/2017) malam.

    Hingga Pukul 23.42 WIB, tagar tersebut masih berada pada posisi teratas.

    Hal ini menyusul sejumlah Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang pada Kamis malam mendatangi kediaman Setya Novantodi Jalan Wijaya XIII.

    Adapun Ketua DPR RI itu saat ini berstatus tersangka pada kasus korupsi proyek e-KTP.

    Beberapa warganet meminta agar KPK bisa segera menangkap Novanto.

    “Semoga #TangkapNovanto benar-benar terjadi dan kemudian segera tercipta proses hukum yang seadil-adilnya. Jika benar, ini satu pertanda bahwa KPK BERANI MEWUJUDKAN KEADILAN!” tulis pemilik akun @jolayjali.

    “Papa dimana kau berada? Ku harap menyerahlah!!” tulis pemilik akun @zidnyfahmy_90.

    Warganet lainnya mengungkapkan antusiasmenya menyaksikan siaran langsung peristiwa tersebut di televisi atau lewat media lainnya.

    “Tadinya mau tidur eh baca berita SN dijemput paksa setelah beberapa kali mangkir, jadi melek deh depan TV,” kata pemilik akun @salendra18.

    Seperti diberitakan, penyidik KPK mendatangi kediaman Novanto di kawasan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Pada hari Rabu, KPK melakukan pemanggilan pertama Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP.

    Namun, yang bersangkutan tak dapat memenuhi panggilan KPK dengan sejumlah alasan, salah satunya tengah mengajukan uji materi UU KPK.

    Sebelumnya, Novanto telah tiga kali mangkir dari pemanggilan KPK sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

    Komisi Pemberantasan Korupsi pun mengimbau Ketua DPR RI Setya Novanto untuk menyerahkan diri.

    “Secara persuasif kami himbau SN dapat menyerahkan diri,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Rabu (15/11/2017).

    Rabu Malam tim KPK mendatangi kediaman Novanto di jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Febri mengatakan, tim mendatangi kediaman Novanto karena yang bersangkutan beberapa kali tidak menghadiri pemeriksaan KPK.

    “KPK mendatangi rumah SN karena sejumlah panggilan sudah dilakukan sebelumnya namun yang bersangkutan tidak menghadiri,” ujar Febri.

    Ketua Umum Partai Golkar itu kembali mengutarakan berbagai alasan ketidakhadiran di KPK melalui surat.

    Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penyidik kali ini menerima surat keterangan ketidakhadiran yang dikirimkan pengacara Setya Novanto.

    “Surat dari pengacara,” ujar Febri saat dikonfirmasi.

    Dalam surat tersebut, pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, mengatakan, ketidakhadiran kliennya lantaran pihaknya sedang mengajukan uji materi di Mahkamah Konstitusi terhadap Undang-Undang KPK.

    Novanto sebelumnya juga tak menghadiri panggilan pemeriksaan sebagai saksi di Gedung KPK.

    Namun, sebelumnya ‘surat sakti’ ketidakhadiran dibuat melalui Sekretariat Jenderal DPR.

    Dalam surat yang menjadi senjata Novanto menghindari penyidikKPK, dia beralasan bahwa KPK harus mengantongi izin dari Presiden Joko Widodo untuk dapat memeriksa dirinya.

    Alasan serupa juga digunakan Novanto pada pemanggilan sebelumnya.

    Novanto dalam suratnya ke KPK menggunakan aturan mengenai Pasal 20A Huruf (3) UUD 1945 sebagai alasan mangkir.

    Pasal itu mengatur hak imunitas anggota DPR.

    Selain itu, Novanto juga beralasan dengan menggunakan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 mengenai Hak Anggota Dewan Huruf (h) terkait imunitas. Pasal itu dijadikan alasan mangkir dari panggilan.

    Pada September 2017, Novanto juga dipanggil menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK.

    Namun, pada pagi hari, istri Novanto mengirimkan surat berisi keterangan bahwa Ketua Umum Partai Golkar itu sedang sakit dan tidak dapat menghadiri panggilan penyidik KPK.

    Pada hari yang sama dengan jadwal pemeriksaan, Novanto menjalani perawatan di rumah sakit.

    Ia bahkan menjalani operasi di Rumah Sakit Premier Jatinegara.

    Novanto sebelumnya lolos dari status tersangka dalam penetapan sebelumnya, setelah memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK.

    Dalam kasus ini, Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

    Adapun sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

    Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar.

    Diduga akibat perbuatannya bersama sejumlah pihak tersebut, negara dirugikan Rp 2,3 triliun pada proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

    Pasal yang disangkakan terhadap Novanto yakni Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

    Fahri Hamzah Tak Percaya Jemput Paksa dan Sebut Gila 

    Fahri Hamzah
    Fahri Hamzah ()

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah terkejut dengan langkah Komisi Pemberantasan Korupsi yang diduga berupaya menjemput paksa Ketua DPR Setya Novanto.

