• in

    Gajah yang sedang Hamil ini ditemukan tewas di Aceh Timur, diduga Kena Racun

    Seekor gajah betina yang sedang bunting ditemukan tewas di hutan Desa Seunebok Bayum, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur, Ahad, 24 Desember 2017. Gajah berusia 25 tahun ini diduga tewas diracun.

    “Gajah itu dalam keadaan hamil sekitar 14 bulan. Mengandung bayi laki-laki,” kata Sapto Aji Prabowo, Kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melalui pesan tertulis, Ahad 24 Desember 2017.

    Menurut Sapto, gajah yang diperkirakan mati sepuluh hari lalu telah diperiksa oleh tim dokter dengan tindakan otopsi. Sampel kotoran usus, ginjal dan jantung diambil untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Sebab kematian diduga kuat karena racun. “Ada tanda kehitaman di kotoran, usus, dan jantung yg mengindikasikan kematian karena racun.”

    Sejauh ini, Sapto dan tim sudah meminta keterangan salah seorang warga di sekitar lokasi kematian. Menurut warga, gajah tersebut telah memakan pupuk di ladang warga beberapa hari sebelum penemuan bangkai.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Timur, Ajun Komisaris Parmohonan Harahap sebelumnya melaporkan kematian gajah betina di Desa Seuneubok Bayum, Jumat lalu, setelah polisi mengidentifikasi temuan bangkai binatang yang dilindungi itu. Laporan awal temuan bangkai berasal dari warga yang sedang berkebun di sekitar lokasi.

    Para saksi warga kemudian melaporkan kepada kepala desa dan diteruskan ke polisi sektor. “Setelah mendapat info awal, kami ke lokasi bersama anggota Koramil dan staf BKSDA,” kata Parmohonan. Dengan kematian gajah tersebut, sepanjang 2017, sudah ada sebanyak sepuluh gajah yang tewas di berbagai wilayah di provinsi Aceh. Sebagian besar gajah mati berjenis kelamin jantan dan ditemukan tanpa gading.

    Artikel Asli

  • in

    9 Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami dan Cepat ala Rumahan

    Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang umum dialami setiap orang setidaknya sekali dalam hidup mereka. Area utama terjadinya jerawat adalah dahi, dagu, dada dan bagian belakang. Masalah kulit ini bisa mempengaruhi pria dan wanita. Namun, ini lebih sering terjadi pada wanita. Apalagi orang yang memiliki kulit berminyak lebih rentan terhadap masalah kulit ini. Penyebab utama terjadinya jerawat adalah perubahan hormonal dan sebum (minyak alami) dan kotoran yang terjebak dalam pori-pori kulit. Cara terbaik untuk mengobati jerawat adalah dengan alami dan mengikuti pengobatan buatan sendiri karena mereka tidak memiliki efek samping seperti kosmetik. Baca lebih lanjut, untuk mengetahui perawatan jerawat buatan terbaik.

    Pengobatan Jerawat Homemade Terbaik:

    1.) Jus Lemon untuk Pengobatan Jerawat

    Ini adalah salah satu perawatan jerawat buatan tangan terbaik. Jus lemon memiliki khasiat asam yang membantu mengobati jerawat. Ini akan menghapus kotoran, kelebihan minyak yang terakumulasi di pori-pori dan menyebabkan jerawat dan jerawat. Selain itu, juga dikenal sebagai pemutih alami sehingga setelah merawat jerawat, maka akan meringankan bekas jerawat jika ada. Namun, jika Anda merasa kuat, tambahkan sedikit air sebelum mengoleskan kulit.

    Cara Menggunakan Lemon:

    • Campurkan jumlah yang sama jus lemon dan air mawar. Oleskan ini pada bagian kulit yang terkena dengan bantuan cotton bud dari q-tip. Biarkan selama beberapa menit dan kemudian bilas dengan air.
    • Jika Anda tidak memiliki kulit sensitif maka secara langsung gosokkan sepotong lemon ke atas dan sekitar jerawat. Biarkan selama beberapa menit dan kemudian bilas.
    • PS- Hindari pergi ke luar saat Anda mengoleskan lemon.

    2.) Soda Roti untuk Pengobatan Jerawat

    Baking soda dianggap sebagai exfoliant alami. Ini juga memiliki sifat antiseptik dan anti-inflamasi. Semua sifat ini membantu mengobati jerawat. Namun, jangan diaplikasikan untuk waktu yang lama karena bisa membuat kulit Anda kering.

    Cara Menggunakan Baking Soda:

    • Campurkan 2 sendok teh baking soda dan air untuk mendapatkan pasta kental. Oleskan pasta ini ke kulit yang terkena. Biarkan selama beberapa menit dan kemudian bilas dengan air dingin.
    • Sebagai alternatif, campurkan 2 sendok makan baking soda, satu sendok teh bubuk kayu manis, beberapa tetes madu dan satu setengah jus lemon. Campur bahan ini dengan saksama. Oleskan pasta ini ke area yang terkena kulit.
    • Biarkan sampai benar-benar mengering. Kemudian bilas dengan air.
    • Jangan gunakan baking soda lebih dari 3 kali dalam seminggu.

