• in

    Ikan Hiu ini Tewas Karena Kena sial, Coba lihat Cara ia Mati Gak Biasa banget!

    Sungguh sial hiu ini. Keinginannya untuk segera menyantap mengsanya justru berakhir naas. Ia justru mati tercekik akibat tidak mampu menelan ikan buntal durian lantaran setengah badannya tersangkut di rahang hiu.

    Bangkai keduanya ditemukan pada 21 April 2017 lalu di perairan tropis dekat Maladewa, sebuah negara kepulauan di Samudra Hindia. Bangkai itu kemudian sempat diamati oleh ahli biologi laut independen, Lauren Arthur.

    Arthur mengetahui terdamparnya hiu ini melalui seorang tukang kebun di resor Amilla Fushi di Maladewa yang melihat seekor hiu meronta-ronta di dekat pantai.

    Namun, saat Arthur tiba di sana, hiu itu sudah mati. Dia kemudian mengidentifikasi hiu itu sebagai hiu Lemon dan ikan yang masih berada di rahangnya adalah ikan buntal durian yang masuk dalam keluarga Diodontidae.

    Hiu Lemon (Negaprion acutidens) memang sering berkunjung ke laguna dangkal di Baa Atoll. Perairan itu juga merupakan rumah bagi populasi Diodontidae yang besar.

    Hiu Lemon bisa tumbuh hingga tiga meter dengan berat mencapai 250 kilogram. Namun, spesies yang ditemukan ini masih relatif muda karena berukuran kurang lebih satu meter.

    Sementara itu mangsanya, ikan buntal durian dikenal juga sebagai ikan balon karena tubuhnya yang bisa mengembang saat mereka merasa terancam.

    “Mungkin saat hiu mencoba menelan ikan buntal durian, duri-durinya justru mengembang dan membuat badan ikan tersangkut pada kerongkongan dan mulut hiu,” jelas Arthur seperti dikutip dari Live Science, Jumat (1/212/2017).

    Hiu sebenarnya juga memiliki kemampuan untuk memuntahkan kelebihan makanan yang dikonsumsi atau makanan yang tidak dapat dicerna. Hal ini seperti yang tertulis dalam jurnal Florida Scientist yang terbit 2011.

    Bahkan menurut penelitian yang diterbitkan pada tahun 2005 di Journal of the Marine Biological Association of the United Kingdom, dalam kasus yang ekstrim, hiu bisa mengeluarkan isi perut yang disebut sebagai eversi.

    Namun, kemampuan hiu untuk memuntahkan makanan itu sia-sia dalam kasus memangsa ikan landak ini. Sebab, badan ikan keburu mengembang sehingga memblokir aliran air melalui ruang insang hiu dan menyebabkan hiu mati tercekik.

    Dikarenakan, keterbatasan alat, Arthur tidak bisa menganalisis hiu yang mat Sumber: Kompas

  • in

    Cantiknya Kelewatan, 7 Foto Mikhayla Anak Nia Rahmadani ini Mirip Barbie Banget. Mau Liat?

    Buah hati Nia Ramadhani dan Ardie Bakrie yang diberi nama Mikhayla Zalindra Bakrie belum lama ini menjadi perhatian natizen setelah melihat foto-foto cantiknya si bocah cilik ini.

    Sejauh ini, kecantikan Mikhayla tidak diragukan lagi. Parasnya sungguh cantik bahkan banyak yang menilai paras wajahnya seperti berbie. Mikayla dianggap mewarisi paras rupawan yang dimiliki oleh Nia.

    Berdasarkan foto terbaru yang Nia bagikan di Instagram @ramadhaniabakrie, Mikhayla dianggap seperti barbie oleh netizen.

    Salah satu foto memperlihatkan Mikayla terlihat begitu cantik kala dirinya mengenakan baju musim panas dan berpose dengan beberapa mainan ala barbie. Foto tersebut mengundang banyak komentar natizen.

    “Ini anak.cantiknya…parah cantik bgt……gemees,” tulis pemilik akun @debynovitasarip.

    “Asli Barbie,” tulis pengguna akun @sirenha_.

    “Ya ampun barbie hidup nya kak nia, so cute,” sahut pemilik akun @fitriayusari44.

