• in

    Setiap Malam Ada Ketukan Pintu Di Lantai Bawah, Penghuni Rumah Kaget Saat Bertemu Sosok Ini

    Seorang pria bingung mengira rumahnya dihantui pemilik rumah sebelumnya.

    Hal itu mulai dirasakannya setelah menangkap foto wanita tua yang mencoba membuka pintu dapur.

    Pria bernama Luke Jackson ini kini tinggal di rumah saudaranya Tom di Sheffield, South Yorkshire.

    Luke yang kini berusia 36 tahun mengklaim bahwa dia mendengar ‘langkah kaki’ di lantai bawah.

    Kejadian itu berlangsung sekira pukul 02.30 pagi waktu setempat.

    Karena penasaran, dia pun kemudian menyalakan lampu kamera ponselnya untuk melihat apa yang tampak.

    Saat itu, Luke langsung tertegun setelah dirinya mengambil gambar dan menemukan sosok hantu ‘wanita tua’ yang mengenakan kardigan ungu berdiri di tangga bagian bawah.

    Dirinya mengesampingkan penjelasan yang terdengan masih masuk akal.

    Luke justru merasa begitu yakin bahwa wanita yang dipotretnya adalah hantu mantan penyewa rumah yang meninggal 18 bulan lalu.

    Ayah tiga anak ini diketahui telah tinggal dengan saudaranya dan pacarnya Alice Thomas, 25, selama beberapa bulan terakhir.

    Dia pun mengklaim ini adalah pertama kalinya dia melihat kejadian tersebut.

    Luke berkata bahwa dirinya merasa bingung dengan apa yang dilihatnya.

    “Jika saya jujur, hal ini benar-benar membuat saya bingung, saya hanya tidak tahu apa itu dan satu-satunya penjelasan adalah hantu,” ucapnya seperti dikutip dari laman Dailymail.

    Menurutnya, foto yang diambilnya berbeda dengan foto-foto penampakan lainnya.

    “Ini adalah foto hantu yang tak pernah Anda harapkan, foto ini hampir terlalu sempurna” jelasnya.

    “Ada banyak video hantu terang-terangan terbang di depan kamera atau semacam bayangan, tapi ini berbeda,” tambahnya.

    Setelah melihat sekilas beberapa dokumentasi penghuni sebelumnya, dia yakin hantu itu adalah wanita tua yang menjaga di sekitar tangga.

    Dikatakannya, dirinya telah membicarakan wanita tua itu dengan pacarnya.

    “Kami telah membicarakan wanita ini sebelumnya. Dia memiliki masalah mobilitas dengan menuruni tangga,” tandasnya.

    Belum diketahui apakah foto tersebut asli atau editan.

    Namun, siapapun yang melihatnya akan akan merinding.(tribun bogor)

  • in

    Buka Kaca Mobil saat Berhenti di Lampu Merah, Kedua Remaja Ini Alami Kesialan Tak Terduga!

    Kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

    Selama ada niat dan kesempatan, pelaku kejahatan tak segan untuk melakukan aksinya.

    Karena itulah, selalu waspada setiap waktu agar kamu bisa meminimalisasi kejadian yang tak diinginkan.

    Lengah sedikit saja bisa menjadi kesempatan bagi pelaku kejahatan untuk melancarkan tindakan asusilanya.

    Buktinya adalah kedua remaja yang mengendarai mobil berwarna kuning ini.

    Hanya karena membuka jendela mobil saat berhenti di lampu merah, seorang pencuri berhasil merampas HP milik salah seorang remaja.

    Padahal, saat pencurian terjadi, HP itu masih berada di tangan sang pemilik!

    Kisah ini dibagikan oleh akun Instagram @faraahe.

    Kemudian, peristiwa tersebut direpost oleh akun @gojek24jam.

    Dikisahkan ada dua orang remaja yang mengendarai mobil berwarna kuning sedang berhenti di lampu merah Bundaran Pondok Indah.

    Sembari menunggu lampu merah, salah satu remaja pun membuka jendelanya.

    Remaja itu pun mengeluarkan dan memainkan HPnya di dalam mobil.

    Di dekat mobil tersebut adalah dua orang pria yang mengendarai motor secara berboncengan.

