• in

    Sedih Banget, Cowok ini ditinggal menikah padahal Udah 10 tahun pacaran

    Jodoh memang merupakan rahasia Tuhan. Kehadirannya tak bisa ditebak dan dipastikan. Segala rencana yang sudah kamu persiapkan dengan pujaan hati untuk menata masa depan bersama, bisa saja tak sesuai dengan kenyataan yang sudah menjadi ketetapan Tuhan.

    Kamu pasti sering mendengar cerita orang-orang yang sudah merajut asmara selama bertahun-tahun harus kandas di tengah jalan karena berbagai faktor. Misalnya mereka yang harus merelakan sang mantan meski sudah dipacari bertahun-tahun tapi endingnya harus duduk di pelaminan dengan orang lain.

    Ya, itu artinya seberapa lama kamu menjalin hubungan dengan seseorang, tetap tak bisa dijadikan jaminan untuk bisa melangkah hingga pelaminan.

    Cerita tersebut juga dialami oleh seorang pria yang kisahnya diunggah oleh akun Facebook bernama Tio Ernanda. Dalam unggahan tersebut, akun itu mengunggah beberapa foto perjalanan kisah asmara seorang pria bernama Deddy Setiawan dengan sang pujaan hati yang sudah terjalin sejak tahun 2008 silam.

  • in

    Bikin Sedih, Gini Nih Cerita Pilu Jasad Gadis Terikat Akar di Sungai Batanghari

    Penemuan jasad gadis terikat akar di Sungai Batanghari sempat bikin heboh warga Dusun Pangkal Bloteng, Desa Teluk Rendah Ulu, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Duka mendalam tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tapi juga warga setempat.

    Bagaimana tidak, sebelum dibunuh, gadis 18 tahun yang diketahui bernama Dina Wulandari terlebih dahulu diperkosa beberapa kali. Dari hasil pemeriksaan, terdapat sejumlah luka di bagian tubuh serta organ intimnya.

    “Benar-benar tidak manusiawi, tidak beradab. Kami semua sedih, ada warga desa kami menjadi korban pembunuhan keji seperti ini,” ujar Umar, salah seorang warga Tebo yang mengaku ikut melihat proses evakuasi korban, saat dihubungi Selasa malam, 30 Januari 2018.

    Usai ditemukan pada Kamis pagi, 25 Januari 2018, jajaran Polres Tebo langsung melakukan penyelidikan. Ada enam titik lokasi yang menjadi fokus pengungkapan kasus dugaan pemerkosaan dan pembunuhan tersebut. Selang sehari, polisi akhirnya menangkap seseorang pemuda berumur 22 tahun berinisial ST yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan sekaligus pemerkosa Dina.

    ST, yang juga warga satu dusun dengan korban, ditangkap di persembunyiannya di Kabupaten Sarolangun atau berjarak sekitar dua hingga tiga jam perjalanan darat dari Kabupaten Tebo.

    “Ia (tersangka) ditangkap di rumah keluarganya sekitar pukul 02.00 WIB,” ujar Kapolres Tebo, AKBP Budi Rachmat, melalui Kasat Reskrim, AKP Hendra Wijaya, Selasa, 30 Januari 2018.

    Sumber: Liputan6

  • in

    Punya Uang Banyak Tak Ada Artinya Ketika Digerogoti Penyakit, Kisah Wanita Ini Menyedihkan

    Kesehatan itu mahal’, mungkin Anda sering mendengar kata-kata itu.

    Namun, ironisnya, masih banyak masyarakat yang baru sadar ketika jatuh sakit atau harus dirawat di rumah sakit.

    Acuh tak acuh dan sikap ‘bodo amat’ kerap menjadi bumerang bagi meraka yang tidak menyadari pentingnya kesehatan.

    Apalagi, gaya hidup yang tidak sehat menjadi pemicu datangnya penyakit.

    Mulai dari kurangnya olah raga, tidak mengonsumsi makanan sehat, dan merokok.

    Siap-siap saja, ranjang rumah sakit menunggu.

    Hal ini lah yang menjadi pemicu seseorang rawan akan terkena penyakit.

    Setelah menyadari kesehatan itu mahal, kita harus rela merogoh kocek yang dalam untuk membayar rawat inap rumah sakit.

    Saat itulah kita akan merasa bahwa kutipan ‘Kesehatan itu mahal’ benar adanya.

    Seperti kejadian yang terjadi di salah satu Rumah Sakit di daerah Harbin, Tiongkok.