    “Duuh berbiee,” celetuk pemilik akun @bellachaci.

    “Mikhaaa ya ampunnn cantiknya kebangetan,” puji pengguna akun @yulliantie_webby22.

    Mau tahu seperti apa foto – foto cantiknya Mikayla, dilansir dari grid.id, yuk check it out !

    1. Cantiknya Mikhayla saat pose di atas kursi kecil.

    Mikhayla Zalindra Bakrie (gambar:source)

    2. Foto di taman sama mainan barbie, duh makin kelihatan seperti barbie aja deh!

    Mikhayla Zalindra Bakrie (gambar:source)

    3. Pakai bando dan rok balon, lucunya Mikhayla!

    Baca juga nih : Gaya Putri Shah Rukh Khan ini Bikin Gagal Fokus! Cowok Liatnya Pasti Melongo..

    Mikhayla Zalindra Bakrie (gambar:source)

    Lanjut ke halaman berikutnya ya …

  • in

    Foto Selfie Cowok ini Jadi Viral! Ia Tak Sadar Ada yang Terbang di Belakangnya

    Natizen media sosial baru-baru ini sedang dihebohkan dengan sebuah foto seorang pria yang berfoto selfie namun di belakangnya ada penampakan aneh.

    Dalam foto itu terlihat jika si pria sepertinya sedang berlibur di sebuah tempat wisata berdaratan tinggi. Pria berfoto dengan mengacungkan dua jari dan menunjukan raut muka serius.

    Pria yang mengenakan jaket putih ini juga terlihat makin kekinian dengan kacamata gaya terbaru. Foto itu diunggah di akun Twitter @bagasustomtom atau Bagas pada 19/8/2017.

    Saat diamati, foto tersebut memperlihatkan keganjilan yakni terlihat wajah ibu-ibu atau emak-emak mengalami kepanikan.

    Ternyata, bayangan terbang tadi adalah sebuah ponsel milik ibu-ibu yang jatuh. Ponsel itu lepas dari tangannya dan terbang jatuh ke arah jurang.

    Foto ini kemudian ditulis penggunggah dengan caption,

    “Eh copot copot” tulis Bagas.

    hp jatuh via: inafeed.com

    Tidak diketahui kapan dan dimana foto ini diambil.

    Walaupun begitu foto ini mendapat perhatian dari netizen.

    Alih-alih prihatin, foto ini justru mengundang tawa netizen.

    @diahsaputriii: “wkwkwk mau ngakak tapi takut kualat :’)”

    @wswidy: “Maap dil w ngakak smpe nangis2”

    @sarahgushel: “yailah bu……….”

    @rivaigreenboy: “Eh anu.. eh anu…”

    Sejak diunggah foto ini telah diretweets sebanyak 2.584 kali dan mengumpulkan 578 like.

    Nah loe guys, hati-hati jika ingin berselfie di tempat ketinggian jangan sampai ponsel kamu masuk jurang juga guys.

  • in

    Pria Ini Tampar Keras Suami-suami yang Memposisikan Istrinya seperti Pembantu, Curhatannya Viral!

    Media sosial tengah diramaikan dengan curahan hati seorang pengguna akun Facebook bernama Arif Rahutomo.

    Melalui akun Facebook-nya tersebut, ia mengisahkan pekerjaan rumah tangga yang biasanya dilakukan oleh sang istri pada Selasa (14/11/2017).

    Dalam penjabarannya tersebut, menurutnya lumrah bila seorang suami mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang biasa dilakukan oleh sang istri.

    Istri bukan pembatu via:http://ayo-bagikan.blogspot.com

    Terlebih saat istri sedang capek atau malas dan semua pekerjaan rumah menjadi terbengkalai.

    Menurutnya, sudah menjadi tugas suami untuk membantu istri meringankan pekerjaan rumahnya.

    Meski tidak bisa melakukan sebaik yang dikerjakan istri, masih banyak jasa-jasa di luar sana yang akan membantu.

    Seperti menggunakan jasa laundry, membeli makanan di warung apabila istri sedang malas masak.

    Karena menurutnya, istri bukanlah pembantu.

