• in

    Kisah Sorang Kakek Yang Relakan Tubuhnya Terbakar Demi Lindungi Istrinya dari Amukan Api!

    Pagi yang nahas tidak pernah terbayang dalam pikiran nenek Fatimah (70).

    Ketika ia terbangun dari tidurnya, ia sempat mendengar suara kegaduhan seperti suara kucing yang sedang berkelahi.

    Alangkah kagetnya nenek 5 anak tersebut mendapati benda-benda berjatuhan dari langit-langit rumah yang sekaligus menjadi bengkel cat mobil.

    “Aku kaget dan coba langsung bangunin bapak,” ujar Fatimah.

    Fatimah (72), mengalami luka bakar pada musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Residen Abdul Rozak RT 28 Kec IT 2 Palembang, Jumat (8/12/2017) sekitar pukul 04.00 WIB.
    Fatimah (72), mengalami luka bakar pada musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Residen Abdul Rozak RT 28 Kec IT 2 Palembang, Jumat (8/12/2017) sekitar pukul 04.00 WIB. (SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL)

    Pasutri yang telah berumur tersebut mencoba keluar dari kepungan api yang sudah melahap hampir semua bangunan.

    Nenek Fatimah yang menderita asam urat tidak dapat bergerak secara leluasa.

    Ia harus digandeng oleh sang suami yang bernama Jamaludin Ali (72) untuk keluar dari ruangan yang telah dilalap jago merah.

    Jamaludin Ali (72), menjalani perawatan intensif di RSMH Palembang akibat mengalami luka bakar pada musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Residen Abdul Rozak RT 28 Kec IT 2 Palembang, Jumat (8/12/2017) sekitar pukul 04.00 WIB.
    Jamaludin Ali (72), menjalani perawatan intensif di RSMH Palembang akibat mengalami luka bakar pada musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Residen Abdul Rozak RT 28 Kec IT 2 Palembang, Jumat (8/12/2017) sekitar pukul 04.00 WIB. (SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL)

    Ketika akan keluar dari pintu nenek Fatimah sempat mendorong pintu yang berdekatan dengan motor di dalam rumah, namun api yang membesar menyambar tangannya.

    Sehingga ia mengalami luka di bagian tangan kanannya dan sebagian wajah.

    Menurut nenek Fatimah ketika diwawancarai di salah satu rumah anaknya yang berada di Margoyoso mengatakan bahwa Jamaludin menggunakan badannya untuk melindungi dirinya dari panas api.

    Korban Jamaludin menderita luka cukup parah di sekujur tubuh terutama pada bagian wajah, tangan dan pundak.

    Sejauh ini dari pantauan di rumah sakit, menurut anaknya Syarif (49) dokter akan melakukan operasi guna mengatasi luka bakar di tubuh Jamaludin.

    Informasi yang berhasil dihimpun Sripoku.com, api berasal dari gudang tempat menyimpan peralatan bengkel.

    Menurut Idil, pemilik bangunan, di sana tidak ada listrik bahkan tidak ada sumber api di area gudang tersebut.

    Kondisi rumah dan bengkel yang terbuat dari kayu tersebut mengakibatkan api cepat membesar dan menghanguskan hampir seluruh benda yang ada hanya dalam hitungan menit.

    Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian bergerak cepat menghubungi tim pemadam kebakaran PT Pusri guna meminta bantuan memadamkan api.

    Petugas pemadam kebakaran dapat memadamkan api sekitar kurang lima menit atau pukul 05.00 WIB.

    Kerugian materil sejauh ini diperkirakan sebesar Rp 300 juta rupiah.

  • in

    Foto Selfie Cowok ini Jadi Viral! Ia Tak Sadar Ada yang Terbang di Belakangnya

    Natizen media sosial baru-baru ini sedang dihebohkan dengan sebuah foto seorang pria yang berfoto selfie namun di belakangnya ada penampakan aneh.

    Dalam foto itu terlihat jika si pria sepertinya sedang berlibur di sebuah tempat wisata berdaratan tinggi. Pria berfoto dengan mengacungkan dua jari dan menunjukan raut muka serius.

    Pria yang mengenakan jaket putih ini juga terlihat makin kekinian dengan kacamata gaya terbaru. Foto itu diunggah di akun Twitter @bagasustomtom atau Bagas pada 19/8/2017.

    Saat diamati, foto tersebut memperlihatkan keganjilan yakni terlihat wajah ibu-ibu atau emak-emak mengalami kepanikan.

    Ternyata, bayangan terbang tadi adalah sebuah ponsel milik ibu-ibu yang jatuh. Ponsel itu lepas dari tangannya dan terbang jatuh ke arah jurang.