    Seorang wanita yang telah mengidap kanker stadium akhir berobat ke rumah sakit.

    Itu bukan kali pertama ia mengunjungi rumah sakit.

    Ia sering memeriksakan dirinya ke rumah sakit agar bebas dari kanker.

    Namun, meski sudah berobat kesana kemari, kanker yang ia derita semakin menyebar.

    Wanita ini termasuk orang yang berlimpah harta, sehingga ia berani membayar berapapun agar bisa sembuh.

    Ketika kanker ditubuhnya sudah menyebar dan berada di tahap akhir, ia bersikeras ingin disembuhkan.

    Saking ingin sembuh, ia membawa uang tunai dalam jumlah begitu besar ke rumah sakit.

    Kemudian meminta dokter untuk menyembuhkannya. berapapun uang yang ingin diminta dokter akan ia bayar.

    Meskipun demikian dokter menegaskan, ia tak bisa berbuat banyak, meskipun dibayar dengan uang sebesar apapun.

    Mendengar jawaban sang dokter, wanita ini semakin frustasi.

    Uang yang dibawanya dihamburkannnya ke seluruh lantai.

    Semua orang yang berada di rumah sakit pun kaget dan ikut bersedih terhadap apa yang dirasakan wanita itu.

    “Seorang pesakit kanser yang membawa beg penuh wang meminta doktor untuk menyelamatkan nyawanya dan dia mempunyai banyak wang untuk membayarnya.

    Tetapi doktor mengatakan dia tidak boleh berbuat apa-apa kerana kansernya berada di ‘TAHAP’ akhir.

    Dia sangat marah dan kecewa telah melemparkan wangnya ke seluruh koridor hospital itu. Berteriak “apa gunanya memiliki uang!”, ”

    Uang tidak bisa membeli kesihatan, uang tak bisa beli waktu, uang tak bisa beli nyawa”

    Kejadian berlaku di Hospital Daerah Harbin”

    #SHARE pada yang lain sebagai peringatan. Kumpul harta banyak mana pun, kita tak boleh mengelak daripada ajal dan masa tua.

  • in

    Berjuang Jadi Kuli Demi “Calon Istri” Kuliah. Pria Ini Ditinggal Nikah Dengan Pria Kaya, Tak Disangka 3 Tahun Kemudian..

    Sungguh sedih apa yang menimpa pria ini. Ia sudah berkorban jiwa dan raga demi pacarnya, malah balasan ini yang ia terima.

    Meskipun ketika kekasihnya berkhianat, balasan telak ini tak terduga terjadi.

    Begini kisahnya:

    Namanya Chen Hong, ketua kelas saya. Dia cantik, prestasi di sekolah sangat bagus.

    Nada bicaranya halus dan lembut. Di dalam kelas kami duduk semeja.

    Karena kegigihanku mengejarnya, akhirnya dia bersedia menjadi pacarku.

    Setelah mengawali cinta yang naif, Chen Hong dengan tegas mengatakan kepadaku agar jangan sepanjang hari mencarinya, karena masih harus belajar.

    Kita perlu saling mendukung dan membangkitkan semangat masing-masing, berusaha lulus dengan sebaik mungkin dan bisa diterima di universitas bergengsi.

    Berbekal dengan tekad yang sama, kami pun berhasil melewatinya dengan hasil ujian yang manis.

    Sayangnya, saya hanya diterima di akademi, sedangkan Chen Hong bisa masuk di universitas bergengsi.

    Tapi kondisi ekonomi keluarganya tidak terlalu bagus, ditambah lagi dengan orangtuanya yang lebih mengutamakan anak laki-laki daripada perempuan.

    Orangtuanya tidak bersedia membiayai kuliahnya, menyuruhnya tidak usah kuliah, langsung cari kerja saja.

    Melihatnya selalu murung sepanjang hari, aku pun bilang kepadanya.

    “Kamu kuliah saja, kan masih ada aku, aku juga tidak mau melanjutkan di akademi, jadi, aku akan cari kerja dan membiayai kuliahmu.”

     

    Awalnya dia menolak, karena aku tetap bersikeras menyuruhnya kuliah, akhirnya ia pun kuliah di universitas bergengsi itu.

    Sementara aku pun mengawali karier hidupku dengan bekerja di sebuah pabrik.

    Demi membiayai kuliahnya, setiap bulan aku menyisakan uang untuk biaya hidupku sehari-hari, selebihnya aku serahkan kepadanya.

     

    Singkat cerita, setelah empat tahun kemudian, pacarku pun menyelesaikan kuliahnya.