    Terlebih lagi, saat suami malas, mengapa harus menuntut istri yang juga memiliki batas kekuatan dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangganya sehari-haro.

    Akun Facebook Arif Rahutomo pun mempertanyakan suami-suami yang masih memperlakukan istrinya seperti pembantu.

    Baginya, pria yang masih seperti itu adalah pria kuno.

    seperti ini statusnya

    “Kalau istri saya lagi capek atau lagi males, saya tidak menuntut apa-apa.

    Piring berantakan, cucian berantakan, rumah amburadul, kami biarkan saja.

    Kami cuman tidur-tiduran, atau dolan-dolan, atau masing-masing sibuk dengan kerjaan di laptop.

    Lagi males masak? Ya beli aja di warung atau order gofood.

    Kalau piring sih, saya yang mencuci, setrikaan, serahin aja ke jasa laundry.

    Wah, tidak rapi donk? Biarin ah suka-suka.

    Kok bisa? Bagi saya, istri bukan pembantu.

    Kalau saya sendiri males, ngapain nuntut orang lain rajin beberes rumah?
    Kamu masih memposisikan istrimu kayak pembantu? Kamu pria kuno
    *nggleweh_awan” tulis akun Facebook Arif Rahutomo.

    Sontak saja kisahnya ini langsung mendapatkan tanggapan yang beragam dari para netizen.

    Galih Dissidents: “Saya juga seperti itu masalah pekerjaan rumah kalau mau ya dikerjakan kalau gak mau ya tinggal nyuruh orang.”

    Gob Leen: “Ga semua orang mau menghargai istrinya seperti yang bikin status ini, apalagi kalo istri tsb bukan hasil pilihannya sendiri…#ehhh”

    Hawa Putri: “Seandainya saja semua suami berfikir kyk njenengan….jasa londry…tukang sayur pasti akan senang”

    Berdasarkan pantauan tim TribunWow.com hingga kini, Rabu (15/11/2017) pukul 15.35 WIB, unggahan ini sudah dibagikan lebih dari 4 ribu kali dan dikomentari sebanyak 300 lebih netizen (tribun)

  • in

    5 Fakta Menarik Jemput Paksa Setya Novanto: Mulai Fahri Hamzah Sebut Gila Sampai Beda Jokowi-JK

    Drama jemput paksa Ketua DPR Setya Novanto sampai 5 jam di kediamannya pada Rabu (15/11/2017) malam hingga Kamis dini hari benar-benar menyedot perhatian masyarakat.

    Sederet TV swasta menayangkan langsung drama penjemputan.

    Jajaran petinggi KPK bersiaga penuh di markasnya.

    Di Twitter heboh ribuan orang terus memantau perkembangan detik demi detik hasil penjemputan paksa sang Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

    Berikut TribunStyle.com himpun 5 fakta paling menarik drama penjemputan Setnov yang dihimpun dari berbagai sumber:

    Belum Berhasil Tangkap Setnov, Tapi Bisa Amankan Dokumen Penting

    Hingga drama 5 jam penjemputan Setya Novanto, yang bersangkutan tiada di rumah.

    Tapi dokumen-dokumen penting berhasil disita KPK.

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) akhirnya keluar dari rumah Ketua DPR Setya Novanto sekitar pukul 02.43 WIB.

    Mereka keluar setelah lima jam berada di kediaman Novanto di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Kesepuluh penyidik keluar dengan membawa tiga tas jinjing, satu koper biru, satu koper hitam, dan satu alat elektronik yang belum diketahui fungsinya.

    Saat ditanya mengenai aktivitas di dalam, mereka semua enggan menjawab dan terus berjalan menuju mobil masing-masing. Mereka pun enggan menanggapi saat ditanya wartawan ihwal barang yang dibawa di dalam tas dan koper.

    Mereka meninggalkan kediaman Novanto dengan menggunakan sepuluh mobil Toyota Innova.

    Rabu malam (15/11/2017), KPK menyambangi rumah Ketua DPR Setya Novanto, mereka tiba di kediaman Novanto pukul 21.40 WIB.