    3.) Minyak Pohon Teh untuk Pengobatan Jerawat

    Tidak hanya berguna untuk memerahkan bibir saja, minyak pohon teh mampu membantu menghilangkan jerawat membandel pada kulit kita secara permanen. Ini unclog pori-pori dan juga memiliki sifat antiseptik yang membantu mengobati infeksi jerawat.

    Cara Menggunakan Minyak Pohon Teh:

    • Bersihkan daerah yang terkena dan kemudian oleskan teh mencoba minyak di atasnya dengan bantuan bola kapas.
    • Jika Anda menemukan minyak terlalu kuat maka Anda bisa mencairkannya dengan menambahkan beberapa tetes air ke dalamnya sebelum mengaplikasikannya.
    • Untuk hasil tangkapan, Anda bisa menambahkan gel Aloe-Vera ke dalam minyak pohon teh.

    4.) Pasta gigi untuk Pengobatan Jerawat

    Anda juga bisa menggunakan pasta gigi putih sebagai cara menghilangkan jerawat. Ini mengeringkan jerawat dan membuatnya mati. Pastikan bahwa Anda tidak menggunakan pasta gigi transparan karena tidak baik untuk kulit. Ini adalah salah satu perawatan jerawat buatan yang paling mudah.

    Cara Menggunakan Pasta Gigi:

    • Sebelum menuju tempat tidur menerapkan pasta gigi putih ukuran kacang polong pada daerah yang terkena kulit. Bilas keesokan paginya.
    • Ini juga mendinginkan properti yang membantu mengobati peradangan.

    5.) Fuller’s Earth untuk Pengobatan Jerawat

    Jika Anda memiliki kulit berminyak maka bumi yang lebih penuh adalah salah satu perawatan jerawat buatan tangan terbaik. Ini menyerap minyak, tidak membuka pori-pori dan tidak terlalu mengeringkan kulit. Anda bisa gunakan untuk menghilangkan bekas jerawat, bekas luka, menghilangkan komedo, dan menghilangkan flek hitam juga.

    Cara Menggunakan Fuller’s Earth:

    • Campurkan secukupnya bubuk cendana, tanah dan air mawar yang lebih penuh. Campur bahan ini dengan saksama.
    • Oleskan pasta buatan tangan ini ke kulit yang terkena. Biarkan kering lalu bilas dengan air.
    • Lakukan ini seminggu sekali untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

    6.) Oatmeal untuk Pengobatan Jerawat

    Oatmeal juga merupakan pengelupasan alami. Ini scrub kulit dan menghilangkan kelebihan minyak dan kotoran yang terkumpul di pori-pori. Ini adalah salah satu bahan umum yang ditemukan di sebagian besar dapur.

    Cara Menggunakan Oatmeal:

    • Masaklah secangkir oatmeal (oatmeal mentah bisa abrasif). Tambahkan jus setengah lemon dan 1 sendok teh madu ke dalamnya.
    • Gosok campuran ini ke bagian kulit yang terkena.
    • Biarkan selama beberapa menit. Kemudian bilas dengan air dingin untuk menutup pori-pori yang terbuka.
    • Ulangi ini 2 kali seminggu untuk melihat hasil yang efektif.

    7.) A loe-Vera Gel untuk Acne Treatment

    Gel lidah buaya memiliki khasiat anti inflamasi dan menenangkan. Ini tidak hanya membantu menyingkirkan jerawat, sebenarnya, ini justru mengobati penyebabnya. Ini juga bermanfaat untuk mengobati noda, whiteheads, bekas jerawat dan komedo.

    Cara Menggunakan Aloe-Vera Gel:

    • Oleskan gel Aloe-Vera segar ke kulit yang terkena. Biarkan selama beberapa menit dan kemudian bilas dengan air dingin.
    • Terapkan 2 kali sehari dan Anda akan melihat perbedaan yang terlihat dalam seminggu.

    8.) Indian Lilac for Acne Treatment

    Lilac India tidak hanya membantu mengobati jerawat, faktanya, ini adalah salah satu obat untuk semua masalah kulit, seperti noda, jerawat, bekas luka, komedo, whiteheads dan lain-lain. Sifat antimikroba dan antiseptik yang menghambat pertumbuhan bakteri yang menyebabkan jerawat.

    Cara Menggunakan Lilac India:

    • Rebus secangkir air dan tambahkan sedikit daun Lilac India ke dalamnya. Bila air berubah menjadi warna hijau matikan gas dan saring airnya. Dinginkan air ini pada suhu kamar dan gunakan untuk mencuci kulit yang terkena.
    • Sebagai alternatif, ambil segenggam daun ungu kering, hancurkan mereka untuk mendapatkan bedak tebal, tambahkan sejumput kunyit, kayu cendana dan kunyit untuknya. Tambahkan air mawar atau air biasa ke dalamnya untuk membuat pasta halus. Oleskan pasta ini ke kulit yang terkena. Biarkan selama beberapa menit dan kemudian bilas dengan air biasa.