    Foto ini kemudian ditulis penggunggah dengan caption,

    “Eh copot copot” tulis Bagas.

    hp jatuh via: inafeed.com

    Tidak diketahui kapan dan dimana foto ini diambil.

    Walaupun begitu foto ini mendapat perhatian dari netizen.

    Alih-alih prihatin, foto ini justru mengundang tawa netizen.

    @diahsaputriii: “wkwkwk mau ngakak tapi takut kualat :’)”

    @wswidy: “Maap dil w ngakak smpe nangis2”

    @sarahgushel: “yailah bu……….”

    @rivaigreenboy: “Eh anu.. eh anu…”

    Sejak diunggah foto ini telah diretweets sebanyak 2.584 kali dan mengumpulkan 578 like.

    Nah loe guys, hati-hati jika ingin berselfie di tempat ketinggian jangan sampai ponsel kamu masuk jurang juga guys.

  • in

    Ditelantarkan orangtua saat usia 14 tahun, gadis ini sekarang jadi artis terkenal dan cantik banget!

    3 tahun berjuang akhirnya ia debut sebagai member girlband Korea Selatan.

    Kesuksesan diraih tidak semudah membalikkan tangan, seperti kisah artis yang kini meraih kesuksesan berkat kerja kerasnya. Kisah hidupnya baru terungkap setelah ia berhasil menjadi artis yang kini namanya dipuji-puji oleh kalangan masyarakat.

    Kehidupan wanita kelahiran 13 Januari 1991 ini pernah berada dititik paling bawah pada 12 tahun lalu, hal ini akibat dari perceraian orang tuanya pada saat ia masih berusia 14 tahun. Ia harus merasakan kepahitan saat itu. Dengan terpaksa ia harus pindah dari rumahnya dan tinggal dirumah Tantenya.

    Saat itu ia sangat kesepian, nmaun ia bekerja keras demi meraioh cita-cita yang diimpikannya. Setiap pulang sekolah Ia pergi latihan di agensinya sampai malam tiba. Sampai rumah is harus makan malam dengan cepat karena ia tak mau mengganggu keluarga tantenya yang sudah tidur.

    Saat itu Ia berjuang sendiri dan tak ada satupun yang mendukungnya. Kerja kerasnya tak hanya sampai disitu, sebagai pelajar ia juga harus menyelesaikan tugasnya yaitu belajar.

    Goo Hara, penyanyi dan aktris asal Korea Selatan via: merdeka.com

    Bahkan teman-temanya banyak yang mengatakan agar dirinya menyerah tapi ia tetap bekerja keras untuk menjadi bintang. 3 tahun berjuang akhirnya ia debut sebagai member girlband Korea Selatan. Ialah, Goo Hara, penyanyi dan aktris asal Korea Selatan yang menjadi bagian dari girlband KARA.

    Perjuangannya punmembuahkan hasil ia kerap membintangi sejumlah drama dan berhasil merilis mini album sendiri bertajuk ‘Alohara (Can You Feel It?)’ pada tahun 2015 lalu. sumber : planet merdeka

  • in

    Berjuang Jadi Kuli Demi “Calon Istri” Kuliah. Pria Ini Ditinggal Nikah Dengan Pria Kaya, Tak Disangka 3 Tahun Kemudian..

    Sungguh sedih apa yang menimpa pria ini. Ia sudah berkorban jiwa dan raga demi pacarnya, malah balasan ini yang ia terima.

    Meskipun ketika kekasihnya berkhianat, balasan telak ini tak terduga terjadi.

    Begini kisahnya:

    Namanya Chen Hong, ketua kelas saya. Dia cantik, prestasi di sekolah sangat bagus.

    Nada bicaranya halus dan lembut. Di dalam kelas kami duduk semeja.

    Karena kegigihanku mengejarnya, akhirnya dia bersedia menjadi pacarku.

    Setelah mengawali cinta yang naif, Chen Hong dengan tegas mengatakan kepadaku agar jangan sepanjang hari mencarinya, karena masih harus belajar.

    Kita perlu saling mendukung dan membangkitkan semangat masing-masing, berusaha lulus dengan sebaik mungkin dan bisa diterima di universitas bergengsi.

    Berbekal dengan tekad yang sama, kami pun berhasil melewatinya dengan hasil ujian yang manis.

    Sayangnya, saya hanya diterima di akademi, sedangkan Chen Hong bisa masuk di universitas bergengsi.

    Tapi kondisi ekonomi keluarganya tidak terlalu bagus, ditambah lagi dengan orangtuanya yang lebih mengutamakan anak laki-laki daripada perempuan.