    Petugas polisi tampak berjaga-jaga di depan pintu masuk rumah Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Seharusnya hari ini, Rabu (15/11), Novanto diperiksa di KPK namun tidak datang. Dia memilih berada di gedung DPR untuk mengikuti rapat Paripurna.

    Seperti diketahui, KPK menetapkan kembali Novanto sebagai tersangka pada Jumat (10/11/2017).

    Novanto sebelumnya lolos dari status tersangka dalam penetapan sebelumnya setelah memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK.

    Dalam kasus ini, Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

    Adapun sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dan dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

    Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar. Akibat perbuatannya bersama sejumlah pihak tersebut negara diduga dirugikan Rp 2,3 triliun pada proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

    Awalnya Tidak Dibolehkan Masuk Setnov 

    Petugas KPK memasuki kediaman Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (16/11/2017). Sejumlah penyidik KPK mendatangi kediaman Setya Novanto setelah dirinya mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka kasus KTP Elektronik.  (Tribunnews.com/ Irwan Rismawan)
    Petugas KPK memasuki kediaman Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (16/11/2017). Sejumlah penyidik KPK mendatangi kediaman Setya Novanto setelah dirinya mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka kasus KTP Elektronik. (Tribunnews.com/ Irwan Rismawan) ()

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) akhirnya mendatangi kediaman Ketua DPR Setya Novanto, di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017) malam.

    Mereka tiba pukul 21.40 WIB. Ketika tiba di kediaman Novanto, para penyidik KPK tak langsung diizinkan masuk.

    Para penyidik KPK menunggu di depan kediaman Novanto untuk menunggu Novanto maupun kuasa hukumnya.

    Pukul 21.55 WIB, kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi, keluar dari rumah kliennya dan menuju mobilnya.

    Ia terlihat mengambil dokumen, kemudian masuk kembali ke rumah Novanto. Namun, Fredrich enggan menjawab saat ditanya dokumen apa yang dibawanya.

    Pada hari ini, KPK melakukan pemanggilan pertama Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP.

    Namun, yang bersangkutan tak dapat memenuhi panggilan KPK dengan sejumlah alasan, salah satunya tengah mengajukan uji materi UU KPK.

    Sebelumnya, Novanto telah tiga kali mangkir dari pemanggilan KPK sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

    Sejauh ini, belum ada keterangan dari KPK soal tujuan kedatangan penyidiknya ke kediaman Ketua Umum Partai Golkar itu.

    Trending Tagar “TangkapNovanto” di Twitter

    Poster Setya Novanto
    Poster Setya Novanto ()

    Tanda pagar atau tagar “TangkapNovanto” menjadi trending topic pada media sosial Twitter, Kamis (15/11/2017) malam.

    Hingga Pukul 23.42 WIB, tagar tersebut masih berada pada posisi teratas.

    Hal ini menyusul sejumlah Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang pada Kamis malam mendatangi kediaman Setya Novantodi Jalan Wijaya XIII.

    Adapun Ketua DPR RI itu saat ini berstatus tersangka pada kasus korupsi proyek e-KTP.

    Beberapa warganet meminta agar KPK bisa segera menangkap Novanto.

    “Semoga #TangkapNovanto benar-benar terjadi dan kemudian segera tercipta proses hukum yang seadil-adilnya. Jika benar, ini satu pertanda bahwa KPK BERANI MEWUJUDKAN KEADILAN!” tulis pemilik akun @jolayjali.

    “Papa dimana kau berada? Ku harap menyerahlah!!” tulis pemilik akun @zidnyfahmy_90.

    Warganet lainnya mengungkapkan antusiasmenya menyaksikan siaran langsung peristiwa tersebut di televisi atau lewat media lainnya.

    “Tadinya mau tidur eh baca berita SN dijemput paksa setelah beberapa kali mangkir, jadi melek deh depan TV,” kata pemilik akun @salendra18.

    Seperti diberitakan, penyidik KPK mendatangi kediaman Novanto di kawasan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Pada hari Rabu, KPK melakukan pemanggilan pertama Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP.

    Namun, yang bersangkutan tak dapat memenuhi panggilan KPK dengan sejumlah alasan, salah satunya tengah mengajukan uji materi UU KPK.