    9.) Kulit Jeruk untuk Pengobatan Jerawat

    Kulit jeruk memiliki karakteristik yang sama dengan lemon. Ini adalah sumber vitamin C yang baik dan memiliki sifat asam. Ini pilihan Anda apakah Anda ingin menggunakannya atau jus jeruk nipis untuk mencegah reoccurrence dari jerawat dan jerawat.

    Cara Menggunakan Orange:

    • Tinggalkan kulit jeruk di bawah sinar matahari dan biarkan kering.
    • Kocok bagian yang kering untuk mendapatkan bedak tebal. Campur air ke dalamnya dan oleskan ini pada kulit yang terkena.
    • Biarkan selama beberapa menit dan kemudian bersihkan.
  • in

    Pesan Terakhir Seorang Korban Meninggal di ‘Tanjakan Emen’, Seolah Beri Pertanda?

    Sebuah kecelakaan maut terjadi di kawasan Tanjakan Emen, Jalan Raya Bandung-Subang, Kampung Cicenang, Ciater Subang, Jawa Barat.

    Insiden mengerikan tersebut terjadi pada hari Sabtu (10/2/2018) kemarin.

    Kecelakaan ini bermula saat bus bernomor polisi F 7959 AA yang membawa rombongan wisatawan dari Tangerang Selatan tidak bisa dikendalikan diduga karena rem blong.

    Beberapa saat kemudian, bus menabrak sepeda motor bernopol T 4382 MM yang ada di depannya.

    Setelah itu, bus menabrak tebing di sebelah kiri jalan dan terguling.

    Sedikitnya 27 orang tewas dalam kecelakaan tersebut.

    Salah satu korban dari kecelakaan tersebut adalah Sri Martiningsih.

  • in

    Ditetapkan Tersangka, Beginilah Pengakuan Sopir Bis Sebelum di Tanjakan Emen Kepada Polisi

    Beberapa waktu yang lalu terjadi kecelakaan maut terjadi di kawasan Tanjakan Emen, Jalan Raya Bandung- Subang, Kampung Cicenang, Ciater Subang, Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018) pukul 17.00 WIB.

    Kecelakaan yang melibatkan sebuah bus pariwisata itu menelan korban hingga tewas hingga 27 orang.

    Sebanyak 26 di antaranya merupakan anggota PKK Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, sementara satu orang diduga pengendara motor asal Karawang.

    Melansir dari Kompas.com, Kapolres Subang AKBP M Joni mengatakan, bus tersebut memiliki nomor polisi F 7959 AA.

    Para penumpang adalah rombongan wisatawan dari Tangerang Selatan.

  • in

    Senang Diberi Penumpang Uang Lebih, Driver Ojek Ini Malah Syok Saat Tahu Isinya, Netizen: Jahat

    Kehidupan di jalanan bagi sebagian orang memang terlampau keras.

    Berbagai bahaya dan ancaman akan selalu muncul.

    Meski demikian, berbagai ancaman dan bahaya tersebut harus terus dihadapi.

    Tujuannya, agar mereka bisa bertahan hidup, serta mampu menghidupi keluarga.

    Itu pula yang dihadapi oleh para driver ojek online.

    Setiap hari mereka berada di jalanan.

    Tidak jarang nyawa mereka jadi taruhan.

    Selain itu, nasib sial kadang juga harus mereka terima.

  • in

    Mbah Arjo Manusia Tertua di Indonesia, 17 Anaknya Sudah Meninggal, Begini Caranya Bertahan Hidup

    Ternyata, banyak orang Indonesia yang usianya lebih dari 100 tahun. Salah satunya, mbah Gotho, pria asal Sragen, Jateng.

    Sebelum tutup usia pada 30 April 2017 lalu, ia sempat merayakan Ultah-nya yang ke-146 tahun.

    Satu lagi, kakek yang dikabarkan usianya tertua saat ini adalah mbah Arjo Suwito.

    Meski tak ada bukti tertulis atau kesaksian orang lain, namun kakek asal Dusun Sukomulyo, Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar ini mengklaim usianya sudah 200 tahun lebih.

    Namun, data di balai desanya, ia tercatat kelahiran 1825.

    Saat ini, ia hidup bersama anaknya, Ginem (53). Katanya, Ginem itu anaknya yang ke-18, dari istrinya yang keenam.

    Sejak tahun 1990-an, mereka tinggal di lereng Gunung Kelud atau tepatnya, di Gunung Gedang.

    Dari puncak Gunung Kelud itu, tempat mbah Arjo berjarak sekitar 10 kilometer.

    Untuk menuju ke lokasi itu, tak mudah karena jalannya cukup sulit, dengan melalui perkebunan pohon Karet, yang masuk wilayah perhutani (BKPH Wlingi).

    Makanya, itu harus ditempuh dengan sepeda motor yang sudah dimodifikasi seperti trail.

    Jika mau ke tempat itu, rutenya harus melalui Kecamatan Talun, kemudian ke arah utara sekitar 12 kilometer yang sudah masuk Kecamatan Gandusari.