    Tiba-tiba saja, salah seorang pria turun dari motor dan menghampiri dua remaja tadi.

    Tidak sampai 2 detik, pria tersebut langsung merebut HP yang saat itu sedang dibawa remaja tadi.

    Pemilik akun @faraahe yang saat itu sedang mengendarai mobil di belakang dua remaja tadi langsung syok.

    Sontak, dia menyalakan klakson pada kedua pencuri tersebut.

    Sayangnya, dia tidak mengingat plat nomor kendaraan pencuri tadi.

    Berikut ini cerita lengkapnya.

    “Omg sumpah demi apapun di dunia. 2 detik lalu mobil ini isinya anak muda 2 orang main hp dalam keadaan kaca mobil terbuka.

    Daaan ada mas mas nyamperin BENER BENER TURUN MOTOR LALU… dia ambil doongg hp penumpang kirinyaaa!!!

    OMG INI STRESS BGT BUAT SEMOBIL GUAA

    Superrrrr syok dan bingung. Sempet ngelkaksonin si maling.

    Jadi kayaknya si anak ini udah diincer soalnya si motornya bukan dari arah yg sama. Ada motor sohib si maling di sebelah gua tapi di sisi sebrang!!!

    Kejadian ini di lampu merah bunderan pondok indah.

    Men. Aseli ini seserem itu…

    Ada temennya si maling tuh sempet syok juga pas gue klason. Cuman nyesel bgt gak liat plat nomoernya. Yg jelas si orang ini turun make helm putih…

    Ini kayaknya emang spesialis jambret lampu merah sih. Soalnya dia udah expert bgt gitu!!

    Cepeeeeeeet buanget!!! Gilak ga nyampe 2 detik kejadiannya

    Ambil pelajaran ya geng…..

    Kalau lagi macet, ga penting2 amat, gausah buka kaca. Gausah MANCING perkara. Mobil selalu dikunci. Dan. Kalo lu apes di posisi gue yang penuh penyesalan ini, next kalo ada apa apa, plis. Apalin plat nomor si maling.

    Jaman sekarang, orang jahat BERLIMPAH!!”

    Sontak, postingan ini langsung banjir komentar warganet.

    Berikut ini beberapa tanggapan mereka.

    @jaayramojay “di lampu merah, buka jendela dan pegang hp, sasaran empug, gw aja tiap lamer selalu cek udh kekunci apa ngga pintu mobil”

    @ikabatarasakti “Aseli aku semalem ngalamin sendiri yg kaya gini, lagi nggu bis di pinggir jalan terus mau bales chat WA, udah diingetin temen buat ngga maen hape karena itu dipinggir jalan bgt. Tp nanggung mau bales chat. baru kelar temen gue ngomong “teteh jangan maenan hape” dan akupun belom kelar bales chat bener aja itu ada motor minggir mau jambret hape aku , untung ga dapet karna keburu ditepis hapenya sama temen aku. Hati2 aja kalo dipinggir jalan juga jangan maenan hape.”

    @bang_beben “Modus ini udah prnah saya liat di kolong tanah abang pas keadaan macet….”

    Tetap waspada saat berkendara di jalan raya ya guys. 

    Artikel Asli

  • in

    Kisah Sorang Kakek Yang Relakan Tubuhnya Terbakar Demi Lindungi Istrinya dari Amukan Api!

    Pagi yang nahas tidak pernah terbayang dalam pikiran nenek Fatimah (70).

    Ketika ia terbangun dari tidurnya, ia sempat mendengar suara kegaduhan seperti suara kucing yang sedang berkelahi.

    Alangkah kagetnya nenek 5 anak tersebut mendapati benda-benda berjatuhan dari langit-langit rumah yang sekaligus menjadi bengkel cat mobil.

    “Aku kaget dan coba langsung bangunin bapak,” ujar Fatimah.

    Fatimah (72), mengalami luka bakar pada musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Residen Abdul Rozak RT 28 Kec IT 2 Palembang, Jumat (8/12/2017) sekitar pukul 04.00 WIB.
    Fatimah (72), mengalami luka bakar pada musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Residen Abdul Rozak RT 28 Kec IT 2 Palembang, Jumat (8/12/2017) sekitar pukul 04.00 WIB. (SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL)

    Pasutri yang telah berumur tersebut mencoba keluar dari kepungan api yang sudah melahap hampir semua bangunan.