    “Kalau ada yang berani jemput paksa Setya Novanto, itu pasti perintah datang dari orang kuat di negara ini, sehingga aparat kepolisian khususnya, mau saja ikut-ikutan merusak lembaga negara,” kata Fahri, Rabu (15/11/2017).

    Fahri mengaku sudah mendengar rumor terkait upaya penjemputan paksa Setya Novanto yang dilakukan malam ini. Namun, ia sempat tidak percaya dengan rumor tersebut.

    “Saya tidak percaya bahwa kita semua sudah gila,” kata Fahri.

    Menurut Fahri, keterlibatan KPK dalam gerakan politik menarget Setya novanto akan menghancurkan seluruh bangunan negara hukum di Indonesia.

    “Presiden Jokowi harus bertanggung jawab apabila hal itu terjadi,” kata dia.

    Setya Novanto sebelumnya sudah 3 kali mangkir dari panggilan KPK sebagai saksi kasus E-KTP. Lalu pada Rabu hari ini, Novanto yang diperiksa sebagai tersangka juga mangkir.

    Akhirnya pada Rabu malam ini, sejumlah penyidik KPK mendatangi rumah Ketua DPR itu.

    Selain itu, berdasarkan pantauan Kompas.com, sejumlah petugas kepolisian juga terlihat berjaga. Bahkan, ada aparat kepolisian yang membawa senapan laras panjang yang berjaga.

    Lebih Tegas JK DIbanding Jokowi Terkait Setnov

    Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla  (Tribunnews.com/ Dany Permana)
    Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (Tribunnews.com/ Dany Permana) ()

    Aktivis Indonesia Corruption Watch Adnan Topan Husodo menilai Presiden Joko Widodo belum menunjukkan ketegasan dalam agenda pemberantasan korupsi, khususnya terkait kasus korupsi e-KTP yang menjerat Ketua DPR Setya Novanto. Bahkan ketegasan Jokowi dinilai kalah dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    “Yang sebenarnya lebih tegas itu kan Pak JK dalam kasus (Setya Novanto) ini,” kata Adnan di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

    Adnan mengatakan, sejak awal Novanto sudah jelas-jelas menjadikan Jokowi sebagai tameng dalam menghadapi kasus E-KTP ini. Misalnya, Novanto menolak diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi sebelum lembaga antirasuah itu mengantongi izin Presiden.

    Namun, Adnan menyesalkan pernyataan Jokowi yang tidak tegas menyikapi manuver Novanto ini.

    Jokowi justru hanya menyerahkan segala proses hukum tersebut kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Harusnya, lanjut Adnan, Jokowi bisa menyatakan dengan tegas bahwa KPK bisa atau tidak mengantongi izin Presiden untuk memeriksa anggota DPR. Presiden juga bisa meminta pandangan pakar hukum terlebih dahulu untuk menguji argumen Setya Novanto.

    “Kalau ahli hukum mengatakan (argumen Novanto) tidak tepat, ya Presiden mengatakan ‘tidak perlu izin. Oleh karena itu, jangan jadikan saya sebagai bemper’ sehingga tidak kemudian dimanfaatkan,” ucap Adnan.

    Adnan menilai, Wapres Jusuf Kalla justru mengeluarkan pernyataan yang lebih tegas mengenai manuver Novanto ini. Kalla sejak awal menegaskan bahwa KPK tidak perlu mengantongi izin presiden untuk memeriksa anggota DPR.

    “Jauh-jauh hari Pak JK bilang tidak harus ada izin dari Presiden dan alasannya saya kira sudah tepat,” kata Adnan.

    Adnan pun menilai, sikap Presiden yang tidak tegas ini karena pertimbangan faktor politik, yakni terkait posisi Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Partai Golkar adalah bagian dari koalisi pemerintah saat ini dan sudah menyatakan dukungan ke Jokowi untuk pemilu 2019.

    Jokowi sebelumnya merespons alasan Novanto yang menolak memenuhi panggilan pemeriksaan di KPK karena tak ada izin Presiden. Jokowi menyerahkan segala proses hukum tersebut kepada tata acara yang berlaku.

    “Buka undang-undangnya semua. Buka undang-undangnya. Aturan mainnya seperti apa, disitulah diikuti,” ujar Jokowi sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi Istana, Rabu (15/11/2017).

    Pasal 245 Ayat 1 Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) yang sudah diuji materi Mahkamah Konstitusi memang mensyaratkan pemeriksaan anggota DPR harus seizin presiden.

    Namun, Pasal 245 Ayat 3 menyatakan bahwa ketentuan Ayat 1 tidak berlaku apabila anggota DPR melakukan tindak pidana khusus, termasuk korupsi.

    Pakar hukum tata negara Mahfud MD mengatakan, berdasarkan aturan tersebut, artinya penyidik KPK tidak perlu meminta izin Presiden terlebih dahulu jika ingin memeriksa Novanto.( Tribunnews.com)