    Orangtuanya tidak bersedia membiayai kuliahnya, menyuruhnya tidak usah kuliah, langsung cari kerja saja.

    Melihatnya selalu murung sepanjang hari, aku pun bilang kepadanya.

    “Kamu kuliah saja, kan masih ada aku, aku juga tidak mau melanjutkan di akademi, jadi, aku akan cari kerja dan membiayai kuliahmu.”

     

    Awalnya dia menolak, karena aku tetap bersikeras menyuruhnya kuliah, akhirnya ia pun kuliah di universitas bergengsi itu.

    Sementara aku pun mengawali karier hidupku dengan bekerja di sebuah pabrik.

    Demi membiayai kuliahnya, setiap bulan aku menyisakan uang untuk biaya hidupku sehari-hari, selebihnya aku serahkan kepadanya.

     

    Singkat cerita, setelah empat tahun kemudian, pacarku pun menyelesaikan kuliahnya.

    Selama empat tahun itu, karena ingin berhemat.

    Aku pun jarang menemuinya. Kami bertemu pada saat hari raya nasional, sehari-hari kami hanya mengadakan kontak via telepon.

    Tak lama setelah lulus dia akhirnya mendapat pekerjaan.

    Suatu hari, aku ingin memberinya sebuah kejutan, lalu aku pun menunggunya di depan gerbang kantornya, dan saat akan meneleponnya.

    Aku melihatnya berjalan keluar bersama denga rekan kerjanya, dan dia tampak terkejut ketika melihatku.

    Melihat itu, rekan sekantornya bertanya siapa pria itu, “Oh, dia kakak sepupu saya di kampung,” katanya merespon pertanyaan rekannya.

    Dadaku serasa sesak mendengar perpakataan itu, namun, dia mencoba menjelaskan kepada saya bahwa aturan perusahaan melarang karyawannya pacaran.

    Semuanya akan normal kembali setelah nanti dia naik jabatan. Dan aku percaya saja dengan penjelasannya

    Tak lama kemudian, aku bilang mau menikah, tapi dia meyakinkanku dengan alasan kariernya baru menanjak.

    Kami memang pacaran jarak jauh, terpisah antar dua daerah.

    Sampai suatu hari, ketika kita bertemu dia bilang bosan dengan pacaran jarak jauh, dan bilang akan menikah dengan seseorang.

    Bukan main gembiranya aku mendengarnya, aku pikir akhirnya dia bersedia juga menikah denganku.

    Tapi tak disangka, dia bilang sudah tidak mencintaiku lagi, dia ingin menikah dengan pria lain. Sesaat aku terhenyak dan nyaris tak percaya mendengar apa yang dikatakan, namun, tanpa menoleh lagi dia pun pergi meninggalkan aku.

    Temanku bilang, ada seorang pria tampan mengendarai mobil mewah sambil membawa kado bertandang ke rumahnya untuk tunangan.

    Aku tidak rela, dan ke rumahnya, orangtuanya hanya tahu ada seseorang yang baik hati yang selalu membantunya, tapi tidak pernah tahu sosok orang baik hati ini adalah aku.

    Lalu dengan tenang aku bilang aku adalah teman sekolahnya. Ingin sekali menghadiri pernikahannya, mengucapkan selamat berbahagia dalam resepsi pernikahannya nanti, karena alasan sebagai teman sekolah inilah, aku pun mendapatkan waktu dan tempat pernikahannya.

    Pada hari pernikahannya, aku melihatnya turun dari mobil pernikahan, ditanganku aku membawa sebuah buku catatan tentang biaya yang kukeluarkan selama bertahun-tahun untuk membiayai kuliah dan hidupnya sehari-hari ketika itu, dan sekarang aku ingin menagihnya.

    Dia tampak panik dan bingung sekaligus malu setelah melihatku, melihat suasana itu, mempelai pria pun bertanya kepadanya, tapi dia hanya diam membisu.

    Kemudian, ayahnya si mempelai pria menarikku menjauh dari sana.

    Lalu memberikan uang kepadaku dan menyuruhku segera pergi, atau dia akan mengambil tindakan kalau aku tak mau pergi.

    Aku pun pergi setelah menerima uang itu, meski pun sakit hati ini, tapi aku sadar semua itu sudah berlalu, dan aku merasa tidak pantas bersedih hati hanya untuk wanita seperti itu.

    Hingga akhirnya dengan uang itu aku buat modal usaha.

    5 Tahun kemudian usahaku berhasil begitu pesat dan kini aku membuat beberapa usaha di kota.

    Hidupku berubah 180 derajat, akupun melanjutkan kuliah dan aku bersyukur aku menemukan wanita yang begitu cantik dan menerima ku.