    Nenek Fatimah yang menderita asam urat tidak dapat bergerak secara leluasa.

    Ia harus digandeng oleh sang suami yang bernama Jamaludin Ali (72) untuk keluar dari ruangan yang telah dilalap jago merah.

    Jamaludin Ali (72), menjalani perawatan intensif di RSMH Palembang akibat mengalami luka bakar pada musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Residen Abdul Rozak RT 28 Kec IT 2 Palembang, Jumat (8/12/2017) sekitar pukul 04.00 WIB.
    Jamaludin Ali (72), menjalani perawatan intensif di RSMH Palembang akibat mengalami luka bakar pada musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Residen Abdul Rozak RT 28 Kec IT 2 Palembang, Jumat (8/12/2017) sekitar pukul 04.00 WIB. (SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL)

    Ketika akan keluar dari pintu nenek Fatimah sempat mendorong pintu yang berdekatan dengan motor di dalam rumah, namun api yang membesar menyambar tangannya.

    Sehingga ia mengalami luka di bagian tangan kanannya dan sebagian wajah.

    Menurut nenek Fatimah ketika diwawancarai di salah satu rumah anaknya yang berada di Margoyoso mengatakan bahwa Jamaludin menggunakan badannya untuk melindungi dirinya dari panas api.

    Korban Jamaludin menderita luka cukup parah di sekujur tubuh terutama pada bagian wajah, tangan dan pundak.

    Sejauh ini dari pantauan di rumah sakit, menurut anaknya Syarif (49) dokter akan melakukan operasi guna mengatasi luka bakar di tubuh Jamaludin.

    Informasi yang berhasil dihimpun Sripoku.com, api berasal dari gudang tempat menyimpan peralatan bengkel.

    Menurut Idil, pemilik bangunan, di sana tidak ada listrik bahkan tidak ada sumber api di area gudang tersebut.

    Kondisi rumah dan bengkel yang terbuat dari kayu tersebut mengakibatkan api cepat membesar dan menghanguskan hampir seluruh benda yang ada hanya dalam hitungan menit.

    Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian bergerak cepat menghubungi tim pemadam kebakaran PT Pusri guna meminta bantuan memadamkan api.

    Petugas pemadam kebakaran dapat memadamkan api sekitar kurang lima menit atau pukul 05.00 WIB.

    Kerugian materil sejauh ini diperkirakan sebesar Rp 300 juta rupiah.

  • in

    5 Fakta Menarik Jemput Paksa Setya Novanto: Mulai Fahri Hamzah Sebut Gila Sampai Beda Jokowi-JK

    Drama jemput paksa Ketua DPR Setya Novanto sampai 5 jam di kediamannya pada Rabu (15/11/2017) malam hingga Kamis dini hari benar-benar menyedot perhatian masyarakat.

    Sederet TV swasta menayangkan langsung drama penjemputan.

    Jajaran petinggi KPK bersiaga penuh di markasnya.

    Di Twitter heboh ribuan orang terus memantau perkembangan detik demi detik hasil penjemputan paksa sang Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

    Berikut TribunStyle.com himpun 5 fakta paling menarik drama penjemputan Setnov yang dihimpun dari berbagai sumber:

    Belum Berhasil Tangkap Setnov, Tapi Bisa Amankan Dokumen Penting

    Hingga drama 5 jam penjemputan Setya Novanto, yang bersangkutan tiada di rumah.

    Tapi dokumen-dokumen penting berhasil disita KPK.

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) akhirnya keluar dari rumah Ketua DPR Setya Novanto sekitar pukul 02.43 WIB.

    Mereka keluar setelah lima jam berada di kediaman Novanto di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Kesepuluh penyidik keluar dengan membawa tiga tas jinjing, satu koper biru, satu koper hitam, dan satu alat elektronik yang belum diketahui fungsinya.

    Saat ditanya mengenai aktivitas di dalam, mereka semua enggan menjawab dan terus berjalan menuju mobil masing-masing. Mereka pun enggan menanggapi saat ditanya wartawan ihwal barang yang dibawa di dalam tas dan koper.

    Mereka meninggalkan kediaman Novanto dengan menggunakan sepuluh mobil Toyota Innova.