    Selama empat tahun itu, karena ingin berhemat.

    Aku pun jarang menemuinya. Kami bertemu pada saat hari raya nasional, sehari-hari kami hanya mengadakan kontak via telepon.

    Tak lama setelah lulus dia akhirnya mendapat pekerjaan.

    Suatu hari, aku ingin memberinya sebuah kejutan, lalu aku pun menunggunya di depan gerbang kantornya, dan saat akan meneleponnya.

    Aku melihatnya berjalan keluar bersama denga rekan kerjanya, dan dia tampak terkejut ketika melihatku.

    Melihat itu, rekan sekantornya bertanya siapa pria itu, “Oh, dia kakak sepupu saya di kampung,” katanya merespon pertanyaan rekannya.

    Dadaku serasa sesak mendengar perpakataan itu, namun, dia mencoba menjelaskan kepada saya bahwa aturan perusahaan melarang karyawannya pacaran.

    Semuanya akan normal kembali setelah nanti dia naik jabatan. Dan aku percaya saja dengan penjelasannya

    Tak lama kemudian, aku bilang mau menikah, tapi dia meyakinkanku dengan alasan kariernya baru menanjak.

    Kami memang pacaran jarak jauh, terpisah antar dua daerah.

    Sampai suatu hari, ketika kita bertemu dia bilang bosan dengan pacaran jarak jauh, dan bilang akan menikah dengan seseorang.

    Bukan main gembiranya aku mendengarnya, aku pikir akhirnya dia bersedia juga menikah denganku.

    Tapi tak disangka, dia bilang sudah tidak mencintaiku lagi, dia ingin menikah dengan pria lain. Sesaat aku terhenyak dan nyaris tak percaya mendengar apa yang dikatakan, namun, tanpa menoleh lagi dia pun pergi meninggalkan aku.

    Temanku bilang, ada seorang pria tampan mengendarai mobil mewah sambil membawa kado bertandang ke rumahnya untuk tunangan.

    Aku tidak rela, dan ke rumahnya, orangtuanya hanya tahu ada seseorang yang baik hati yang selalu membantunya, tapi tidak pernah tahu sosok orang baik hati ini adalah aku.

    Lalu dengan tenang aku bilang aku adalah teman sekolahnya. Ingin sekali menghadiri pernikahannya, mengucapkan selamat berbahagia dalam resepsi pernikahannya nanti, karena alasan sebagai teman sekolah inilah, aku pun mendapatkan waktu dan tempat pernikahannya.

    Pada hari pernikahannya, aku melihatnya turun dari mobil pernikahan, ditanganku aku membawa sebuah buku catatan tentang biaya yang kukeluarkan selama bertahun-tahun untuk membiayai kuliah dan hidupnya sehari-hari ketika itu, dan sekarang aku ingin menagihnya.

    Dia tampak panik dan bingung sekaligus malu setelah melihatku, melihat suasana itu, mempelai pria pun bertanya kepadanya, tapi dia hanya diam membisu.

    Kemudian, ayahnya si mempelai pria menarikku menjauh dari sana.

    Lalu memberikan uang kepadaku dan menyuruhku segera pergi, atau dia akan mengambil tindakan kalau aku tak mau pergi.

    Aku pun pergi setelah menerima uang itu, meski pun sakit hati ini, tapi aku sadar semua itu sudah berlalu, dan aku merasa tidak pantas bersedih hati hanya untuk wanita seperti itu.

    Hingga akhirnya dengan uang itu aku buat modal usaha.

    5 Tahun kemudian usahaku berhasil begitu pesat dan kini aku membuat beberapa usaha di kota.

    Hidupku berubah 180 derajat, akupun melanjutkan kuliah dan aku bersyukur aku menemukan wanita yang begitu cantik dan menerima ku.

    Suatu hari saat menuju kantor aku melihat seorang wanita yang kukenali, aku minta sopir untuk berhenti karena aku melihat Chen mantan ku dulu.

    Ia berjalan seperti kebingungan, menjinjing tas seperti menunggu angkutan umum.  Memberanikan diri aku mendatanginya dan bertanya ada apa. Ia langsung pangling melihat perubahannku.

    Dia menangis dan menceritakan jika hidupnya tak bahagia, karena suaminya pemarah dan kini ia pergi karena dicerai.

    Melihat itu aku kasihan dan mengantarrnya kedesa tempat kedua orang tuanya. Dia sempat meminta maaf dan mengaku menyesal, tapi sayang sekarang aku sudah ada wanita lain yang begitu baik padaku.