    Suatu hari saat menuju kantor aku melihat seorang wanita yang kukenali, aku minta sopir untuk berhenti karena aku melihat Chen mantan ku dulu.

    Ia berjalan seperti kebingungan, menjinjing tas seperti menunggu angkutan umum.  Memberanikan diri aku mendatanginya dan bertanya ada apa. Ia langsung pangling melihat perubahannku.

    Dia menangis dan menceritakan jika hidupnya tak bahagia, karena suaminya pemarah dan kini ia pergi karena dicerai.

    Melihat itu aku kasihan dan mengantarrnya kedesa tempat kedua orang tuanya. Dia sempat meminta maaf dan mengaku menyesal, tapi sayang sekarang aku sudah ada wanita lain yang begitu baik padaku.

    Orang yang dapat bekerja keras akan menjadi Seseorang yang luar biasa di kemudian hari.

    Menipu orang adalah sebuah bencana, mengampuni orang adalah sebuah kebahagiaan.

    Kebaikan maupun kejahatan,jika waktunya tiba pasti ada balasan Karmanya.

    Perjalanan yang jauh dapat membuktikan Kekuatan seekor Kuda, Waktu akan dapat membuktikan hati seseorang.

    Kebaikan tidak boleh dihilangkan, Kejahatan tidak boleh dikembangkan. (tribun)

  • in

    5 Fakta Menarik Jemput Paksa Setya Novanto: Mulai Fahri Hamzah Sebut Gila Sampai Beda Jokowi-JK

    Drama jemput paksa Ketua DPR Setya Novanto sampai 5 jam di kediamannya pada Rabu (15/11/2017) malam hingga Kamis dini hari benar-benar menyedot perhatian masyarakat.

    Sederet TV swasta menayangkan langsung drama penjemputan.

    Jajaran petinggi KPK bersiaga penuh di markasnya.

    Di Twitter heboh ribuan orang terus memantau perkembangan detik demi detik hasil penjemputan paksa sang Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

    Berikut TribunStyle.com himpun 5 fakta paling menarik drama penjemputan Setnov yang dihimpun dari berbagai sumber:

    Belum Berhasil Tangkap Setnov, Tapi Bisa Amankan Dokumen Penting

    Hingga drama 5 jam penjemputan Setya Novanto, yang bersangkutan tiada di rumah.

    Tapi dokumen-dokumen penting berhasil disita KPK.

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) akhirnya keluar dari rumah Ketua DPR Setya Novanto sekitar pukul 02.43 WIB.

    Mereka keluar setelah lima jam berada di kediaman Novanto di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Kesepuluh penyidik keluar dengan membawa tiga tas jinjing, satu koper biru, satu koper hitam, dan satu alat elektronik yang belum diketahui fungsinya.

    Saat ditanya mengenai aktivitas di dalam, mereka semua enggan menjawab dan terus berjalan menuju mobil masing-masing. Mereka pun enggan menanggapi saat ditanya wartawan ihwal barang yang dibawa di dalam tas dan koper.

    Mereka meninggalkan kediaman Novanto dengan menggunakan sepuluh mobil Toyota Innova.

    Rabu malam (15/11/2017), KPK menyambangi rumah Ketua DPR Setya Novanto, mereka tiba di kediaman Novanto pukul 21.40 WIB.

    Petugas polisi tampak berjaga-jaga di depan pintu masuk rumah Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Seharusnya hari ini, Rabu (15/11), Novanto diperiksa di KPK namun tidak datang. Dia memilih berada di gedung DPR untuk mengikuti rapat Paripurna.

    Seperti diketahui, KPK menetapkan kembali Novanto sebagai tersangka pada Jumat (10/11/2017).

    Novanto sebelumnya lolos dari status tersangka dalam penetapan sebelumnya setelah memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK.

    Dalam kasus ini, Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

    Adapun sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dan dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

    Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar. Akibat perbuatannya bersama sejumlah pihak tersebut negara diduga dirugikan Rp 2,3 triliun pada proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

    Awalnya Tidak Dibolehkan Masuk Setnov 

    Petugas KPK memasuki kediaman Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (16/11/2017). Sejumlah penyidik KPK mendatangi kediaman Setya Novanto setelah dirinya mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka kasus KTP Elektronik.  (Tribunnews.com/ Irwan Rismawan)
    Petugas KPK memasuki kediaman Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (16/11/2017). Sejumlah penyidik KPK mendatangi kediaman Setya Novanto setelah dirinya mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka kasus KTP Elektronik. (Tribunnews.com/ Irwan Rismawan) ()

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) akhirnya mendatangi kediaman Ketua DPR Setya Novanto, di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017) malam.