    Rabu malam (15/11/2017), KPK menyambangi rumah Ketua DPR Setya Novanto, mereka tiba di kediaman Novanto pukul 21.40 WIB.

    Petugas polisi tampak berjaga-jaga di depan pintu masuk rumah Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Seharusnya hari ini, Rabu (15/11), Novanto diperiksa di KPK namun tidak datang. Dia memilih berada di gedung DPR untuk mengikuti rapat Paripurna.

    Seperti diketahui, KPK menetapkan kembali Novanto sebagai tersangka pada Jumat (10/11/2017).

    Novanto sebelumnya lolos dari status tersangka dalam penetapan sebelumnya setelah memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK.

    Dalam kasus ini, Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

    Adapun sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dan dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

    Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar. Akibat perbuatannya bersama sejumlah pihak tersebut negara diduga dirugikan Rp 2,3 triliun pada proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

    Awalnya Tidak Dibolehkan Masuk Setnov 

    Petugas KPK memasuki kediaman Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (16/11/2017). Sejumlah penyidik KPK mendatangi kediaman Setya Novanto setelah dirinya mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka kasus KTP Elektronik.  (Tribunnews.com/ Irwan Rismawan)
    Petugas KPK memasuki kediaman Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (16/11/2017). Sejumlah penyidik KPK mendatangi kediaman Setya Novanto setelah dirinya mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka kasus KTP Elektronik. (Tribunnews.com/ Irwan Rismawan) ()

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) akhirnya mendatangi kediaman Ketua DPR Setya Novanto, di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017) malam.

    Mereka tiba pukul 21.40 WIB. Ketika tiba di kediaman Novanto, para penyidik KPK tak langsung diizinkan masuk.

    Para penyidik KPK menunggu di depan kediaman Novanto untuk menunggu Novanto maupun kuasa hukumnya.

    Pukul 21.55 WIB, kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi, keluar dari rumah kliennya dan menuju mobilnya.

    Ia terlihat mengambil dokumen, kemudian masuk kembali ke rumah Novanto. Namun, Fredrich enggan menjawab saat ditanya dokumen apa yang dibawanya.

    Pada hari ini, KPK melakukan pemanggilan pertama Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP.

    Namun, yang bersangkutan tak dapat memenuhi panggilan KPK dengan sejumlah alasan, salah satunya tengah mengajukan uji materi UU KPK.

    Sebelumnya, Novanto telah tiga kali mangkir dari pemanggilan KPK sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

    Sejauh ini, belum ada keterangan dari KPK soal tujuan kedatangan penyidiknya ke kediaman Ketua Umum Partai Golkar itu.

    Trending Tagar “TangkapNovanto” di Twitter

    Poster Setya Novanto
    Poster Setya Novanto ()

    Tanda pagar atau tagar “TangkapNovanto” menjadi trending topic pada media sosial Twitter, Kamis (15/11/2017) malam.

    Hingga Pukul 23.42 WIB, tagar tersebut masih berada pada posisi teratas.

    Hal ini menyusul sejumlah Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang pada Kamis malam mendatangi kediaman Setya Novantodi Jalan Wijaya XIII.

    Adapun Ketua DPR RI itu saat ini berstatus tersangka pada kasus korupsi proyek e-KTP.

    Beberapa warganet meminta agar KPK bisa segera menangkap Novanto.

    “Semoga #TangkapNovanto benar-benar terjadi dan kemudian segera tercipta proses hukum yang seadil-adilnya. Jika benar, ini satu pertanda bahwa KPK BERANI MEWUJUDKAN KEADILAN!” tulis pemilik akun @jolayjali.

    “Papa dimana kau berada? Ku harap menyerahlah!!” tulis pemilik akun @zidnyfahmy_90.

    Warganet lainnya mengungkapkan antusiasmenya menyaksikan siaran langsung peristiwa tersebut di televisi atau lewat media lainnya.

    “Tadinya mau tidur eh baca berita SN dijemput paksa setelah beberapa kali mangkir, jadi melek deh depan TV,” kata pemilik akun @salendra18.

    Seperti diberitakan, penyidik KPK mendatangi kediaman Novanto di kawasan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Pada hari Rabu, KPK melakukan pemanggilan pertama Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP.