    Orang yang dapat bekerja keras akan menjadi Seseorang yang luar biasa di kemudian hari.

    Menipu orang adalah sebuah bencana, mengampuni orang adalah sebuah kebahagiaan.

    Kebaikan maupun kejahatan,jika waktunya tiba pasti ada balasan Karmanya.

    Perjalanan yang jauh dapat membuktikan Kekuatan seekor Kuda, Waktu akan dapat membuktikan hati seseorang.

    Kebaikan tidak boleh dihilangkan, Kejahatan tidak boleh dikembangkan. (tribun)

  • in

    Suami Mengidap Penyakit Langka, Wanita Ini Diminta Ceraikan Saja, tapi Pilihannya Lebih Tak Terduga!

    Setiap orang pasti ingin memiliki hidup yang bahagia, termasuk pasangan suami-istri.

    Setiap pasangan berharap pernikahan mereka berisi kebahagiaan.

    Meskipun begitu, masalah kerap datang tanpa diduga.

    Hal tersebut juga dialami oleh pasangan suami-istri yang belakangan jadi sorotan media ini.

    Wanita bernama Nurr Hidayah Hassan (29) memiliki seorang suami bernama Hamdan Hashim.

    Pasangan ini sudah menikah selama 3 tahun.

    Keduanya telah mengalami masa-masa sulit dalam pernikahannya.

    Kejadian ini berawal pada 2017, saat Hamdan bekerja di sebuah perusahaan pakaian di Malacca, Malaysia.

    Hidayah pun menceritakan perjalanan menyakitkan yang telah dihadapi suaminya.

    Ketika awal Hamdan bekerja di perusahaan tersebut, matanya merasa sakit.

    Akhirnya, Hamdan pun pergi periksa ke klinik untuk mendapat pengobatan.

    Sang dokter memberinya beberapa obat mata untuk menghilangkan rasa sakit.

    Bukannya sembuh, pengobatannya ini justru jadi awal penderitaannya.

    Kurang dari 24 jam setelah mengkonsumsi obat tersebut, mulut dan mata Hamdan membengkak.

    “Aku membawanya ke rumah sakit Melaka untuk diperiksa,” ungkap Hidayah.

    Para dokter awalnya mendiagnosa Hamdan mengalami cacar air.

    Kondisi Hamdan Hashim
    Kondisi Hamdan Hashim (Facebook/Nurr Hidayah Hassan)

    Akhirnya, mereka pun memberi Hamdan antibiotik.

    Sayangnya, langkah tersebut membuat kondisi Hamdan semakin buruk.

    Kulitnya mulai melepuh dan seperti berdarah-darah.

    “Dia dirawat di ICU selama sebulan.

    Melihat kondisinya seperti itu membuatku sedih.

    Tapi, sebagai istri aku harus kuat,” jelas Hidayah.

    Pasangan ini tinggal di rumah nenek Hidayah di Kampun Morten.

    Hidayah bekerja paruh waktu secara online untuk mendapatkan penghasilan.

    Para dokter mengatakan bahwa Hamdan tidak bisa melihat lagi karena matanya sudah terkena dampak.

    Mata kanannya tidak bisa diselamatkan karena ada lapisan membran yang tumbuh dan menghalangi penglihatannya.

    “Dia hanya bisa mendengar,” ungkap sang istri.

    Kondisi Hamdan Hashim
    Kondisi Hamdan Hashim (Facebook/Nurr Hidayah Hassan)

    Pada akhirnya, dokter pun menemukan penyakit yang diidap Hamdan.

    Ternyata, pria tersebut mengidap kelainan aneh yang disebut Johnseon Steven Syndrome.

    Kelainan kulit ini biasanya terjadi akibat reaksi terhadap obat atau infeksi.

    Kondisi ini biasanya diawali dengan gejala yang mirip flu.

    Tapi, kemudian diikuti luka melepuh kemerahan yang menyebar ke seluruh badan.

    Meskipun begitu, cobaan yang pasangan ini hadapi ternyata belum seberapa.

    Mereka kerap merenima komentar pedas dari orang-orang di sekitarnya.

    Saat Hidayah mengunggah foto Hamdan ke Facebook, banyak netizen yang memberi komentar kasar.

    Mereka berkomentar tentang kondisi dan penampilan Hamdan.

    Tak hanya itu, mereka bahkan menyarankan Hidayah untuk meninggalkan Hamdan dan menikahi pria lain.

    Meski begitu, Hidayah punya pilihan lain.