    Dari Kecamatan Gandusari itu, harus ditempuh menggunakan sepeda motor trail, dan melalui dua desa.

    Yakni, Desa Gandusari dan Gandungan.

    Setelah melalui medan yang sulit sepanjang 7 km, itu baru sampai ke tempat mbah Arjo.

    Tempat mbah Arjo itu lebih dikenal dengan Candi Wringin Branjang karena ada candi yang diperkirakan peninggalan Kerajaan Majapahit.

    Bahkan, candi yang bangunannya mirip Candi Penataran itu disebut-disebut, yang menemukan pertama kali adalah mbah Arjo tahun 1990.

    Saat itu, mbah Arjo baru sebulan menghuni lokasi itu, dan menemukan bangunan, yang terpendam tanah pegunungan.

    Ditemui Minggu (14/1) pukul 09.00 WIB, ia sedang duduk di dalam rumahnya. Rumah mbah Arjo, sangat tak layak karena lebih mirip gubuk, dengan ukuran 3 x 4 meter.

    Dindingnya berasal dari bambu (gedek), namun sebagian belum dianyam dan cukup dipaku. Atapnya terbuat dari alang-alang bercampur jerami.

    “Sejak saya tinggal di sini (1990-an), ya ini rumah saya. Ini saya tempati dengan anak perempuan saya,” tutur Mbah Arjo, yang bicaranya masih lancar namun mengaku sudah setahun agak susah jalan.

    Sejak tak bisa jalan itu, ia tak bisa beraktivitas apapun.

    Bahkan, mulai berak, atau kencing, itu ia lakukan di atas tempat tidurnya, yang terbuat dari bambu, dengan tikar pandan, yang kondisinya sudah kusam.

    Meski hidup di tengah hutan, namun ia mengaku tak kesulitan air bersih atau kebutuhan makan lainnya.

    Sebab, di dekat tempat tinggalnya, ada kali, yang airnya cukup jernih.

    Untuk makanannya, ia mengandalkan sayur yang ditanam sendiri, seperti daun singkong, dan bayam.

    Sementara, berasnya, ia mengaku mendapat jatah beras raskin.

    “Kalau nggak dapat jatah beras, ya saya sudah biasa cukup minum air putih saja,” paparnya.

    Ditanya usianya berapa? Mbah Arjo mengaku sudah 200 tahun.

    Soal tahun kelahirannya, ia mengaku lupa dan hanya ingat harinya.

    Yakni Selasa Kliwon (pada Subuh). Ia kelahiran Desa Gadungan, yang berjarak sekitar 8 Kilometer dari tempatnya sekarang ini.

    “Kalau dikait-kaitkan dengan peristiwa jaman dulu soal masa kecil saya, ya saya sudah lupa. Namun, ketika jaman penjajah Jepang, saya sudah beristri yang keenam kali. Sebab, kelima istri saya itu meninggal dunia, sehingga saya menikah lagi, dan dapat istri orang Ponorogo, namanya Suminem. Ia meninggal dunia ketika Indonesia Merdeka,” paparnya.

    Sebanyak enam kali menikah itu, ia mengaku dikaruniai 18 anak.

    Namun, 17 anaknya sudah meninggal dunia, dan tinggal satu, Ginem, yang hidup bersamanya.

    Ia menuturkan, dari istri pertamanya, Sumini, warga Desa Pehpulo, Kecamatan Wates (Kab Blitar), ia punya anak satu, namun sudah lama meninggal.

    Istri keduanya, Tuminem, asal Desa Semen, Kecamatan Gandusari, punya anak empat, juga sudah meninggal semua.

    Dengan istri ketiga, Paijem, asal Desa Ngambak, Gandusari, punya anak empat, juga sudah meninggal. Istri keempat, Tumila, asal Pacitan, punya anak empat, juga sudah meninggal semua.

    Untuk istrinya yang kelima, Tukinem, asal Ponorogo, tak dikaruniai anak, baru dari istrinya yang ke enam, Suminem, asal Ponorogo, dikaruniai empat anak.

    Namun, ketiganya sudah meninggal dan tinggal Ginem, yang kini berusia 53 tahun. Hanya saja, ia saat ini mengalami keterbelakangan mental.

    Widodo, Kades Gadungan, menuturkan, sebelum tinggal di komplek Candi Wringi Branjang, mbah Arjo itu warga desanya. Namun, sejak menemukan candi itu, ia ingin tinggal di situ, dengan mendirikan gubuk.

    “Kalau data di kependudukan desa kami, mbah Arjo itu tercatat kelahiran Desa Gadungan, pada 19 Januari 1825. Kalau data pendukungnya, ya nggak ada.

    Cuma, kakek saya, mbah Mawiro Pradio, yang kelahiran 1918 saja, memangil mbah arjo itu kakek.

    Berarti bisa dibayangkan, kalau mbah Arjo sudah sangat tua. Mbah saya itu baru meninggal tahun 1990 lalu,” ungkap Widodo yang usianya baru 48 ini.

    Entah apa kelebihannya, namun sejak mbah Arjo menemukan candi itu, dan tinggal di dekat candi itu, hampir ada tamu yang datang setiap hari-hari tertentu.