    Mereka tiba pukul 21.40 WIB. Ketika tiba di kediaman Novanto, para penyidik KPK tak langsung diizinkan masuk.

    Para penyidik KPK menunggu di depan kediaman Novanto untuk menunggu Novanto maupun kuasa hukumnya.

    Pukul 21.55 WIB, kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi, keluar dari rumah kliennya dan menuju mobilnya.

    Ia terlihat mengambil dokumen, kemudian masuk kembali ke rumah Novanto. Namun, Fredrich enggan menjawab saat ditanya dokumen apa yang dibawanya.

    Pada hari ini, KPK melakukan pemanggilan pertama Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP.

    Namun, yang bersangkutan tak dapat memenuhi panggilan KPK dengan sejumlah alasan, salah satunya tengah mengajukan uji materi UU KPK.

    Sebelumnya, Novanto telah tiga kali mangkir dari pemanggilan KPK sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

    Sejauh ini, belum ada keterangan dari KPK soal tujuan kedatangan penyidiknya ke kediaman Ketua Umum Partai Golkar itu.

    Trending Tagar “TangkapNovanto” di Twitter

    Poster Setya Novanto
    Poster Setya Novanto ()

    Tanda pagar atau tagar “TangkapNovanto” menjadi trending topic pada media sosial Twitter, Kamis (15/11/2017) malam.

    Hingga Pukul 23.42 WIB, tagar tersebut masih berada pada posisi teratas.

    Hal ini menyusul sejumlah Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang pada Kamis malam mendatangi kediaman Setya Novantodi Jalan Wijaya XIII.

    Adapun Ketua DPR RI itu saat ini berstatus tersangka pada kasus korupsi proyek e-KTP.

    Beberapa warganet meminta agar KPK bisa segera menangkap Novanto.

    “Semoga #TangkapNovanto benar-benar terjadi dan kemudian segera tercipta proses hukum yang seadil-adilnya. Jika benar, ini satu pertanda bahwa KPK BERANI MEWUJUDKAN KEADILAN!” tulis pemilik akun @jolayjali.

    “Papa dimana kau berada? Ku harap menyerahlah!!” tulis pemilik akun @zidnyfahmy_90.

    Warganet lainnya mengungkapkan antusiasmenya menyaksikan siaran langsung peristiwa tersebut di televisi atau lewat media lainnya.

    “Tadinya mau tidur eh baca berita SN dijemput paksa setelah beberapa kali mangkir, jadi melek deh depan TV,” kata pemilik akun @salendra18.

    Seperti diberitakan, penyidik KPK mendatangi kediaman Novanto di kawasan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Pada hari Rabu, KPK melakukan pemanggilan pertama Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP.

    Namun, yang bersangkutan tak dapat memenuhi panggilan KPK dengan sejumlah alasan, salah satunya tengah mengajukan uji materi UU KPK.

    Sebelumnya, Novanto telah tiga kali mangkir dari pemanggilan KPK sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

    Komisi Pemberantasan Korupsi pun mengimbau Ketua DPR RI Setya Novanto untuk menyerahkan diri.

    “Secara persuasif kami himbau SN dapat menyerahkan diri,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Rabu (15/11/2017).

    Rabu Malam tim KPK mendatangi kediaman Novanto di jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Febri mengatakan, tim mendatangi kediaman Novanto karena yang bersangkutan beberapa kali tidak menghadiri pemeriksaan KPK.

    “KPK mendatangi rumah SN karena sejumlah panggilan sudah dilakukan sebelumnya namun yang bersangkutan tidak menghadiri,” ujar Febri.

    Ketua Umum Partai Golkar itu kembali mengutarakan berbagai alasan ketidakhadiran di KPK melalui surat.

    Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penyidik kali ini menerima surat keterangan ketidakhadiran yang dikirimkan pengacara Setya Novanto.

    “Surat dari pengacara,” ujar Febri saat dikonfirmasi.

    Dalam surat tersebut, pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, mengatakan, ketidakhadiran kliennya lantaran pihaknya sedang mengajukan uji materi di Mahkamah Konstitusi terhadap Undang-Undang KPK.

    Novanto sebelumnya juga tak menghadiri panggilan pemeriksaan sebagai saksi di Gedung KPK.

    Namun, sebelumnya ‘surat sakti’ ketidakhadiran dibuat melalui Sekretariat Jenderal DPR.

    Dalam surat yang menjadi senjata Novanto menghindari penyidikKPK, dia beralasan bahwa KPK harus mengantongi izin dari Presiden Joko Widodo untuk dapat memeriksa dirinya.