    Ia memilih tetap berada di sisi suaminya.

    Hidayah setia merawat Hamdan
    Hidayah setia merawat Hamdan (Facebook/Nurr Hidayah Hassan)

    “Ada orang yang memintaku untuk menceraikannya dan semacam itu.

    Aku mencintai suamiku dan aku akan merawatnya sepanjang sisa hidupku.

    Aku aku bersamanya dalam suka dan duka,” ungkap Hidayah.

    Wanita ini juga akan melakukan yang terbaik untuk menyembuhkan sang suami.

    Untungnya, kondisi Hamdan kini sudah mulai membaik.

    Ia kini sudah bisa pulang dan dirawat di rumah.

    Kondisi Hamdan Hashim sudah membaik
    Kondisi Hamdan Hashim sudah membaik (Facebook/Nurr Hidayah Hassan)
    Kondisi Hamdan Hashim sudah membaik
    Kondisi Hamdan Hashim sudah membaik (Facebook/Nurr Hidayah Hassan)
    Kondisi Hamdan Hashim sudah membaik
    Kondisi Hamdan Hashim sudah membaik (Facebook/Nurr Hidayah Hassan)

    Tak sampai di situ, banyak orang yang menawarkan bantuan dan membantu menghubungi beberapa badan amal.

    Kisah pasangan ini jadi viral dan dianggap sangat menginspirasi.

    Hubungan mereka dianggap sebagai kisah cinta yang nyata.

    Semoga kondisi Hamdan semakin baik dan segera pulih, ya. (TribunStyle.com, Anggraini Wulan Prasasti)

  • in

    Ngamuk 'Diskakmat' Akbar Faizal di ILC, Jonru Ngamuk dan

    Pegiat media sosial, Jon Riah Ukur Ginting atau yang karib disapa Jonru, ngamuk dalam acara Indonesia Lawyer’s Club.

    Peristiwa tersebut berawal saat Anggota Komisi III DPR-RI Akbar Faisal bertanya terkait unggahan Jonru tentang Presiden Joko Widodo.

    Postingan Jonru di akun jejaring sosial Facebook-nya dibacakan Faisal di depan para peserta diskusi.

    “Jokowi merupakan Presiden yang belum jelas siapa orangtuanya. Sungguh aneh, untuk jabatan sepenting presiden, begitu banyak orang yang percaya kepada orang yang asal muasalnya serba belum jelas,” ujar Faizal membacakan postingan yang tertera di ponsel miliknya.

    Setelah membacakan postingan tersebut, Akbar pun mulai bertanya ke Jonru.

    “Saya mau bertanya. Apakah betul Anda pernah memposting ini?” ujar Akbar dalam acara yang ditayangkan pada Selasa (29/8/2017).

    Lalu pertanyaan itu dijawab oleh Jonru.

    “Iya benar pak,” ujar Jonru yang malam itu mengenakan kemeja berwarna hitam.

    Akbar menilai jawaban Jonru merupakan pengakuan dan memberikan kode kepada Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul yang hadir dalam diskusi itu.

    “Monggo silakan pak polisi, ini adalah pengakuan,” ujar Akbar.

    Dia pun mengatakan bahwa tahu dengan jelas siapa ibunda Jokowi.

    “Saya sedih karena kebetulan saya bagian dari tim inti Pak Jokowi pada saat itu dan ikut merancang pemerintahan ini. Saya tahu betul siapa ibunya Pak Jokowi. Saya mencoba untuk tidak marah. Saya tidak bayangkan bagaimana rasanya bila ibu saudara Jonruatau Pak Jokowi dihina seperti ini,” ujar Akbar Faizal menahan amarah.

    Namun Jonru membantah menghina dalam postingannya tersebut.

    Dengan geragapan, Jonru mengelak dengan mengatakan postingan bukan ‘hate speech.’

    “Saya mengakui menulis (postingan) itu, tapi saya tidak menghina,” ujar Jonru.

    Dia tetap bersikukuh postingannya yang mengatakan asal muasal orangtua Jokowi tidak jelas bukanlah sebagai bentuk penghinaan.

    Akbar pun meminta kepada polisi untuk memproses hukum Jonru.

    “Saya minta kepada pak polisi, disaksikan seluruh orang Indonesia, tolong diproses manusia ini,” ujar Akbar sambil menunjuk Jonru.

    Kemudian, Jonru berteriak lantang.

    “Saya tidak takut. Silakan diproses,” ujar Jonru sambil mengacungkan tangan kirinya ke atas.