    Lebih-lebih, setiap malam 1 Suro, menurut Widono, mbah Arjo selalu kebanjiran tamu. Tak hanya dari Blitar, namun dari berbagai daerah, seperti Jogjakarta, Ponorogo, Pacitan, bahkan Jakarta.

    Mereka melakukan ritual di gubuknya mbah Arjo, seperti melekan.

    “Biasanya para tamunya lapor ke desa, bahkan perangkat kami seringkali yang mengantar tamu-tamunya mbah Arjo. Kalau ada melek-an 1 Suro, malah kami yang meminjami genset karena tempat tinggalnya belum terjangkau listrik,” tuturnya.

    Bahkan, tamunya tak hanya kalangan orang biasa, tak sedikit para pengusaha dan para pejabat.

    Salah sattunya adalah Heri Noegroho, Bupati Blitar dua periode, mulai 2005-1015. Meski tamunya banyak orang berduit, namun kehidupan mbah Arjo tetap sederhana.

    Buktinya, hanya sekadar beli beras saja, tak mampu sering sehingga sering tak makan.

    “Bahkan, saya tahu sendiri, pernah diberi uang oleh seorang pejabat, yang dibantunya, namun mbah Arjo tak mau. Malah si pejabat itu diberi uang dollar, yang bentuknya masih baru, dan asli. Oleh pejabat itu, dollar itu diterimanya,” tutur Widodo.

    Heri Noegroho, mengaku mengenalnya dengan baik. Itu karena ia kagum dengan kesederhaan mbah Arjo.

    “Dulu (saat masih jadi bupati), saya memang sering ke sana, dengan naik sepeda motor.

    Selain ada kepentingan tersendiri dengan mbah Arjo, juga sekalian ingin mengenalkan destinasi wisata, yakni candi penemuan mbah Arjo (Candi Wringin Branjang) itu,” tuturnya, Minggu (14/1).

    Kalau soal usia mbah Arjo, Heri Neogroho mengaku tak tahu pasti, namun ia yakin sudah 100 tahun lebih.

    Dari sosok mbah Arjo, Heri mengaku banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik. Selain sederhana, ia bisa bertahan hidup di lereng pegunungan, dengan hanya makan seadanya.

    “Mungkin, dengan kondisinya seperti itu, ia jadi awet hidup karena tak berpikiran macam-macam,” ujarnya.

    Mbah Arjo mengaku, selama hidupnya, ia mengalami enam kali Gunung Kelud itu meletus.

    Namun, ia lupa tahunnya.

    Dari enam kali meletus itu, menurutnya, yang paling dashyat tahun 1990 atau saat itu dirinya sudah tinggal di lereng gunung tersebut.

    Namun demikian, ia tak mau dievakuasi dan tetap tinggal di gubuknya itu bersama anaknya.

    “Padahal saat itu, ketebelan abunya di desa kami saja sampai 1 meter. Namun, ketika mbah Arjo mau dievakuasi, nggak mau. Malah bilang, saya nggak usah dievakuasi karena saya sudah kenal semua dan teman saya di sini banyak. Padahal, di gubuknya itu, ia hanya tinggal berdua dengan anaknya, namun katanya temannya banyak,” papar Widodo.

    Baru saat terjadi letusan Genung Kelud tahun 2014 lalu, papar Widodo, terpaksa mbah Arjo dan anaknya, dievakuasi paksa meski menolaknya.

    Memang, warga tak khawatir, kali lahar yang ada di depan gubuk rumahnya itu meluap sampai ke gubuknya, cuma yang ditakutkan, ia terkena imbas dari letusan itu.

    “Katanya, saya nggak usah dibawa pergi, wong di sini saya sudah ada yang memayungi. Tapi, kami nggak tega, ya saat itu kami ke balai desa,” ungkapnya.

    Meski mbah Arjo mengaku tak pernah pergi ke mana-mana, namun bukan berarti tak punya pengalaman hidup yang berharga.

    Hanya saja, itu jarang diceritakan ke orang karena dianggap tak perlu. Misalnya, dulu semasa jaman perjuangan, ia mengaku sering bertemu Bung Karno, dan Supriadi, Pahlawan pembela tanah air (PETA).

    Saat itu, ia masih tinggal di Dusun Sukomulyo, Desa Gadungan. Oleh Bung Karno dan Supriadi, ia disuruh menemaninya saat melakukan ritual di lerang Gunung Gedang, yang kini berdiri bangunan gubuknya itu.

    “Saat itu, saya sudah tua, bahkan Pak Karno dan Pak Supriadi, masih jejaka, sehingga kalau memanggil saya, mbah,” papar mbah Arjo.

    Katanya, dirinya bisa kenal dengan Bung Karno dan Supriadi, melalui kontak batin. Akhirnya, mereka bertemu pada suatu malam, dan disuruh menemani ritual di lereng Gunung Kelud itu.