    Alasan serupa juga digunakan Novanto pada pemanggilan sebelumnya.

    Novanto dalam suratnya ke KPK menggunakan aturan mengenai Pasal 20A Huruf (3) UUD 1945 sebagai alasan mangkir.

    Pasal itu mengatur hak imunitas anggota DPR.

    Selain itu, Novanto juga beralasan dengan menggunakan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 mengenai Hak Anggota Dewan Huruf (h) terkait imunitas. Pasal itu dijadikan alasan mangkir dari panggilan.

    Pada September 2017, Novanto juga dipanggil menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK.

    Namun, pada pagi hari, istri Novanto mengirimkan surat berisi keterangan bahwa Ketua Umum Partai Golkar itu sedang sakit dan tidak dapat menghadiri panggilan penyidik KPK.

    Pada hari yang sama dengan jadwal pemeriksaan, Novanto menjalani perawatan di rumah sakit.

    Ia bahkan menjalani operasi di Rumah Sakit Premier Jatinegara.

    Novanto sebelumnya lolos dari status tersangka dalam penetapan sebelumnya, setelah memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK.

    Dalam kasus ini, Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

    Adapun sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

    Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar.

    Diduga akibat perbuatannya bersama sejumlah pihak tersebut, negara dirugikan Rp 2,3 triliun pada proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

    Pasal yang disangkakan terhadap Novanto yakni Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

    Fahri Hamzah Tak Percaya Jemput Paksa dan Sebut Gila 

    Fahri Hamzah
    Fahri Hamzah ()

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah terkejut dengan langkah Komisi Pemberantasan Korupsi yang diduga berupaya menjemput paksa Ketua DPR Setya Novanto.

    “Kalau ada yang berani jemput paksa Setya Novanto, itu pasti perintah datang dari orang kuat di negara ini, sehingga aparat kepolisian khususnya, mau saja ikut-ikutan merusak lembaga negara,” kata Fahri, Rabu (15/11/2017).

    Fahri mengaku sudah mendengar rumor terkait upaya penjemputan paksa Setya Novanto yang dilakukan malam ini. Namun, ia sempat tidak percaya dengan rumor tersebut.

    “Saya tidak percaya bahwa kita semua sudah gila,” kata Fahri.

    Menurut Fahri, keterlibatan KPK dalam gerakan politik menarget Setya novanto akan menghancurkan seluruh bangunan negara hukum di Indonesia.

    “Presiden Jokowi harus bertanggung jawab apabila hal itu terjadi,” kata dia.

    Setya Novanto sebelumnya sudah 3 kali mangkir dari panggilan KPK sebagai saksi kasus E-KTP. Lalu pada Rabu hari ini, Novanto yang diperiksa sebagai tersangka juga mangkir.

    Akhirnya pada Rabu malam ini, sejumlah penyidik KPK mendatangi rumah Ketua DPR itu.

    Selain itu, berdasarkan pantauan Kompas.com, sejumlah petugas kepolisian juga terlihat berjaga. Bahkan, ada aparat kepolisian yang membawa senapan laras panjang yang berjaga.

    Lebih Tegas JK DIbanding Jokowi Terkait Setnov

    Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla  (Tribunnews.com/ Dany Permana)
    Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (Tribunnews.com/ Dany Permana) ()

    Aktivis Indonesia Corruption Watch Adnan Topan Husodo menilai Presiden Joko Widodo belum menunjukkan ketegasan dalam agenda pemberantasan korupsi, khususnya terkait kasus korupsi e-KTP yang menjerat Ketua DPR Setya Novanto. Bahkan ketegasan Jokowi dinilai kalah dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    “Yang sebenarnya lebih tegas itu kan Pak JK dalam kasus (Setya Novanto) ini,” kata Adnan di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

    Adnan mengatakan, sejak awal Novanto sudah jelas-jelas menjadikan Jokowi sebagai tameng dalam menghadapi kasus E-KTP ini. Misalnya, Novanto menolak diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi sebelum lembaga antirasuah itu mengantongi izin Presiden.

    Namun, Adnan menyesalkan pernyataan Jokowi yang tidak tegas menyikapi manuver Novanto ini.

    Jokowi justru hanya menyerahkan segala proses hukum tersebut kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Harusnya, lanjut Adnan, Jokowi bisa menyatakan dengan tegas bahwa KPK bisa atau tidak mengantongi izin Presiden untuk memeriksa anggota DPR. Presiden juga bisa meminta pandangan pakar hukum terlebih dahulu untuk menguji argumen Setya Novanto.