    Sebelumnya, Novanto telah tiga kali mangkir dari pemanggilan KPK sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

    Komisi Pemberantasan Korupsi pun mengimbau Ketua DPR RI Setya Novanto untuk menyerahkan diri.

    “Secara persuasif kami himbau SN dapat menyerahkan diri,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Rabu (15/11/2017).

    Rabu Malam tim KPK mendatangi kediaman Novanto di jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Febri mengatakan, tim mendatangi kediaman Novanto karena yang bersangkutan beberapa kali tidak menghadiri pemeriksaan KPK.

    “KPK mendatangi rumah SN karena sejumlah panggilan sudah dilakukan sebelumnya namun yang bersangkutan tidak menghadiri,” ujar Febri.

    Ketua Umum Partai Golkar itu kembali mengutarakan berbagai alasan ketidakhadiran di KPK melalui surat.

    Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penyidik kali ini menerima surat keterangan ketidakhadiran yang dikirimkan pengacara Setya Novanto.

    “Surat dari pengacara,” ujar Febri saat dikonfirmasi.

    Dalam surat tersebut, pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, mengatakan, ketidakhadiran kliennya lantaran pihaknya sedang mengajukan uji materi di Mahkamah Konstitusi terhadap Undang-Undang KPK.

    Novanto sebelumnya juga tak menghadiri panggilan pemeriksaan sebagai saksi di Gedung KPK.

    Namun, sebelumnya ‘surat sakti’ ketidakhadiran dibuat melalui Sekretariat Jenderal DPR.

    Dalam surat yang menjadi senjata Novanto menghindari penyidikKPK, dia beralasan bahwa KPK harus mengantongi izin dari Presiden Joko Widodo untuk dapat memeriksa dirinya.

    Alasan serupa juga digunakan Novanto pada pemanggilan sebelumnya.

    Novanto dalam suratnya ke KPK menggunakan aturan mengenai Pasal 20A Huruf (3) UUD 1945 sebagai alasan mangkir.

    Pasal itu mengatur hak imunitas anggota DPR.

    Selain itu, Novanto juga beralasan dengan menggunakan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 mengenai Hak Anggota Dewan Huruf (h) terkait imunitas. Pasal itu dijadikan alasan mangkir dari panggilan.

    Pada September 2017, Novanto juga dipanggil menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK.

    Namun, pada pagi hari, istri Novanto mengirimkan surat berisi keterangan bahwa Ketua Umum Partai Golkar itu sedang sakit dan tidak dapat menghadiri panggilan penyidik KPK.

    Pada hari yang sama dengan jadwal pemeriksaan, Novanto menjalani perawatan di rumah sakit.

    Ia bahkan menjalani operasi di Rumah Sakit Premier Jatinegara.

    Novanto sebelumnya lolos dari status tersangka dalam penetapan sebelumnya, setelah memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK.

    Dalam kasus ini, Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

    Adapun sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

    Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar.

    Diduga akibat perbuatannya bersama sejumlah pihak tersebut, negara dirugikan Rp 2,3 triliun pada proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

    Pasal yang disangkakan terhadap Novanto yakni Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

    Fahri Hamzah Tak Percaya Jemput Paksa dan Sebut Gila 

    Fahri Hamzah
    Fahri Hamzah ()

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah terkejut dengan langkah Komisi Pemberantasan Korupsi yang diduga berupaya menjemput paksa Ketua DPR Setya Novanto.

    “Kalau ada yang berani jemput paksa Setya Novanto, itu pasti perintah datang dari orang kuat di negara ini, sehingga aparat kepolisian khususnya, mau saja ikut-ikutan merusak lembaga negara,” kata Fahri, Rabu (15/11/2017).

    Fahri mengaku sudah mendengar rumor terkait upaya penjemputan paksa Setya Novanto yang dilakukan malam ini. Namun, ia sempat tidak percaya dengan rumor tersebut.

    “Saya tidak percaya bahwa kita semua sudah gila,” kata Fahri.

    Menurut Fahri, keterlibatan KPK dalam gerakan politik menarget Setya novanto akan menghancurkan seluruh bangunan negara hukum di Indonesia.