    “Kalau ritual, saya hanya duduk di sampingnya, sampai terdengar ayam berkokok. Namun, antara pak Karno dan Pak Supriadi, seingat saya tak pernah melakukan ritual bersama di sini. Saat itu, saya lupa sedang terjadi peristiwa apa di Indonesia, namun sepertinya belum kemerdekaan,” paparnya, yang mengaku saat masih sering ketemu Bung Karno itu dirinya sudah menikah enam kali.

    Menurut mbah Arjo, saat Bung Karno sering ritual di tempatnya itu dulu, kondisinya masih hutan belantara, bahkan masih banyak binatang buas.

    Tempat duduk yang dipakai ritul Bung Karno itu, kini letaknya di dalam gubuknya itu.

    Dari pengalaman spritualnya itu,ia akhirnya meninggalkan kampungnya dan tinggal di sebuah gubuk di tempat itu tahun 1990.

    “Selama tinggal di sini, saya memang sering bermimpi, bertemu Pak Karno. Bahkan, dalam mimpi saya itu, Pak Karno sering berkunjung ke sini,” ujarnya,.

    Ditanya soal tips hidupnya, dalam usia segitu kok masih sehat? Ia mengaku tak punya tips apa-apa. Cuma, ia pernah makan ikan karena memang tak ada ikan. Setiap hari, ia hanya makan sayuran, yang ditanam sendiri, dan banyak minum air putih.

    “Pesan saya, jangan banyak pikiran. Agar tak selalu kepikiran, jangan menyakiti orang, supaya tak jadi beban. Seperti saya tinggal di sini ini, siapa yang saya sakiti wong tak ada orang lain, selain anak saya,” ujarnya.

    Selama hidupnya, ia mengaku baru setahun ini measakan sakit pada kakinya. Kedua kakinya tiba-tiba tak bisa digerakkan. Sebelumnya atau setahun lalu, ia masih bisa menyangkul atau menanam sayur-sayuran, seperti bayam, mencari kayu bakar, mandi ke kali sendiri, yang ada di belakang rumahnya.

    Namun, saat ini segala kebutuhannya, dilayani anaknya.

    “Saya ini nggak pernah sakit, bahkan pilek (flu) saya nggak pernah. Soal makanan, ya seadanya, wong saya sering puasa, karena memang keadaannya tak ada yang dimakan lebih. Kecuali, minum air putih, dan makan apa yang ada,” pungkasnya.

    Sumber: TribunJatim

  • in

    Bikin Sedih, Gini Nih Cerita Pilu Jasad Gadis Terikat Akar di Sungai Batanghari

    Penemuan jasad gadis terikat akar di Sungai Batanghari sempat bikin heboh warga Dusun Pangkal Bloteng, Desa Teluk Rendah Ulu, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Duka mendalam tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tapi juga warga setempat.

    Bagaimana tidak, sebelum dibunuh, gadis 18 tahun yang diketahui bernama Dina Wulandari terlebih dahulu diperkosa beberapa kali. Dari hasil pemeriksaan, terdapat sejumlah luka di bagian tubuh serta organ intimnya.

    “Benar-benar tidak manusiawi, tidak beradab. Kami semua sedih, ada warga desa kami menjadi korban pembunuhan keji seperti ini,” ujar Umar, salah seorang warga Tebo yang mengaku ikut melihat proses evakuasi korban, saat dihubungi Selasa malam, 30 Januari 2018.

    Usai ditemukan pada Kamis pagi, 25 Januari 2018, jajaran Polres Tebo langsung melakukan penyelidikan. Ada enam titik lokasi yang menjadi fokus pengungkapan kasus dugaan pemerkosaan dan pembunuhan tersebut. Selang sehari, polisi akhirnya menangkap seseorang pemuda berumur 22 tahun berinisial ST yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan sekaligus pemerkosa Dina.

    ST, yang juga warga satu dusun dengan korban, ditangkap di persembunyiannya di Kabupaten Sarolangun atau berjarak sekitar dua hingga tiga jam perjalanan darat dari Kabupaten Tebo.

    “Ia (tersangka) ditangkap di rumah keluarganya sekitar pukul 02.00 WIB,” ujar Kapolres Tebo, AKBP Budi Rachmat, melalui Kasat Reskrim, AKP Hendra Wijaya, Selasa, 30 Januari 2018.

    Sumber: Liputan6

  • in

    Awas! ‘Super Blue Blood Moon’ Punya Risiko, Hati-hati terhadap Akibatnya, Ini Penjelasannya

    Fenomena gerhana bulan total ‘Super Blue Blood Moon’ pada akhir Januari mendatang dikatakan akan dapat dilihat jelas oleh masyarakat Indonesia.

    Fenomena gerhana bulan langka akan terjadi pada 31 Januari dan akan berlangsung selama 5 jam 20,2 menit, tepatnya dari pukul 17.49 WIB hingga 23.09 WIB.

    Proses gerhana ini akan dapat diamati dari Indonesia secara jelas.

     Meski demikian, keindahan bulan malam itu patut diwaspadai.

    Khususnya untuk transportasi di pelabuhan dan pesisir, serta aktivitas pertanian yang dapat terganggu.