    “Kalau ahli hukum mengatakan (argumen Novanto) tidak tepat, ya Presiden mengatakan ‘tidak perlu izin. Oleh karena itu, jangan jadikan saya sebagai bemper’ sehingga tidak kemudian dimanfaatkan,” ucap Adnan.

    Adnan menilai, Wapres Jusuf Kalla justru mengeluarkan pernyataan yang lebih tegas mengenai manuver Novanto ini. Kalla sejak awal menegaskan bahwa KPK tidak perlu mengantongi izin presiden untuk memeriksa anggota DPR.

    “Jauh-jauh hari Pak JK bilang tidak harus ada izin dari Presiden dan alasannya saya kira sudah tepat,” kata Adnan.

    Adnan pun menilai, sikap Presiden yang tidak tegas ini karena pertimbangan faktor politik, yakni terkait posisi Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Partai Golkar adalah bagian dari koalisi pemerintah saat ini dan sudah menyatakan dukungan ke Jokowi untuk pemilu 2019.

    Jokowi sebelumnya merespons alasan Novanto yang menolak memenuhi panggilan pemeriksaan di KPK karena tak ada izin Presiden. Jokowi menyerahkan segala proses hukum tersebut kepada tata acara yang berlaku.

    “Buka undang-undangnya semua. Buka undang-undangnya. Aturan mainnya seperti apa, disitulah diikuti,” ujar Jokowi sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi Istana, Rabu (15/11/2017).

    Pasal 245 Ayat 1 Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) yang sudah diuji materi Mahkamah Konstitusi memang mensyaratkan pemeriksaan anggota DPR harus seizin presiden.

    Namun, Pasal 245 Ayat 3 menyatakan bahwa ketentuan Ayat 1 tidak berlaku apabila anggota DPR melakukan tindak pidana khusus, termasuk korupsi.

    Pakar hukum tata negara Mahfud MD mengatakan, berdasarkan aturan tersebut, artinya penyidik KPK tidak perlu meminta izin Presiden terlebih dahulu jika ingin memeriksa Novanto.( Tribunnews.com) 

  • in

    Setelah Kematian Dokter Letty, Kakak Kandung Ungkap Kelakuan Pelaku Selama Ini, Parah Banget!

    Seorang dokter bernama Letty Sultri tewas ditembak di Klinik Az-zahra di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, Kamis (9/11/2017) sore.

    Korban tewas ditembak suaminya yang berinisial H karena permasalahan rumah tangga.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

    Saat itu, Letty sedang bersama dua karyawannya di ruang pendaftaran klinik dan tiba-tiba datang sang pelaku.

    Mengetahui kedatangan pelaku, Letty ke luar ruangan menghampirinya.

    Tak berapa lama, korban dan pelaku terlibat cekcok.

    “Kemudian korban langsung masuk ke dalam ruangan sambil meminta tolong, kemudian saksi Nabila menghampiri dan melihat pelaku membawa senjata api,” kata Argo.

    Kematian Dokter Letty membuat keluarga dan kerabat berang kepada Tersangka.

    Kami minta pelaku dihukum dengan setimpal sesuai perbuatannya, seberat-beratnya,” kata Afifi Bachtiar, kakak kandung Letty, saat ditemui Kompas.com di kediamannya, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (10/11/2017).

    Melansir dari Kompas.com, Afifi sang kakak korban, mengatakan bahwa adiknya kerap menceritakan tingkah laku H kepadanya.

    Menurut Afifi, Letty mengeluhkan sikap pemalas H.

    “Kalau dengan keluarga lain, H ini orangnya baik, ceria-ceria saja. Tetapi, kalau di rumah, H ini pemalas,” kata Afifi.

    Afifi juga mengatakan, H menunjukkan sikap pemalasnya setelah dua tahun menikah.

    Dia jarang keluar rumah meski merupakan dokter kecantikan.

    “Kerjaan hanya nonton TV, memberikan nafkah tidak, uang rokok minta ke adik saya,” kata Afifi.

    Sementara Letty, kata Afifi, adalah orang yang ramah dan penuh kasih sayang.

    “Korban sangat dekat dengan keponakan sampai-sampai keponakannya datang semua ke sini,” ujarnya.

    Hingga saat ini, H masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya.

    (TribunStyle.com/ Burhanudin Ghafar Rahman)

  • in

    Warga Tangkap Buaya Raksasa Saat Perutnya dibelah Ternyata ini Isinya

    Seekor buaya sepanjang 5 meter ditangkap dan dibunuh oleh SWAT di Sarawak, Malaysia.