    Namun, yang bersangkutan tak dapat memenuhi panggilan KPK dengan sejumlah alasan, salah satunya tengah mengajukan uji materi UU KPK.

    Sebelumnya, Novanto telah tiga kali mangkir dari pemanggilan KPK sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

    Komisi Pemberantasan Korupsi pun mengimbau Ketua DPR RI Setya Novanto untuk menyerahkan diri.

    “Secara persuasif kami himbau SN dapat menyerahkan diri,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Rabu (15/11/2017).

    Rabu Malam tim KPK mendatangi kediaman Novanto di jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Febri mengatakan, tim mendatangi kediaman Novanto karena yang bersangkutan beberapa kali tidak menghadiri pemeriksaan KPK.

    “KPK mendatangi rumah SN karena sejumlah panggilan sudah dilakukan sebelumnya namun yang bersangkutan tidak menghadiri,” ujar Febri.

    Ketua Umum Partai Golkar itu kembali mengutarakan berbagai alasan ketidakhadiran di KPK melalui surat.

    Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penyidik kali ini menerima surat keterangan ketidakhadiran yang dikirimkan pengacara Setya Novanto.

    “Surat dari pengacara,” ujar Febri saat dikonfirmasi.

    Dalam surat tersebut, pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, mengatakan, ketidakhadiran kliennya lantaran pihaknya sedang mengajukan uji materi di Mahkamah Konstitusi terhadap Undang-Undang KPK.

    Novanto sebelumnya juga tak menghadiri panggilan pemeriksaan sebagai saksi di Gedung KPK.

    Namun, sebelumnya ‘surat sakti’ ketidakhadiran dibuat melalui Sekretariat Jenderal DPR.

    Dalam surat yang menjadi senjata Novanto menghindari penyidikKPK, dia beralasan bahwa KPK harus mengantongi izin dari Presiden Joko Widodo untuk dapat memeriksa dirinya.

    Alasan serupa juga digunakan Novanto pada pemanggilan sebelumnya.

    Novanto dalam suratnya ke KPK menggunakan aturan mengenai Pasal 20A Huruf (3) UUD 1945 sebagai alasan mangkir.

    Pasal itu mengatur hak imunitas anggota DPR.

    Selain itu, Novanto juga beralasan dengan menggunakan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 mengenai Hak Anggota Dewan Huruf (h) terkait imunitas. Pasal itu dijadikan alasan mangkir dari panggilan.

    Pada September 2017, Novanto juga dipanggil menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK.

    Namun, pada pagi hari, istri Novanto mengirimkan surat berisi keterangan bahwa Ketua Umum Partai Golkar itu sedang sakit dan tidak dapat menghadiri panggilan penyidik KPK.

    Pada hari yang sama dengan jadwal pemeriksaan, Novanto menjalani perawatan di rumah sakit.

    Ia bahkan menjalani operasi di Rumah Sakit Premier Jatinegara.

    Novanto sebelumnya lolos dari status tersangka dalam penetapan sebelumnya, setelah memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK.

    Dalam kasus ini, Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

    Adapun sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

    Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar.

    Diduga akibat perbuatannya bersama sejumlah pihak tersebut, negara dirugikan Rp 2,3 triliun pada proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

    Pasal yang disangkakan terhadap Novanto yakni Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

    Fahri Hamzah Tak Percaya Jemput Paksa dan Sebut Gila 

    Fahri Hamzah
    Fahri Hamzah ()

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah terkejut dengan langkah Komisi Pemberantasan Korupsi yang diduga berupaya menjemput paksa Ketua DPR Setya Novanto.

    “Kalau ada yang berani jemput paksa Setya Novanto, itu pasti perintah datang dari orang kuat di negara ini, sehingga aparat kepolisian khususnya, mau saja ikut-ikutan merusak lembaga negara,” kata Fahri, Rabu (15/11/2017).

    Fahri mengaku sudah mendengar rumor terkait upaya penjemputan paksa Setya Novanto yang dilakukan malam ini. Namun, ia sempat tidak percaya dengan rumor tersebut.

    “Saya tidak percaya bahwa kita semua sudah gila,” kata Fahri.

    Menurut Fahri, keterlibatan KPK dalam gerakan politik menarget Setya novanto akan menghancurkan seluruh bangunan negara hukum di Indonesia.