    Melansir dari Kompas.com, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati berkata bahwa posisi bumi yang berada segaris dengan matahari dan bulan mengakibatkan gravitasi bulan dan matahari terintegrasi.

    Akibatnya pasang air laut menjadi maksimal.

    “Pasang air laut mencapai 1,5 meter, meski juga dapat terjadi air laut surut 100 sampai 110 sentimeter pada tanggal 30 Januari hingga 1 Februari 2018,” kata Dwikorita di kompleks gedung BMKG, Jakarta, Senin (29/1/2018).

    Perubahan muka air laut tersebut akan terjadi di sejumlah tempat.

    Antara lain di Sumatera Utara, Sumatera Barat, selatan Lampung, utara Jakarta, utara Jawa Tengah, utara Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.

    “Kami minta untuk diwaspadai karena fenomena super blue blood moon dapat mengganggu transportasi akibat adanya rob atau pasang maksimum, dan juga dapat mengganggu aktivitas petani garam, perikanan darat serta kegitan bongkar muat di pelabuhan,” jelas Dwikorita.

    Selain itu, perkiraan cuaca BMKG mendapati adanya potensi hujan sedang hingga lebat sejak Senin (29/1/2018) hingga Sabtu (3/1/2018) di 21 Provinsi di Indonesia.

    Hal ini terjadi karena selisih tekanan udara antara darata Asia dan Australia.

    Tekanan udara tinggi yang ada di belahan bumi utara seperti di daratan Asia akan bergerak menuju Australia.

    Hal ini menyebabkan sejumlah wilayah Indonesia terlewati aliran udara dingin yang terakumulasi di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.

    Hujan lebat juga akan disertai dengan kecepatan angin tinggi berkisar antara 25 knots (35 kilometer per jam) hinga 35 knots (70 km per jam).

    Peristiwa ini kemungkinan terjadi di Laut Jawa, Samudra Hindia selatan Pulau Jawa, Selat Sunda, perairan utara Jawa Tengah, perairan utara NTB hingga NTT, perairan utara Pulau Jawa.

    Hujan lebat di hulu ditambah pasang air laut akan menghambat laju kecepatan genangan air hujan masuk ke laut.

    Potensi genangan air hujan, rob, dan longsor menjadi hal yang perlu diwaspadai.

    “Waspadai hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon dan baliho tumbang. Jika hujan disertai kilat dan petir sebaiknya tidak berlindung di bawah pohon. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan bagi pengguna kapal ukuran kecil. Menunda penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tingi mereda,” pesan Dwikorita.

    Sebelumnya, menurut penjelasan Dwikorita terkait peta gerhana bulan total 31 Januari di Indonesia, ada tujuh fase gerhana bulan yang akan terjadi.

    “Fase-fasenya adalah gerhana mulai (P1), gerhana sebagian mulai (U1), gerhana total mulai (U2), puncak gerhana, gerhana total berakhir (U3), gerhana sebagian berakhir (U4), dan gerhana berakhir (P4),” kata Dwikorita.

    “Sebagaimana terlihat pada peta, keseluruhan proses gerhana dapat diamati di Samudera Pasifik, serta bagian timur Asia, Indonesia, Australia, dan barat laut Amerika,” tambah Dwikorita.

    Di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan seluruh provinsi Sumatera, fase P1 dan U1 akan dapat terlihat jelas karena terjadi tepat di atas wilayah-wilayah tersebut.

    Selain di timur Asia, gerhana bulan langka kali ini juga dapat disaksikan di bagian barat Asia, Samudera Hindia, bagian timur Afrika, dan bagian Timur Eropa.

    “Pengamat di bagian barat Eropa, sebagian besar Afrika, Samudera Atlantik, dan bagian selatan Amerika tidak akan dapat mengamati keseluruhan proses gerhana,” kata Dwikorita.

    Gerhana bulan adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya matahari oleh bumi, sehingga tidak semuanya sampai ke bulan.

    Sebelumnya, gerhana bulan total yang sama pernah terjadi 18 tahun lalu, tepatnya pada 21 Januari 2000.

    Gerhana serupa akan muncul lagi dalam jangka waktu yang sama di masa mendatang, yaitu 11 Februari 2036.

    Sumber: Tribunstyle

  • in

    Sekarang Sudah Berusia 17 Tahun, Begini Penampilan Si Ichcha Kecil dalam Serial Uttaran

    Penggemar serial Uttaran pastilah tak asing lagi dengan sosok Ichcha kecil.

    Gadis cilik yang kehidupannya kurang beruntung, tetapi cerdas dan baik hati.

    Meski hanya anak asisten rumah tangga, Ichcha sangat disayangi majikannya.

    Hal inilah yang membuat anak majikannya, Tapasya selalu iri pada Ichcha.

    Nah, Ichcha kecil ini diperankan oleh Sparsh Khanchandani.

    Saat terlibat dalam serial Uttaran, Sparsh baru berusia 8 tahun.

    Uttaran sendiri tayang mulai tahun 2008 hingga 2015 dengan total episode mencapai 1.549 episode.

    Kini Sparsh sudah berusia 17 tahun.