    Ketika mereka membelah perut buaya itu, semua terkejut ketika menemukan sesuatu yang tak biasa.

    Sekor buaya yang diyakini telah memakan Bentayan Ilah, 31, dari Kampung Hulu Tambak, Pusa, dibunuh oleh Wildlife Action Force (SWAT), Sarawak Forestry Corporation (SFC) beberap waktu yang lalu.

    Juru bicara SFC mengatakan buaya tersebut ditangkap dengan menggunakan sistem isolasi.

    Dengan memasang umpan ayam di sepanjang Sungai Rimbas sepanjang lima kilometer.

    Di dekat lokasi korban yang dilaporkan hilang.

    Menurutnya, buaya sepanjang 4,8 meter itu akhirnya terjebak.

    Setelah mengonsumsi satu dari 13 kait umpan ayam yang dipasang di sepanjang sungai.

    Dilansir kisahbaru, saat dinaikkan ke darat, perut buaya itu dibedah di depan polisi.

    Keluarga dan penduduk desa menemukan bagian tubuh manusia di dalamnya.

    Anggota tubuh manusia yang ditemukan di perut buaya diserahkan ke polisi.

    Untuk analisis asam deoksiribonukleat (DNA).

    Dalam insiden 24 September lalu itu, Bentayan dengan sepupunya yang berusia 31 tahun menangkap ikan di sungai.

    Sebelum disambar seekor buaya, pukul 15.30.

    Korban menjerit meminta bantuan sebelum menghilang dari pandangan.

    Keesokan harinya, tim pencari dan penyelamat (SAR) menemukan potongan usus di area pencarian.

    Dipercaya itu milik korban, sementara potongan kaki, tangan kanan dan kepala korban ditemukan pada tanggal 27 September.

  • in

    Ngamuk 'Diskakmat' Akbar Faizal di ILC, Jonru Ngamuk dan

    Pegiat media sosial, Jon Riah Ukur Ginting atau yang karib disapa Jonru, ngamuk dalam acara Indonesia Lawyer’s Club.

    Peristiwa tersebut berawal saat Anggota Komisi III DPR-RI Akbar Faisal bertanya terkait unggahan Jonru tentang Presiden Joko Widodo.

    Postingan Jonru di akun jejaring sosial Facebook-nya dibacakan Faisal di depan para peserta diskusi.

    “Jokowi merupakan Presiden yang belum jelas siapa orangtuanya. Sungguh aneh, untuk jabatan sepenting presiden, begitu banyak orang yang percaya kepada orang yang asal muasalnya serba belum jelas,” ujar Faizal membacakan postingan yang tertera di ponsel miliknya.

    Setelah membacakan postingan tersebut, Akbar pun mulai bertanya ke Jonru.

    “Saya mau bertanya. Apakah betul Anda pernah memposting ini?” ujar Akbar dalam acara yang ditayangkan pada Selasa (29/8/2017).

    Lalu pertanyaan itu dijawab oleh Jonru.

    “Iya benar pak,” ujar Jonru yang malam itu mengenakan kemeja berwarna hitam.

    Akbar menilai jawaban Jonru merupakan pengakuan dan memberikan kode kepada Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul yang hadir dalam diskusi itu.

    “Monggo silakan pak polisi, ini adalah pengakuan,” ujar Akbar.

    Dia pun mengatakan bahwa tahu dengan jelas siapa ibunda Jokowi.

    “Saya sedih karena kebetulan saya bagian dari tim inti Pak Jokowi pada saat itu dan ikut merancang pemerintahan ini. Saya tahu betul siapa ibunya Pak Jokowi. Saya mencoba untuk tidak marah. Saya tidak bayangkan bagaimana rasanya bila ibu saudara Jonruatau Pak Jokowi dihina seperti ini,” ujar Akbar Faizal menahan amarah.

    Namun Jonru membantah menghina dalam postingannya tersebut.

    Dengan geragapan, Jonru mengelak dengan mengatakan postingan bukan ‘hate speech.’

    “Saya mengakui menulis (postingan) itu, tapi saya tidak menghina,” ujar Jonru.

    Dia tetap bersikukuh postingannya yang mengatakan asal muasal orangtua Jokowi tidak jelas bukanlah sebagai bentuk penghinaan.

    Akbar pun meminta kepada polisi untuk memproses hukum Jonru.

    “Saya minta kepada pak polisi, disaksikan seluruh orang Indonesia, tolong diproses manusia ini,” ujar Akbar sambil menunjuk Jonru.

    Kemudian, Jonru berteriak lantang.

    “Saya tidak takut. Silakan diproses,” ujar Jonru sambil mengacungkan tangan kirinya ke atas.