    “Presiden Jokowi harus bertanggung jawab apabila hal itu terjadi,” kata dia.

    Setya Novanto sebelumnya sudah 3 kali mangkir dari panggilan KPK sebagai saksi kasus E-KTP. Lalu pada Rabu hari ini, Novanto yang diperiksa sebagai tersangka juga mangkir.

    Akhirnya pada Rabu malam ini, sejumlah penyidik KPK mendatangi rumah Ketua DPR itu.

    Selain itu, berdasarkan pantauan Kompas.com, sejumlah petugas kepolisian juga terlihat berjaga. Bahkan, ada aparat kepolisian yang membawa senapan laras panjang yang berjaga.

    Lebih Tegas JK DIbanding Jokowi Terkait Setnov

    Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla  (Tribunnews.com/ Dany Permana)
    Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (Tribunnews.com/ Dany Permana) ()

    Aktivis Indonesia Corruption Watch Adnan Topan Husodo menilai Presiden Joko Widodo belum menunjukkan ketegasan dalam agenda pemberantasan korupsi, khususnya terkait kasus korupsi e-KTP yang menjerat Ketua DPR Setya Novanto. Bahkan ketegasan Jokowi dinilai kalah dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    “Yang sebenarnya lebih tegas itu kan Pak JK dalam kasus (Setya Novanto) ini,” kata Adnan di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

    Adnan mengatakan, sejak awal Novanto sudah jelas-jelas menjadikan Jokowi sebagai tameng dalam menghadapi kasus E-KTP ini. Misalnya, Novanto menolak diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi sebelum lembaga antirasuah itu mengantongi izin Presiden.

    Namun, Adnan menyesalkan pernyataan Jokowi yang tidak tegas menyikapi manuver Novanto ini.

    Jokowi justru hanya menyerahkan segala proses hukum tersebut kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Harusnya, lanjut Adnan, Jokowi bisa menyatakan dengan tegas bahwa KPK bisa atau tidak mengantongi izin Presiden untuk memeriksa anggota DPR. Presiden juga bisa meminta pandangan pakar hukum terlebih dahulu untuk menguji argumen Setya Novanto.

    “Kalau ahli hukum mengatakan (argumen Novanto) tidak tepat, ya Presiden mengatakan ‘tidak perlu izin. Oleh karena itu, jangan jadikan saya sebagai bemper’ sehingga tidak kemudian dimanfaatkan,” ucap Adnan.

    Adnan menilai, Wapres Jusuf Kalla justru mengeluarkan pernyataan yang lebih tegas mengenai manuver Novanto ini. Kalla sejak awal menegaskan bahwa KPK tidak perlu mengantongi izin presiden untuk memeriksa anggota DPR.

    “Jauh-jauh hari Pak JK bilang tidak harus ada izin dari Presiden dan alasannya saya kira sudah tepat,” kata Adnan.

    Adnan pun menilai, sikap Presiden yang tidak tegas ini karena pertimbangan faktor politik, yakni terkait posisi Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Partai Golkar adalah bagian dari koalisi pemerintah saat ini dan sudah menyatakan dukungan ke Jokowi untuk pemilu 2019.

    Jokowi sebelumnya merespons alasan Novanto yang menolak memenuhi panggilan pemeriksaan di KPK karena tak ada izin Presiden. Jokowi menyerahkan segala proses hukum tersebut kepada tata acara yang berlaku.

    “Buka undang-undangnya semua. Buka undang-undangnya. Aturan mainnya seperti apa, disitulah diikuti,” ujar Jokowi sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi Istana, Rabu (15/11/2017).

    Pasal 245 Ayat 1 Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) yang sudah diuji materi Mahkamah Konstitusi memang mensyaratkan pemeriksaan anggota DPR harus seizin presiden.

    Namun, Pasal 245 Ayat 3 menyatakan bahwa ketentuan Ayat 1 tidak berlaku apabila anggota DPR melakukan tindak pidana khusus, termasuk korupsi.

    Pakar hukum tata negara Mahfud MD mengatakan, berdasarkan aturan tersebut, artinya penyidik KPK tidak perlu meminta izin Presiden terlebih dahulu jika ingin memeriksa Novanto.( Tribunnews.com)