    Yuk simak, penampilan Sparsh sekarang!

    Seorang penari

    Sparsh adalah penari Kathak

    Gadis kelahiran 11 Oktober 2000 ini adalah seorang penari kathak.

    Kathak merupakan tarian klasik yang berasal dari India Utara.

    Tarian ini dicirikan dengan gerakan kaki yang cepat dan berputar.

    Membintangi film Hollywood

    Sparsh pernah membintangi film Hollywood

    Sparsh juga pernah membintangi film Hollywood.

    Film tersebut berjudul Meena: Half The Sky yang tayang pada tahun 2011.

    Sparsh berperan sebagai Meena kecil.

    Film ini juga dibintangi Tannishtha Chatterjee sebagai Meena dewasa dan Himani Shivpuri.

    Bersama guru tari

    Sparsh dan guru tarinya

    Dalam foto ini, Sparsh mengungkapkan bahwa dia sangat bangga pada gurunya tersebut.

    Dia mengucapkan terima kasih karena gurunya tak hanya mengajar tari, tapi juga bagaimana caranya hidup dan tersenyum dalam setiap kesulitan.

    Sparsh merasa terhormat bisa menjadi salah satu murid gurunya tersebut.

    Melakukan apa yang disukainya

    Kathak adalah kesukaan Sparsh

    Kathak adalah kesukaan Sparsh.

    Dalam unggahan foto ini di instagramnya @sparsh.khanchandani, dia menuliskan “The Times When You Know That You Are Doing What You Love, You Look Beautiful… #Khathak #PureBliss”

    Artinya kurang lebih ketika kamu melakukan apa yang kamu sukai, kamu terlihat cantik.

    Saat mengenakan saree

    Mengenakan saree

    Spars tampak anggun mengenakan saree berwarna merah muda. Tak lupa dipadu perhiasan kalung dan anting yang menambah kecantikannya.

    Sumber:  Tribun

  • in

    Cewek ini Tak Paham Arti ‘Beli 3 Gratis 1’, Berdebat Panjang dengan Penjaga Toko

    Bubble tea saat ini menjadi minuman kekinian favorit anak muda.

    Minuman susu-teh ini berisi bola-bola kenyal tapioka di dalamnya.

    Tidak hanya di Indonesia, kedai bubble tea banyak ditemui juga di Taiwan.

    Karena banyaknya kedai yang menyajikan bubble dengan beragam variasi, maka diperlukan teknik penjualan yang unik untuk menarik perhatian pembali.

    Bubble tea
    Bubble tea (Good Times)

    Salah satu contoh promosi yang paling populer yaitu “Beli 1 Gratis 1.”

    Namun ternyata tak semua orang paham maksud strategi promosi tersebut.

    Gadis satu ini contohnya, ketika maksud promosi tak sesuai seperti yang ada di pikirannya, gadis itu merasa jengkel.

    Salah satu kedai bubble tea menawarkan “Beli 3 Gratis 1”.

    Maka kebanyakan orang pun tau bahwa pembeli akan mendapatkan satu minuman ekstra jika membeli 3 minuman.

    Namun, gadis itu memutuskan untuk membeli 6 tapi hanya membayar setara 4 harga.

    Gadis beli bubble tea
    Gadis beli bubble tea (Good Times)

    Padahal, gadis itu seharusnya tetap membayar 6 dan menerima 2 bubble tea lagi secara gratis.

    Penjaga toko kemudian bertanya pada gadis itu:

    “Mbaknya pesan 6 cup dan akan dapat 2 cup lagi gratis. Ingin bubble tea yang mana untuk 2 cup gratisnya?”

    Tapi gadis itu tak langsung menjawab.

    Ia punya definisi sendiri tentang “Beli 3 Gratis 1” itu.

    Ilustrasi
    Ilustrasi (Good Times)

    “Promosi bilang jika aku beli 6 cups, maka aku akan dapat 2 cup gratis kan? Artinya aku hanya perlu bayar 4 cups karena dua lainnya gratis, begitu kan?”

    Si penjaga toko menjawab, “Tapi jika mbaknya pesan hanya 4 cups, maka tak bisa dimasukkan promosi “Beli 6 Gratis 2″.”

    Mendengar jawaban si penjaga kedai, pembeli itu pun kaget dan marah.

    Ia bahkan menuduh kedai bubble tea hanya hanya tipu-tipu saja.

    Ilustrasi
    Ilustrasi (Good Times)

    Karena tak sesuai ekspektasinya, pembeli itu pun pergi begitu saja.

    Seperti yang diketahui kebanyakan orang, “Beli 6 Gratis 2” artinya pelanggan akan mendapat 2 tambahan minuman gratis jika mereka membeli 6 minuman.

    Kesimpulannya, pelanggan akan dapat total 8 gelas tetapi hanya membayar 6 gelas saja.

    Hal itulah yang tak dimengerti gadis tersebut.

    Nampaknya teori “Pelanggan Selalu Benar” tak bisa selalu diterapkan dalam bisnis apapun.

    Sumber: Tribun

Load More
Congratulations. You've reached the end of the internet.