    “Presiden Jokowi harus bertanggung jawab apabila hal itu terjadi,” kata dia.

    Setya Novanto sebelumnya sudah 3 kali mangkir dari panggilan KPK sebagai saksi kasus E-KTP. Lalu pada Rabu hari ini, Novanto yang diperiksa sebagai tersangka juga mangkir.

    Akhirnya pada Rabu malam ini, sejumlah penyidik KPK mendatangi rumah Ketua DPR itu.

    Selain itu, berdasarkan pantauan Kompas.com, sejumlah petugas kepolisian juga terlihat berjaga. Bahkan, ada aparat kepolisian yang membawa senapan laras panjang yang berjaga.

    Lebih Tegas JK DIbanding Jokowi Terkait Setnov

    Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla  (Tribunnews.com/ Dany Permana)
    Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (Tribunnews.com/ Dany Permana) ()

    Aktivis Indonesia Corruption Watch Adnan Topan Husodo menilai Presiden Joko Widodo belum menunjukkan ketegasan dalam agenda pemberantasan korupsi, khususnya terkait kasus korupsi e-KTP yang menjerat Ketua DPR Setya Novanto. Bahkan ketegasan Jokowi dinilai kalah dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    “Yang sebenarnya lebih tegas itu kan Pak JK dalam kasus (Setya Novanto) ini,” kata Adnan di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

    Adnan mengatakan, sejak awal Novanto sudah jelas-jelas menjadikan Jokowi sebagai tameng dalam menghadapi kasus E-KTP ini. Misalnya, Novanto menolak diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi sebelum lembaga antirasuah itu mengantongi izin Presiden.

    Namun, Adnan menyesalkan pernyataan Jokowi yang tidak tegas menyikapi manuver Novanto ini.

    Jokowi justru hanya menyerahkan segala proses hukum tersebut kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Harusnya, lanjut Adnan, Jokowi bisa menyatakan dengan tegas bahwa KPK bisa atau tidak mengantongi izin Presiden untuk memeriksa anggota DPR. Presiden juga bisa meminta pandangan pakar hukum terlebih dahulu untuk menguji argumen Setya Novanto.

    “Kalau ahli hukum mengatakan (argumen Novanto) tidak tepat, ya Presiden mengatakan ‘tidak perlu izin. Oleh karena itu, jangan jadikan saya sebagai bemper’ sehingga tidak kemudian dimanfaatkan,” ucap Adnan.

    Adnan menilai, Wapres Jusuf Kalla justru mengeluarkan pernyataan yang lebih tegas mengenai manuver Novanto ini. Kalla sejak awal menegaskan bahwa KPK tidak perlu mengantongi izin presiden untuk memeriksa anggota DPR.

    “Jauh-jauh hari Pak JK bilang tidak harus ada izin dari Presiden dan alasannya saya kira sudah tepat,” kata Adnan.

    Adnan pun menilai, sikap Presiden yang tidak tegas ini karena pertimbangan faktor politik, yakni terkait posisi Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Partai Golkar adalah bagian dari koalisi pemerintah saat ini dan sudah menyatakan dukungan ke Jokowi untuk pemilu 2019.

    Jokowi sebelumnya merespons alasan Novanto yang menolak memenuhi panggilan pemeriksaan di KPK karena tak ada izin Presiden. Jokowi menyerahkan segala proses hukum tersebut kepada tata acara yang berlaku.

    “Buka undang-undangnya semua. Buka undang-undangnya. Aturan mainnya seperti apa, disitulah diikuti,” ujar Jokowi sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi Istana, Rabu (15/11/2017).

    Pasal 245 Ayat 1 Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) yang sudah diuji materi Mahkamah Konstitusi memang mensyaratkan pemeriksaan anggota DPR harus seizin presiden.

    Namun, Pasal 245 Ayat 3 menyatakan bahwa ketentuan Ayat 1 tidak berlaku apabila anggota DPR melakukan tindak pidana khusus, termasuk korupsi.

    Pakar hukum tata negara Mahfud MD mengatakan, berdasarkan aturan tersebut, artinya penyidik KPK tidak perlu meminta izin Presiden terlebih dahulu jika ingin memeriksa Novanto.( Tribunnews.com)